Kata "Teh" dan "Chai", Artinya Sama, Kenapa Bisa Mendapat 2 Istilah Berbeda?

Tim Content Writer Radar Lawu • Dipublikasikan Kamis, 22 Oktober 2026 | 18:04 WIB
Ilustrasi daur ulang kantong teh.
Ilustrasi daur ulang kantong teh.

Jawa Pos Radar Lawu - Pernah tahu mengapa kata teh dan chai merujuk kepada benda yang sama, yaitu daun dari pohon teh yang direbus?

Ternyata perbedaannya ada di sejarah yang membawa daun teh ke perdagangan internasional bertahun-tahun yang lalu.

Baca Juga: Teh Kombucha Makin Populer, Simak Khasiatnya untuk Jantung, Berat Badan, hingga Mental

Asal Muasal Teh

Untuk menarik asal muasal nama teh, pertama kita harus mengetahui dari mana teh berasal. Pertama kali ditemukan di Cina, lalu kemudian menyebar ke seluruh dunia.

Menurut legenda, sekitar tahun 2737 sebelum masehi, kaisar Shennong meminum air rebusan yang tidak sengaja kejatuhan daun teh.

Ia kemudian terkesan dengan rasa baru air rebusan daun tersebut dan menjadikannya sebagai minuman khas yang sekarang dikenal sebagai teh.

Legenda lain menyebutkan bahwa teh ditemukan Shennong dengan mengunyah berbagai daun herbal, dan menemukan bahwa teh adalah daun yang ampuh untuk penangkal racun.

Tanaman teh sendiri, dengan nama ilmiah Camellia sinensis, merupakan tanaman yang berasal dari provinsi Yunnan dan Sichuan di Cina serta bagian utara Myanmar.

Pohon teh tersebut kemudian disebar ke seluruh dunia, dan dapat berhasil hidup dengan iklim tertentu seperti di Jepang, India, dan Indonesia.

Teh di daerah lain tersebut akan menghasilkan karakteristik rasa yang berbeda dengan teh di Cina, sehingga menjadi daya tarik rasa tersendiri.

Baca Juga: Benarkah Kopi dan Teh Bisa Turunkan Risiko Kanker? Ini Penjelasan Studi Terbaru

Dibawa Melalui Darat dan Laut

Di Cina sendiri, rebusan daun tersebut dikenal sebagai "Cha", sedangkan di bahasa Indonesia dan Inggris mempunyai sebutan "Teh" dan "Tea".

Mengapa bisa begitu? Hal itu dikarenakan bagaimana tersebarnya teh tersebut, melalui darat dan laut.

Kata cha dan teh berasal dari karakter Cina 茶 yang dibaca sangat berbeda oleh 2 kelompok yang memperdagangkan teh.

Kata 茶 dapat dibaca sebagai “te”, “cha”, dan “chai”. Pelafalan "te" berasal dari dialek Min Selatan yang banyak digunakan di sekitar kota pelabuhan Xiamen.

Sehingga pelafalan "te" diadopsi dan digunakan oleh daerah yang mendapatkan teh tersebut dari jalur perdagangan laut, Indonesia salah satunya.

Sedangkan pelafalan "cha" yang merupakan pelafalan asli dari Yunnan dibawa oleh pedagang Cina melalui jalur darat, yaitu Jalur Kuda Teh (Tea Horse Road/Cha Ma Gu Dao)

Jalur ini menghubungkan Cina dengan Tibet, Asia Tengah, Persia, India, dan Rusia. Sehingga seluruh daerah yang dilewati jalur tersebut mengadopsi pelafalan "cha".

Jadi, jika ada yang menyebut teh dari India sebagai "Chai Tea", artinya dia menyebut teh tersebut sebagai "teh teh".(*)

*Syifa Fitria Hanifah, Magang Universitas Negeri Surabaya

Editor : Tim Content Writer Radar Lawu
Sumber : berbagai sumber
chai cina Chae Jong Hyeop teh