Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Mencicipi Durian Kawuk, Varietas Lokal Khas Segulung Madiun, Awas Ketagihan!

Dian Rahayu • Sabtu, 16 Desember 2023 | 18:46 WIB
PANEN RAYA: Warga membeli durian lokal asli Desa Segulung, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun. (R. BAGUS RAHADI/RADAR CARUBAN)
PANEN RAYA: Warga membeli durian lokal asli Desa Segulung, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun. (R. BAGUS RAHADI/RADAR CARUBAN)

MADIUN, Jawa Pos Radar Lawu - Salah satu hasil bumi Kabupaten Madiun yang wajib diicip para pecinta durian ialah Durian Kawuk, asli Desa Segulung, Kecamatan Dagangan.

Desa yang berada di lereng Gunung Wilis ini menjadi sentra penghasil durian lokal dengan berbagai varietas durian khas dan premium, salah satunya Durian Kawuk.

“Disini memang terkenal banyak durian, mulai non lokal sampai lokal seperti Musang King, Bawor, Duri Hitam, Montong, dan yang paling populer dan spektakuler itu Durian Kawuk,” kata Kades Segulung, Ihsanudin kepada Radar Lawu.

Ihsanudin menyampaikan khas Durian Kawuk dibanding jenis lain ialah cenderung dagingnya tebal, lembut dan tidak banyak serat serta legit manis rasanya.

Dia juga menyebutkan hampir seluruh rumah di desanya menghasilkan buah durian. Sedikitnya ada 10-15 rumah warga yang memiliki kebun durian besar.

“Kami sengaja saat panen seperti ini warga menjual langsung dirumah tidak dikirimkan ke kota, sehingga perekonomian warga bisa terangkat dengan potensi agro wisata durian ini,” jelasnya.

“Selain durian kami juga ada manggis, alpukat, pete dan setelah ini ada cengkeh,” imbuh Ihsanudin.

Winarto salah seorang petani sekaligus penjual durian setempat mengaku dengan menjual dirumah ini juga menjadi daya tarik sendiri bagi pembeli khususnya pecinta durian.

Selain mendapat buah dengan kualitas terbaik dan matang langsung dipohon. Metode ini juga memudahkan petani dalam menjualkan hasil pertaniannya karena tidak perlu susah-susah turun ke kota.

“Terlebih kami tau sendiri jika harga durian di pasar kadang kala tidak bisa dikontrol dan bisa jatuh merugikan petani,” lanjutnya.

Kendati hanya dijual dirumah, Winarto mengungkapkan dalam sehari dapat membukukan omzet mencapai Rp 15 juta ketika ramai atau weekend.

Sementara dalam sebulan, dia bisa meraup Rp 50 juta pendapatan kotor.

Adapun untuk harga yang dibanderol cukup variatif mulai dari lokal Rp 10 ribu sampai Rp 80 ribu per buah hingga jenis yang sudah populer itu seharga Rp 200 ribu per kilogram.

“Yang paling banyak diminati itu durian lokal, dan pembelinya bisa dari berbagai wilayah sampai luar Karesidenan Madiun dan Jawa Timur. Terutama saat sabtu-minggu itu Segulung selalu penuh pengunjung,” ujarnya.

“Untuk masa panen durian ini sejak bulan Oktober sampai nanti habis itu di Maret,” pungkas Winarto.

Radifa Aliyah, pengunjung asal Caruban misalnya yang rela jauh-jauh datang langsung ke Desa Segulung demi mencicipi Durian Kawuk.

Benar saja, sesampainya dilokasi dia dimanjakan dengan sejumlah varietas durian lokal Segulung yang tidak mengecewakan.

“Sengaja kesini untuk cicipi Durian Kawuk yang terkenal di Segulung, dan ternyata benar enak sekali rasanya jauh beda dengan yang dijual di pinggir jalan,” ucapnya. (ryu)

Baca Juga: Demi Pengajian Gus Iqdam, Jamaah ST Nyell Rela Datang Sejak Dini Hari Cari Tempat di Alun-alun Ponorogo

Editor : Dian Rahayu
#durian #Madiun #lokal #dagangan #Segulung #kawuk