Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

5 Kuliner Jadul yang Mulai Ditinggalkan Gen Z, padahal Makanan Sehat Kaya Manfaat! 

Nanda Dwi Prasetyo • Rabu, 9 Juli 2025 | 18:57 WIB

Kuliner jadul yang dikenal makanan sehat.
Kuliner jadul yang dikenal makanan sehat.

Jawa Pos Radar Lawu – Di tengah tren kembali ke makanan alami dan minim olahan, makanan dari singkong justru naik pamor sebagai bahan pangan sehat dari masa lalu. Namun, justru kuliner jadul itu ditinggalkan kalangan Gen Z. 

Dulu dikenal sebagai pengganti nasi saat masa sulit, kini berbagai kuliner Jawa zaman dulu berbahan dasar singkong justru dianggap makanan sehat dan cocok untuk gaya hidup modern.

Tak hanya mengenyangkan, singkong juga kaya akan serat, bebas gluten, dan punya indeks glikemik yang rendah.

Lima makanan berikut bukan hanya lezat, tapi juga menyimpan nilai gizi yang layak diperhitungkan. Yuk, kenali lebih dekat dan coba buat sendiri di rumah.

Tiwul: Nasi Tradisional dari Gaplek yang Rendah Gula

Tiwul berasal dari singkong kering yang disebut gaplek, dan telah menjadi makanan pokok masyarakat Gunungkidul sejak zaman dahulu.

Tiwul punya rasa manis alami dengan tekstur agak kasar, namun mengenyangkan. Karena rendah gula, makanan ini sering direkomendasikan untuk penderita diabetes.

Cara Membuat:

Rendam gaplek semalaman, tumbuk kasar, basahi dengan air dan garam, lalu kukus 30 menit. Tiwul nikmat disantap bersama kelapa parut dan gula merah atau lauk pauk sederhana.

Getuk: Camilan Pasar yang Kenyang dan Nikmat

Siapa tak kenal getuk? Olahan singkong kukus yang ditumbuk bersama gula ini masih sering dijumpai di pasar tradisional. Rasanya manis dan lembut, serta cocok sebagai teman minum teh.

Cara Membuat:

Singkong kukus ditumbuk halus, dicampur gula merah, dibentuk sesuai selera, lalu disajikan dengan kelapa parut kukus.

Ongol-Ongol: Jajanan Kenyal yang Melegenda

Terbuat dari tepung singkong atau sagu, ongol-ongol punya tekstur kenyal yang khas dan rasa manis legit dari gula merah.

Disajikan dengan kelapa parut, makanan ini sering jadi favorit di hajatan atau pasar rakyat.

Cara Membuat:

Larutkan gula merah dengan air, campur dengan tepung singkong, tuang ke loyang dan kukus. Setelah dingin, potong-potong dan gulingkan ke kelapa parut.

Tape Singkong: Probiotik Tradisional yang Masih Dicari

Fermentasi alami singkong menghasilkan tape, yang di beberapa daerah disebut peuyeum.

Proses fermentasi ini menghasilkan rasa manis-asam dan tekstur lembut yang khas. Kandungan probiotik alaminya juga menjadikan tape sebagai camilan tradisional yang baik untuk pencernaan.

Cara Membuat:

Singkong dikukus, lalu ditaburi ragi dan disimpan dalam wadah tertutup selama 2–3 hari hingga lunak dan manis.

Gatot: Olahan Fermentasi Khas Jawa yang Penuh Serat

Gatot adalah produk fermentasi alami dari singkong yang dikeringkan, kemudian dikukus kembali. Teksturnya empuk, dengan rasa asam-manis yang khas.

Biasanya disajikan dengan parutan kelapa dan sedikit gula merah. Makanan ini kaya serat dan cocok untuk menu sarapan sehat.

Cara Membuat:

Singkong kering direndam semalaman, dikukus sekitar 40 menit, lalu disajikan dengan kelapa parut dan gula merah.

Kenapa Singkong Kembali Digemari?

Di balik kesederhanaannya, makanan tradisional berbahan dasar singkong memiliki banyak manfaat:

Tinggi serat, baik untuk pencernaan

Bebas gluten, cocok untuk penderita celiac

Rendah indeks glikemik, ideal bagi penderita diabetes

Sumber karbohidrat kompleks, memberi energi tahan lama

Mengandung probiotik alami, seperti pada tape dan gatot

Kini, tiwul, getuk, ongol-ongol, tape, dan gatot bukan lagi makanan yang dilupakan zaman.

Justru, mereka menjadi simbol kebangkitan pangan lokal yang sehat dan berkelanjutan. Mengolahnya pun tidak sulit, cukup dengan bahan alami dan teknik tradisional.

Jadi, tunggu apa lagi? Saatnya menyajikan makanan bergizi yang juga membangkitkan kenangan masa kecil di meja makan kita hari ini. (nda/kid)

Editor : Nur Wachid
#tape #makanan sehat #kuliner jawa #tiwul #gatot #ongol-ongol #Gen Z #makanan dari singkong #kuliner jadul #Getuk