Jawa Pos Radar Lawu - Sebuah warung sederhana di pinggir Sungai Bengawan Madiun mendadak viral di media sosial.
Warung bernama “Iwak Kali Bu Saminah”, yang berlokasi di Jl. Bantaran Kali No. 27, Kelurahan Tawangrejo, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, menjadi perbincangan hangat karena sajian iwak kali (ikan sungai) yang dimasak dengan bumbu tradisional khas pedesaan.
Warung ini sebenarnya telah berdiri sejak tahun 1998, namun baru-baru ini namanya mencuat setelah seorang food vlogger lokal mengunggah video ulasan yang memperlihatkan antrean pengunjung hingga ke tepi jalan.
Aroma masakan pedas gurihnya dikabarkan menjadi daya tarik utama yang membuat warga rela antre sejak pagi.
Menu andalan warung ini antara lain:
-Iwak Wader Goreng Krispi
-Iwak Sili Bumbu Lombok Ijo
-Iwak Mujaer Kuah Pedas Kali
-Sambal Bledheg khas Bu Saminah
Menurut pelanggan tetap, cita rasa warung ini tidak pernah berubah sejak 20 tahun lalu.
Bumbu rempah kampung yang kuat, sambal pedas yang segar, serta tekstur ikan sungai yang gurih menjadi alasan banyak pengunjung datang berkali-kali.
“Rasanya tetap sama seperti waktu saya kecil dulu.
Sambalnya nendang, ikannya segar. Tidak heran sekarang viral,” ujar Darno, pengunjung asal Pilangbango.
Meski viral, harga makanan di warung ini tetap ramah di kantong. Satu porsi iwak kali lengkap dibanderol mulai Rp12.000 – Rp20.000, tergantung jenis ikan.
Inilah yang membuatnya makin diminati berbagai kalangan, mulai dari pelajar, pekerja, hingga wisatawan kuliner.
Setiap akhir pekan, antrean pengunjung bisa mencapai puluhan orang.
Banyak yang datang khusus untuk merasakan sensasi makan iwak kali dengan suasana alami di tepi sungai nuansa sederhana yang justru menjadi nilai jual utama warung ini.
Dengan kombinasi rasa autentik, harga terjangkau, serta lokasi unik di bantaran sungai, Warung Iwak Kali Bu Saminah kini menjadi salah satu destinasi kuliner paling diburu di Madiun.
Editor : Nur Wachid