Jawa Pos Radar Lawu-Garut sering dijuluki sebagai Swiss van Java karena panorama alamnya yang indah, namun pesona Garut tak hanya terletak pada gunung, kawah, dan air panasnya.
Kota yang berada di kaki Gunung Cikuray ini juga punya segudang kuliner khas yang unik, menggugah selera, dan penuh cerita budaya Sunda. Dari camilan legendaris hingga hidangan berat yang bikin kenyang, semua ada di sini. Yuk, kita bahas satu per satu!
1. Dodol Garut
Kalau mendengar kata Garut, hampir semua orang langsung teringat dengan dodol. Makanan manis berbahan dasar ketan, gula, dan santan ini sudah dikenal sejak puluhan tahun lalu dan menjadi simbol kuliner Garut.
Dodol Garut punya tekstur kenyal, rasa manisnya pas, dan tidak bikin enek. Kini, dodol hadir dalam berbagai varian rasa seperti durian, stroberi, cokelat, hingga pandan yang membuatnya semakin modern tanpa meninggalkan keaslian.
Tak heran kalau setiap wisatawan yang pulang dari Garut hampir pasti membawa dodol sebagai oleh-oleh.
2. Burayot
Burayot adalah camilan tradisional khas Garut yang namanya diambil dari bentuknya yang “ngaburayot” atau bergelantung.
Terbuat dari campuran tepung beras, gula aren, dan kacang tanah, burayot digoreng hingga kecokelatan dan menghasilkan rasa manis legit dengan aroma khas gula aren yang harum.
Teksturnya agak renyah di luar namun empuk di dalam. Camilan ini paling nikmat disantap bersama kopi atau teh panas di sore hari, apalagi saat udara Garut yang sejuk mulai terasa dingin.
3. Dorokdok
Dorokdok adalah kerupuk kulit sapi yang terkenal renyah dan gurih. Proses pembuatannya cukup unik, yaitu kulit sapi dibersihkan, dijemur hingga kering, lalu digoreng hingga mengembang dan renyah.
Rasanya gurih alami, apalagi jika disantap dengan sambal atau dijadikan pelengkap nasi hangat. Bagi pecinta camilan kriuk, dorokdok bisa bikin ketagihan karena sekali makan pasti sulit berhenti.
Tak heran kalau banyak wisatawan memborong dorokdok sebagai camilan atau oleh-oleh khas Garut.
4. Ladu
Ladu adalah kue tradisional berbahan ketan yang dikukus, kemudian dipadatkan dan dilumuri gula merah cair sehingga rasanya manis dengan tekstur lengket.
Kudapan ini sering disajikan pada acara adat Sunda atau pesta keluarga besar. Meskipun sederhana, ladu punya makna kebersamaan karena biasanya dibuat dalam jumlah banyak untuk dibagikan kepada tetangga atau kerabat.
Saat digigit, ladu memberikan perpaduan rasa gurih ketan dan manisnya gula merah yang membuat lidah ingin mencicipinya lagi.
5. Ceplis
Kalau kamu suka camilan renyah dan gurih, ceplis adalah pilihan tepat. Ceplis dibuat dari singkong yang diiris tipis, digoreng garing, lalu dibumbui garam, bawang putih, atau cabai bubuk.
Sekilas mirip dengan keripik singkong biasa, namun bumbu khas Garut membuat rasanya lebih nendang.
Camilan ini sering jadi teman nonton, ngobrol santai, atau sekadar mengganjal perut saat perjalanan. Saking enaknya, satu bungkus ceplis sering habis dalam sekejap.
6. Emplod (Endog Lewo)
Emplod atau yang dikenal juga dengan sebutan endog lewo adalah jajanan berbentuk bulat kecil menyerupai telur.
Terbuat dari singkong yang diolah dengan bumbu sederhana, emplod memiliki tekstur garing di luar tapi empuk di dalam. Rasanya gurih dengan sedikit asin, sangat cocok untuk dijadikan camilan ringan.
Biasanya emplod dijual dalam plastik besar dan kerap menjadi teman perjalanan wisatawan karena praktis dibawa ke mana saja.
7. Nasi Liwet Garut
Nasi liwet khas Garut adalah hidangan yang wajib dicoba saat berkunjung. Nasi dimasak dengan santan, daun salam, dan bumbu rempah sehingga menghasilkan aroma harum yang menggoda.
Disajikan bersama ayam goreng, ikan asin, tahu tempe, sambal terasi, dan lalapan segar, membuat nasi liwet terasa makin lengkap.
Menyantap nasi liwet di Garut terasa lebih nikmat karena suasana pedesaan yang sejuk menambah sensasi makan jadi lebih syahdu dan hangat.
8. Sate Maranggi Garut
Walaupun sate maranggi identik dengan Purwakarta, Garut juga punya versi sate maranggi yang tak kalah enak. Potongan daging sapi atau kambing direndam bumbu kecap, bawang putih, ketumbar, dan rempah khas sebelum dibakar di atas arang.
Aroma smokey yang keluar begitu menggoda, rasanya gurih dengan sedikit manis pedas yang pas di lidah. Sate ini biasanya disantap bersama sambal kecap atau sambal tomat segar, ditambah lontong atau nasi panas.
9. Soto Garut
Soto Garut punya kuah yang berbeda dengan soto pada umumnya. Kuahnya sedikit pekat dengan tambahan santan ringan, menghasilkan rasa gurih yang lebih kaya.
Daging ayam kampung atau sapi yang empuk dipadukan dengan tauge, perkedel kentang, seledri, dan bawang goreng, membuat soto ini semakin nikmat.
Soto Garut sangat cocok disantap di pagi hari atau saat cuaca dingin, karena rasa hangat dan gurihnya bisa mengembalikan semangat.
10. Es Goyobod
Setelah puas makan makanan berat, waktunya menutup dengan minuman khas Garut yang segar, yaitu es goyobod. Minuman ini berisi potongan jelly putih kenyal, kolang-kaling, alpukat, tape singkong, dan siraman santan dengan sirup manis.
Rasanya manis, creamy, sekaligus menyegarkan. Es goyobod sering disebut sebagai “es campur khas Garut” karena isiannya lengkap dan penuh kejutan. Cocok diminum di siang hari yang terik atau setelah berjalan-jalan keliling kota.(galuh-mg-pnm/kid)
Editor : Nur Wachid