MADIUN, Jawa Pos Radar Lawu - Perayaan Tahun Baru Imlek erat dengan ragam kuliner khas. Salah satunya adalah kue keranjang atau nian gao.
Herman Tanaka, sesepuh TITD Hwie Ing Kiong mengatakan, kue dari bahan santan, gula jawa, dan tepung ketan itu mempunyai filosofi. Bentuknya yang bulat melambangkan kerukunan dan kebersamaan dalam keluarga.
Kemudian, pembuatannya yang disusun menandakan permohonan atau harapan yang lebih baik di masa akan datang.
‘’(makna) serba bulat itu rukun bersama. Dan, dalam pembuatannya kami menginginkan agar tahun depan lebih baik dari sebelumnya,’’ kata Herman, Sabtu (10/2/2024).
Tak lupa, ronde dan jiaozi alias pangsit dihadirkan dalam menu Imlek. Makanan yang terdiri atas komponen sayuran dan daging yang dicincang serta dibungkus lembaran tepung terigu tersebut menu yang wajib ada di tengah meja saat perayaan Imlek.
Herman mengungkapkan, jiaozi biasanya berbentuk menyerupai kapal yang berarti kemakmuran. ‘’Ini menjadi hidangan spesial yang mesti disajikan bersama keluarga sebagai simbol kebersamaan,’’ ungkapnya. (mg1/her)
Editor : Hengky Ristanto