Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Sedapnya Sego Goreng Tiwul Ala Mbak Reni, Kuliner Tradisional untuk Menu Sarapan Pagi

Dian Rahayu • Sabtu, 6 Januari 2024 | 13:15 WIB
LEZAT: Reni menunjukkan Sego Goreng Tiwul siap santap buatannya. (RENI APRILIANA FOR RADAR LAWU)
LEZAT: Reni menunjukkan Sego Goreng Tiwul siap santap buatannya. (RENI APRILIANA FOR RADAR LAWU)

DOLOPO, Jawa Pos Radar Lawu - Bingung ide menu sarapan yang cocok di weekend pertama tahun ini?

Sego goreng tiwul bisa menjadi solusi para bunda untuk menu makanan keluarga tercinta.

Seperti warga Desa/Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun yang kerap menyulap tiwul menjadi masakan nasi goreng untuk sarapan.

Bahkan oleh Reni Apriliana, menu masakan Tiwul tersebut dijadikan sebagai ladang usaha untuk menambah pundi-pundi cuan.

"Cara memasaknya seperti nasi goreng biasa, hanya nasi putihnya diganti Sego Tiwul yang sudah matang," kata perempuan 32 tahun itu.

Tak hanya menambahkan Sego Tiwul, Reni juga menyebutkan untuk toping nasi goreng tersebut bisa divariasi sendiri.

Seperti suwiran daging ayam, ati ampela, pindang, pete, babat hingga teri atau udang, disesuaikan selera masing-masing.

"Untuk tepung Tiwulnya buat sendiri dari ketela itu, tapi kalau pesanan banyak baru pakai tepung Tiwul instan tinggal dikukus," ujarnya.

Reni mengaku resep tersebut merupakan turun menurun dari sang Ibunda yang memang kerap membuat Sego Tiwul.

Siapa sangka, dari masakan rumahan tersebut kini dimanfaatkan Reni menjadi sumber penghasilan sampingan, selan menjadi make up artist (MUA).

Tak hanya kalangan orang dewasa, Sego Goreng Tiwulnya juga diminati oleh anak-anak dikarenakan rasanya lebih gurih dan beda dari nasi biasa.

"Rasa lebih gurih, cocok juga untuk yang program diet karena rendah kalori jika topingnya tidak terlalu mengandung lemak jenuh," jelasnya.

Dalam sehari, Reni bisa menjual 25 hingga 30 porsi Sego Goreng Tiwul.

Dia juga selalu memasak dalam kondisi baru dan dikirimkan ke pelanggan saat makanan masih hangat.

Adapun pelanggannya rata-rata dari kalangan karyawan perkantoran, pemerintahan hingga rumah sakit yang lokasinya tak jauh dari rumahnya.

"Biasanya mereka pesan untuk sarapan atau makan siang," tuturnya.

Baca Juga: Tengkleng Solo Pancen Maknyus, Rekomendasi Kuliner Tradisional yang Bikin Nagih

"Namun adapula yang memesan dari luar daerah sekitar seperti Ponorogo dan Magetan," lanjutnya.

Tak jarang Reni juga pernah mendapatkan orderan Sego Goreng Tiwul dari Bandung.

Yang kemudian dikirimkan tepung Tiwul instan dan diberikan resep serta tutorial memasak seperti yang dilakoninya.

"Harga sesuai toping, saya jual di Rp 10 ribu sampai Rp 25 ribu per porsinya," tandasnya. (ryu/kid)

Editor : Dian Rahayu
#kuliner #Madiun #tiwul #lokal #sego #reni