Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Berburu Oleh-Oleh Lebaran di Kampung Kue Manco, Madiun, Desanya Siapa Ini? 

Nur Wachid • Jumat, 12 April 2024 | 00:13 WIB

Kue Manco khas Madiun menjadi primadona oleh-oleh Lebaran, Tambakmas, Madiun menjadi salah satu desa sentra kue manco. (LOUIS RIKA/ANTARA)
Kue Manco khas Madiun menjadi primadona oleh-oleh Lebaran, Tambakmas, Madiun menjadi salah satu desa sentra kue manco. (LOUIS RIKA/ANTARA)

Jawa Pos Radar Lawu - Indonesia terkenal dengan warisan kulinernya yang beragam menawarkan segudang suguhan lezat yang menggugah selera dan memanjakan lidah.

Di antara kelezatannya adalah Kue Manco, jajanan tradisional yang memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Tambakmas, Madiun.

Kue Manco merupakan kue tradisional yang terbuat dari campuran tepung, beras ketan, dan gula merah, telah menjadi bagian tak terpisahkan dari warisan kuliner Kabupaten Madiun, Jawa Timur.

Menawarkan cita rasa manis dan gurih, kue ini telah merajai lidah masyarakat lokal sejak zaman kerajaan Gelang-gelang.

Dikenal dengan sebutan Kue Manco Karuk, kue ini mengambil nama dari toping karuk yang melapisi permukaannya, terbuat dari beras dan ketan yang berwarna merah dan putih.

Warna-warna ini melambangkan simbol panji-panji kerajaan Gelang-gelang, menambahkan nilai historis pada setiap gigitannya.

Awalnya, Kue Manco disajikan dalam bentuk contong atau kerucut, dibungkus dengan daun jati.

Namun, seiring berjalannya waktu, bentuknya pun bervariasi, mulai dari segitiga, kotak, hingga bulat.

Meskipun telah mengalami perubahan, kue yang dahulu menjadi hidangan istimewa bagi raja tetap eksis hingga kini, menjadi santapan yang dinikmati oleh masyarakat umum.

Untuk mempertahankan keaslian dan memperkaya variasi, perubahan terus dilakukan dengan menambahkan berbagai toping seperti wijen dan kacang.

Hasilnya adalah kue dengan rasa manis legit dan renyah yang cocok di lidah siapa saja.

Di balik kenikmatannya, Kue Manco juga dipenuhi dengan mitos. Dipercaya bahwa kue ini hanya dapat diproduksi di Desa Tambakmas, Kebonsari, Madiun.

Masyarakat setempat yakin bahwa keberhasilan produksi kue ini hanya dapat tercapai di desa tersebut.

Namun, lebih dari sekadar makanan Kue Manco juga memiliki makna filosofis yang dalam.

Tekstur lengket saat mengunyah melambangkan hubungan kekeluargaan yang erat, sementara cita rasa manis merepresentasikan kenangan manis dari momen bersama keluarga dan teman.

Makna ini menjadikan Kue Manco pilihan utama dalam acara pernikahan atau keluarga.

Selain acara pernikahan, kue ini juga menjadi hidangan khas saat momen Lebaran. Hal ini menjadikan permintaan Kue Manco di Desa Tambakmas meningkat signifikan.

Kini, Kue Manco telah menjadi produk unggulan Desa Tambakmas, diproduksi oleh lebih dari 30 rumah tangga.

Bagi yang ingin merasakan kelezatan tradisional ini, Kue Manco sudah tersedia di beberapa pusat oleh-oleh Madiun dengan harga yang bervariasi.

Menyatu dengan warisan dan kebudayaan, Kue Manco tetap menjadi ikon yang tak tergantikan dari khas kuliner Jawa Timur. (herlin-pnm/kid)

Editor : Nur Wachid
#lebaran #kue #manco #tambakmas #Madiun #oleh-oleh #khas