NGAWI, Jawa Pos Radar Lawu – Kerupuk ketan menjadi penganan khas Desa Waruktengah, Pangkur, Ngawi. Penganan berbahan dasar ketan campuran gula pasir dan gula aren itu diproduksi oleh tujuh warga setempat.
Proses produksi kerupuk ketan terpusat di Dusun Tapen.
‘’Awalnya ada tradisi menyuguhan kerupuk ketan untuk pesta pernikahan. Dulu yang menggelar pesta buat sendiri. Karena sulit akhirnya banyak yang memilih beli jadi,’’ ungkap Sukiyem salah seorang pembuat kerupuk Ketan Desa Waruktengah.
Semula usaha produksi kerupuk ketan hanya digeluti oleh tiga orang. Satu diantaranya ibu Sukiyem.
Ketrampilan tersebut ditularkan secara turun-temurun sejak lebih dari 30 tahun lalu. Meski sudah puluhan tahun, eksistensi usaha produksi kerupuk ketan terjaga.
Disamping tradisi suguhan pesta pernikahan, eksistensi itu terjaga berkat citarasa kerupuk ketan yang dimiliki. ‘’Gurih dan manis,’’ imbuhnya.
Wajar jika kerupuk tersebut laku dijual di sejumlah pasar tradisional di Kecamatan Pangkur, Karangjati, Padas, dan Kwadungan.
Berkat generasi muda yang memasarkan kerupuk ketan secara online, ada pula pembeli asal Madiun dan Magetan. ‘’Dilanjutkan anak-anak yang jualan saat ini tetapi hanya pemasarannya,’’ tuturnya. (odi)
Editor : Loditya Fernandes