Jawa Pos Radar Lawu - Sahur sering dianggap sekadar formalitas sebelum imsak.
Padahal, kualitas menu sahur sangat menentukan kondisi tubuh sepanjang hari.
Jika salah memilih makanan, tubuh bisa cepat lapar, gula darah turun, dan akhirnya terasa lemas sebelum waktu berbuka tiba.
Menu sahur yang baik seharusnya mengandung karbohidrat kompleks, protein, serat, vitamin, serta cairan yang cukup.
Kombinasi nutrisi ini membantu menjaga energi tetap stabil, memperlambat rasa lapar, dan mengurangi risiko dehidrasi selama berpuasa.
Berikut lima menu sahur sehat yang bisa menjadi pilihan praktis sekaligus bergizi.
Nasi Tim Beras Merah dengan Dada Ayam
Beras merah dikenal sebagai sumber karbohidrat kompleks yang dicerna lebih lambat dibanding nasi putih.
Artinya, energi dilepaskan secara bertahap sehingga tubuh tidak cepat “drop”. Dipadukan dengan dada ayam sebagai sumber protein rendah lemak, menu ini mampu memberikan rasa kenyang lebih lama.
Agar lebih seimbang, tambahkan sayuran seperti wortel atau brokoli untuk asupan serat tambahan. Hindari penggunaan garam berlebihan agar tidak memicu rasa haus di siang hari.
Sayur Bening Bayam dan Jagung
Bagi yang tidak ingin sahur terlalu berat, sayur bening bisa menjadi pilihan. Meski terlihat sederhana, bayam dan jagung mengandung serat, vitamin, dan mineral yang mendukung stamina tubuh.
Kandungan air dalam kuahnya juga membantu menjaga hidrasi. Menu ini cocok dikombinasikan dengan lauk berprotein agar kebutuhan energi tetap tercukupi tanpa membuat perut terasa penuh.
Sup Wortel dan Kentang
Sup hangat saat sahur bukan hanya menenangkan, tetapi juga membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh. Kentang memberikan asupan karbohidrat dan kalium, sementara wortel kaya vitamin yang mendukung metabolisme energi.
Jika ditambahkan potongan ayam atau daging, kandungan proteinnya akan semakin lengkap. Menu ini ideal bagi yang ingin sahur bergizi namun tetap ringan di pencernaan.
Semur Daging
Daging merupakan sumber protein yang dicerna lebih lambat, sehingga rasa kenyang bertahan lebih lama. Kandungan zat besi di dalamnya membantu mencegah rasa lemas, sementara vitamin B kompleks mendukung proses pembentukan energi.
Agar praktis, semur bisa dimasak pada malam hari dan disimpan di kulkas, lalu dipanaskan saat sahur. Cara ini menghemat waktu tanpa mengorbankan kualitas nutrisi.
Buah-buahan Segar
Sahur sebaiknya tidak melewatkan buah. Pisang dapat menjadi sumber energi cepat, alpukat memberi lemak sehat yang mengenyangkan, sedangkan jeruk dan melon membantu menjaga hidrasi tubuh. Kandungan serat pada buah juga membantu menjaga rasa kenyang lebih lama.
Buah bisa dikonsumsi langsung atau dijadikan salad tanpa tambahan gula berlebihan agar tetap sehat.
Pentingnya Asupan Cairan
Selain makanan, cairan memegang peranan penting agar tubuh tidak mudah lemas. Pastikan kebutuhan air terpenuhi dengan membaginya secara bertahap antara waktu berbuka hingga sahur. Hindari konsumsi kopi atau teh berlebihan karena dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil dan memicu dehidrasi.
Pada akhirnya, sahur yang tepat bukan soal makan dalam jumlah banyak, melainkan memilih komposisi yang seimbang. Dengan nutrisi yang cukup dan cairan yang terjaga, tubuh akan lebih siap menjalani puasa seharian tanpa mudah lelah dan aktivitas tetap berjalan optimal. (fin)
Editor : AA Arsyadani