Jawa Pos Radar Lawu – Jawa Barat dikenal memiliki beragam kuliner khas yang sederhana namun kaya cita rasa. Salah satu yang populer dan tak lekang oleh waktu adalah cuanki, jajanan berkuah hangat khas Bandung yang digemari berbagai kalangan.
Cuanki sering dijajakan oleh pedagang keliling maupun tersedia di warung makan dan pusat kuliner. Hidangan ini menjadi pilihan favorit, terutama saat cuaca dingin atau hujan.
Apa Itu Cuanki?
Cuanki merupakan singkatan dari cari uang jalan kaki, istilah yang merujuk pada cara berjualan pedagang cuanki yang berkeliling. Makanan ini terdiri dari berbagai isian berbahan dasar tepung dan ikan, seperti bakso, siomay, tahu, dan pangsit, yang disajikan dengan kuah kaldu gurih.
Kuah cuanki biasanya bening namun kaya rasa karena menggunakan kaldu ikan atau ayam, ditambah bawang goreng, seledri, dan sambal sebagai pelengkap.
Baca Juga: Terungkap Detik-detik Bayi Laki-laki Dibuang di Teras Kos Jebres Solo, Ibu Kandung Ditangkap
Cita Rasa Sederhana yang Menggugah Selera
Keistimewaan cuanki terletak pada perpaduan tekstur isian yang kenyal dengan kuah hangat yang ringan namun gurih. Rasanya sederhana, tetapi mampu memberikan sensasi nyaman dan mengenyangkan.
Sambal dan kecap sering ditambahkan sesuai selera, sehingga cita rasanya bisa disesuaikan dari gurih ringan hingga pedas menggigit.
Baca Juga: Terungkap Detik-detik Bayi Laki-laki Dibuang di Teras Kos Jebres Solo, Ibu Kandung Ditangkap
Jajanan Favorit Sepanjang Masa
Cuanki bukan hanya sekadar makanan ringan, tetapi juga bagian dari budaya kuliner masyarakat Bandung. Harga yang terjangkau membuatnya digemari oleh pelajar, pekerja, hingga wisatawan.
Hingga kini, cuanki tetap eksis di tengah menjamurnya kuliner modern, membuktikan bahwa jajanan tradisional memiliki tempat tersendiri di hati penikmat kuliner.
Kuliner Khas Bandung yang Wajib Dicoba
Bagi wisatawan yang berkunjung ke Bandung, mencicipi cuanki menjadi pengalaman kuliner yang tak boleh dilewatkan. Sajian sederhana ini mampu menghadirkan kehangatan dan rasa khas yang sulit dilupakan.
Cuanki membuktikan bahwa kuliner tradisional dengan bahan sederhana tetap mampu bertahan dan bersaing di tengah perkembangan dunia kuliner.(hisam-mg-pnm/kid)
Editor : Nur Wachid