Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Wisata Rasa di Lumajang: 8 Kuliner Andalan yang Bikin Traveler Bakalan Balik Lagi

Nur Wachid • Senin, 24 November 2025 | 00:55 WIB
Soto Dhok Lumajang, salah satu warung soto yang terkenal di lumajang
Soto Dhok Lumajang, salah satu warung soto yang terkenal di lumajang

Jawa Pos Radar Lawu - Ketika traveler datang ke Lumajang, tujuan mereka biasanya adalah pesona alamnya: Tumpak Sewu yang megah, Ranu Kumbolo yang tenang, atau B29 yang menghadirkan negeri di atas awan. Tetapi ada satu hal lain yang membuat Lumajang semakin istimewa, yaitu Kuliner Lumajang.

Kuliner Lumajang adalah perpaduan rasa tradisional yang bertahan dari generasi ke generasi. Makanan-makanannya sederhana namun kaya rempah, penuh citarasa, dan menyimpan cerita dari masyarakatnya. Jika kalian berkunjung ke Lumajang, jangan hanya membawa oleh-oleh foto dan kenangan, tetapi juga pengalaman rasa yang tidak akan terlupakan.

Berikut 8 kuliner khas Lumajang yang wajib kalian cobain saat berwisata.

1. Rawon Klakah – Sang Legenda Hitam yang Tak Pernah Sepi

Rawon Klakah Khas Lumajang
Rawon Klakah Khas Lumajang

Rawon Klakah adalah salah satu kuliner paling terkenal di Lumajang. Setiap pagi, aroma kuah rawon sudah mengundang dari kejauhan. Dengan kuah hitam pekat hasil bumbu kluwek dan rempah pilihan, rawon ini menyajikan rasa mendalam yang sulit ditiru daerah lain.

Daging sapi yang digunakan pun lembut dan mudah digigit, disajikan bersama sambal pedas, kecambah kecil, dan taburan bawang goreng yang menambah kenikmatan. Banyak wisatawan menjadikan rawon sebagai menu pertama setelah tiba di Lumajang, karena rasanya yang kuat langsung menghangatkan tubuh.

2. Pecel Lumajang – Sederhana Tapi Membuat Kangen

Setiap daerah punya pecel, namun Pecel Lumajang membawa karakter berbeda. Bumbu kacangnya lebih pekat, gurih, dan punya sentuhan petis yang membuat cita rasanya semakin kuat. Kombinasi sayur segar seperti kacang panjang, tauge, dan kangkung berpadu dengan rempeyek renyah.

Pecel ini sering ditemani lento—perkedel khas Lumajang berbahan kacang panjang. Rasanya sederhana, tapi justru kesederhanaan itulah yang membuatnya memberi kesan “rasa rumah”.

3. Soto Dhok Lumajang  – Hangatnya Menyegarkan Setelah Jelajah Wisata

Soto Dhok Lumajang, salah satu warung soto yang terkenal di lumajang
Soto Dhok Lumajang, salah satu warung soto yang terkenal di lumajang

Soto Lumajang dikenal dengan kuah kuning cerah yang ringan tetapi kaya aroma. Potongan ayam kampung, bihun, dan bawang goreng membuat rasanya semakin lengkap. Soto ini cocok disantap kapan saja—pagi, siang, ataupun malam.

Setelah perjalanan ke air terjun atau mendaki bukit, semangkuk soto hangat mampu mengembalikan energi. Banyak wisatawan yang mengaku soto ini menjadi salah satu pengalaman kuliner paling berkesan di Lumajang karena rasa segarnya yang pas di lidah.

4. Lupis Lumajang – Manisnya Lumer dalam Kenangan

Jika kalian adalah penyuka makanan manis, Lupis Lumajang adalah pilihan tepat. Dibuat dari ketan putih yang dikukus, lupis memiliki tekstur kenyal lembut. Disiram dengan gula merah cair yang wangi dan diberikan taburan kelapa muda, lupis menghadirkan perpaduan rasa manis, gurih, dan lembut dalam satu gigitan.

