Jawa Pos Radar Lawu - Kota Solo bukan hanya kaya budaya dan sejarah, tetapi juga menyimpan kekayaan rasa dari kuliner legendaris yang tak lekang oleh waktu.
Dalam waktu sehari, pengunjung bisa merasakan langsung kekhasan rasa dari pagi hingga malam hari. Inilah rute kuliner legendaris Solo yang bisa dijajal hanya dalam 24 jam!
Pagi Hari: Sarapan Timlo Sastro atau Nasi Liwet Keprabon
Mulailah hari dengan menu berkuah hangat dari Timlo Sastro di Pasar Gedhe. Isian sosis Solo, telur pindang, dan suwiran ayam dalam kuah bening yang gurih menjadikannya sarapan sempurna.
Alternatif lainnya adalah Nasi Liwet Bu Wongso Lemu di Keprabon. Kombinasi nasi gurih, sayur labu siam, areh kental, dan ayam suwir ini menyuguhkan cita rasa Solo yang otentik dan legendaris sejak puluhan tahun.
Menjelang Siang: Jajan Serabi Notosuman
Pukul 10.00 adalah waktu yang pas untuk menikmati Serabi Notosuman. Kue tradisional berbahan tepung beras dan santan ini selalu jadi buruan wisatawan karena teksturnya yang lembut dan aromanya yang khas.
Pilihan rasa original dan cokelat membuatnya cocok untuk semua lidah.
Siang Hari: Soto Gading Favorit Presiden
Menjelang makan siang, jangan lewatkan Soto Gading, yang terletak di dekat Alun-Alun Kidul.
Soto bening dengan suwiran ayam kampung ini sempat menjadi langganan Presiden Joko Widodo dan tokoh nasional lainnya. Rasanya ringan, namun menggugah selera.
Sore Hari: Segarnya Es Dawet Telasih Bu Dermi
Ketika matahari mulai turun, segarkan diri dengan Es Dawet Telasih Bu Dermi di area Pasar Gedhe.
Isian lengkap seperti dawet, tape ketan hitam, selasih, dan bubur sumsum menyatu dalam sirup gula merah dan santan segar. Rasanya manis, legit, dan menyegarkan!
Malam Hari: Gudeg Cakar Margoyudan, Legendaris Tengah Malam
Untuk makan malam yang berbeda, datangi Gudeg Cakar Margoyudan. Warung ini justru ramai setelah pukul 22.00, menyajikan gudeg khas Solo dengan lauk unik: cakar ayam empuk yang meresap bumbu manis gurih.
Disantap dengan nasi hangat dan sambal, rasanya bikin ketagihan.
Menutup Hari: Wedangan Sriwedari dan Sate Kere
Akhiri perjalanan kuliner dengan nongkrong di Wedangan Taman Sriwedari.
Tempat ini bukan hanya menawarkan teh panas dan wedang jahe, tapi juga camilan tradisional seperti sate kere, tempe bakar, dan pisang goreng.
Suasana klasik Solo sangat terasa di sini, cocok untuk merenung setelah kenyang seharian.
Jangan Lupa Oleh-Oleh
Sebelum pulang, sempatkan beli oleh-oleh khas Solo seperti Abon Mesran, Serabi Solo, Intip Goreng, dan Sambel Tumpang dalam kemasan.
Kuliner Solo tak hanya untuk dinikmati, tapi juga dibawa pulang sebagai kenangan. (kid)
Editor : Nur Wachid