Jawa Pos Radar Lawu-Tahun Baru Imlek tidak hanya dirayakan dengan dekorasi megah dan suasana yang semarak, tetapi juga dengan beragam hidangan khas yang kaya akan simbolisme.
Kuliner khas Imlek memiliki makna mendalam yang diyakini membawa keberuntungan, rejeki, dan kebahagiaan di tahun mendatang.
Berikut beberapa hidangan istimewa yang selalu hadir saat perayaan Imlek.
- Kue Ku
Kue Ku, atau kue tok cake, adalah kue tradisional berbentuk kecil bulat atau oval.
Dibungkus dengan kulit ketan yang lembut dan lengket, kue ini diisi dengan isian manis seperti kacang hijau.
Kue ini memiliki ciri khas warna merah cerah, yang melambangkan keberuntungan dan kemakmuran.
Bentuknya yang menyerupai tempurung juga memiliki makna perlindungan dan harapan untuk kehidupan yang stabil.
Kehadiran kue Ku di meja makan saat Imlek dipercaya membawa rejeki dan kebahagiaan bagi keluarga.
- Kue Keranjang
Kue keranjang, atau dikenal juga sebagai nian gao, merupakan salah satu makanan ikonik saat Imlek.
Kue ini umumnya dibuat menjelang Tahun Baru Imlek dan memiliki bentuk bulat yang melambangkan harapan agar keluarga selalu rukun dan bersatu.
Penyusunan kue ini pun tidak sembarangan. Biasanya, kue disusun bertingkat dari yang kecil hingga besar.
Maknanya adalah harapan untuk rejeki dan kemakmuran yang terus meningkat.
Selain itu, teksturnya yang lengket memiliki simbol keakraban dan keharmonisan antaranggota keluarga, sehingga menjadikan kue keranjang tidak hanya lezat tetapi juga sarat nilai filosofi.
- Jeruk Mandarin
Jeruk mandarin adalah buah yang tidak pernah absen dari perayaan Imlek.
Buah ini disajikan karena melambangkan kemakmuran, kesejahteraan, dan kekayaan.
Warna oranye cerah serta bentuknya yang bulat menjadi simbol keberuntungan yang terus bertumbuh.
Biasanya, jeruk mandarin disajikan lengkap dengan daunnya sebagai tanda kehidupan dan kesuburan.
Tradisi ini menunjukkan harapan besar agar setiap individu dan keluarga diberkati dengan keberhasilan dan rejeki yang melimpah.
- Lapis Legit
Kue lapis legit, dengan tekstur padat dan berlapis, menjadi hidangan favorit saat Imlek. Setiap lapis pada kue ini mencerminkan harapan untuk rejeki yang berlipat ganda hingga tumpang tindih di tahun yang akan datang.
Selain makna simbolisnya, rasa legit dan manis dari kue ini dipercaya memberikan doa agar kehidupan di masa depan tetap manis dan penuh keberuntungan.
Tidak hanya menggugah selera, lapis legit juga menjadi simbol doa yang tulus untuk tahun baru yang penuh berkah.
- Yee Sang
Yee sang, atau dikenal sebagai salad kemakmuran, adalah hidangan khas Imlek yang penuh makna.
Terbuat dari campuran sayuran segar yang dipadukan dengan ikan, yee sang disajikan dalam tradisi unik.
Saat menikmatinya, anggota keluarga bersama-sama mengangkat sumpit atau piring yee sang setinggi mungkin.
Hal ini dilakukan sebagai simbol menggantungkan harapan besar untuk kesuksesan dan keberuntungan di masa depan.
Tradisi ini menggambarkan semangat persatuan dan doa untuk keberhasilan bersama.
Setiap hidangan Imlek bukan sekadar makanan, melainkan simbol doa, harapan, dan kebersamaan.
Menikmati kuliner ini saat Imlek menjadi bagian dari tradisi yang mempererat hubungan keluarga sekaligus membawa semangat baru untuk tahun yang lebih baik. (*)
Editor : Riana M.