Jajanan ini banyak ditemui di pasar tradisional atau pedagang kaki lima pagi hari. Tidak sedikit wisatawan yang rela antre demi mendapatkan lupis favorit ini karena rasanya yang autentik.

5. Jajang – Kuliner Jadul yang Mulai Langka Namun Selalu Dicari

Jajang adalah makanan khas Lumajang berbahan dasar singkong yang diolah menjadi adonan kenyal, lalu disajikan dengan kuah santan gula merah. Walau terlihat sederhana, rasanya istimewa: manis lembut dengan tekstur kenyal yang membuat siapa pun ketagihan.

Makanan ini mulai jarang ditemukan karena hanya dijual di pasar tradisional tertentu. Namun justru kelangkaannya membuat Jajang menjadi buruan wisatawan yang ingin merasakan makanan tradisional yang autentik.

6. Nasi Jagung – Menu Para Pendaki dan Penjelajah Bukit

nasi jagung, kuliner tradisional yang kerap kita temui di jawa timur Khususnya.
nasi jagung, kuliner tradisional yang kerap kita temui di jawa timur Khususnya.

Bagi para pendaki Semeru atau wisatawan yang menikmati udara sejuk Senduro, nasi jagung adalah menu yang sangat cocok. Beras jagung yang dicampur beras putih menghasilkan nasi dengan tekstur padat dan rasa gurih alami.

Biasanya disajikan bersama urap sayur, ikan asin, sambal tomat, dan tempe goreng. Sederhana, namun nutrisi dan kekhasannya membuat menu ini sangat diminati para traveler yang membutuhkan energi ekstra.

7. Cenil Lumajang – Manis Warna-Warni yang Menggoda

cenil khas lumajang
cenil khas lumajang

Cenil adalah jajanan pasar yang populer karena tampilannya yang cerah dan teksturnya yang kenyal. Terbuat dari tepung singkong, cenil disajikan dengan taburan kelapa parut dan gula merah cair.

Cenil Lumajang memiliki tekstur yang lebih lembut dibanding daerah lain, sehingga rasanya lebih “melting” di mulut. Cocok sebagai camilan sore setelah berkeliling kota. Meski terlihat sederhana, cenil adalah salah satu kuliner yang paling disukai wisatawan karena kelezatannya yang bersahaja.

8. Ayam Bakar Lesehan Lumajang – Penutup Malam yang Sempurna

Di malam hari, selepas menjelajah tempat wisata, wisatawan biasanya mencari suasana nyaman untuk makan malam. Lesehan ayam bakar di sekitar alun-alun Lumajang selalu ramai pengunjung.

Ayamnya dibakar sempurna dengan bumbu olesan pedas-manis yang meresap hingga ke dalam daging. Disajikan dengan lalapan segar, sambal yang menggigit, dan nasi hangat—menu ini selalu menjadi favorit.

Ayam bakar versi Lumajang terkenal lebih kaya rempah dan aromanya menggoda. Menutup hari dengan sepiring ayam bakar adalah pengalaman yang membuat wisatawan ingin kembali ke kota ini.

Lumajang, Kota yang Indah dan Lezat

Wisata di Lumajang tidak hanya tentang melihat pemandangan, tetapi juga merasakan kekayaan budaya kulinernya. Delapan kuliner khas ini bukan sekadar makanan, tetapi cerita tentang tanah, masyarakat, dan tradisi yang hidup dari masa ke masa.

Jika kalian berkunjung ke Lumajang, pastikan untuk mencicipi kuliner-kuliner ini. Karena di setiap suapannya, ada rasa lokal yang tak hanya mengenyangkan perut, tapi juga menghangatkan hati. Lumajang bukan hanya indah—tapi juga lezat.(ahyar-mg-uinpo)

Editor : Nur Wachid
#jajang #Soto Dhok #ayam bakar lesehan #kuliner lumajang #cenil lumajang #lupis lumajang #rawon klakah #pecel lumajang #nasi jagung