Fakta Menarik Pluto, Planet Kerdil di Ujung Tata Surya yang Punya Lima Bulan

Tim Content Writer Radar Lawu • Dipublikasikan Rabu, 21 Oktober 2026 | 12:17 WIB
Pluto
Source : Nasa
Pluto
Source : Nasa

Jawa Pos Radar Lawu - Pluto menjadi salah satu objek luar angkasa yang menarik untuk dipelajari karena memiliki karakteristik berbeda dari planet-planet di tata surya.

Meski dahulu dikenal sebagai planet kesembilan, Pluto kini dikategorikan sebagai planet kerdil dan berada di wilayah Sabuk Kuiper, jauh di luar orbit Neptunus.

Permukaan Pluto ternyata tidak sekadar hamparan es yang dingin namun memiliki pegunungan, lembah, dataran luas, hingga kawah.

Keberadaan lima bulan yang mengitarinya juga menambah keunikan dunia kecil yang berada sangat jauh dari Matahari tersebut.

Baca Juga: NASA Ingin Mengintip Bawah Permukaan Bulan, Ada Gua Besar Tersembunyi?

Mengapa Pluto Tidak Lagi Disebut Planet?

Pluto ditemukan pada 1930 dan selama puluhan tahun dikenal sebagai planet kesembilan dalam tata surya namun ada beberapa penemuan berbagai objek serupa di wilayah luar tata surya membuat para astronom meninjau kembali klasifikasinya.

Pada 2006, Persatuan Astronomi Internasional atau International Astronomical Union (IAU) menetapkan Pluto sebagai planet kerdil.

Salah satu alasannya adalah Pluto belum mampu membersihkan lingkungan orbitnya dari objek-objek lain, meskipun bentuknya hampir bulat dan mengorbit Matahari.

Pluto berada di Sabuk Kuiper, kawasan yang dihuni banyak benda langit berbatu dan ber-es yang terletak di luar orbit Neptunus dan menyimpan berbagai objek yang terbentuk sejak awal sejarah tata surya sekitar 4,5 miliar tahun lalu.

Ukuran Pluto dan Jaraknya dari Matahari

Pluto memiliki diameter sekitar 2.377 kilometer, atau kira-kira seperlima diameter Bumi serta memiliki jarak rata-rata dari Matahari mencapai sekitar 5,9 miliar kilometer, setara dengan kurang lebih 39 kali jarak rata-rata Bumi ke Matahari.

Karena jaraknya sangat jauh, cahaya Matahari membutuhkan sekitar 5,5 jam untuk mencapai Pluto dan juga suhu di permukaannya juga sangat rendah, berkisar sekitar minus 226 hingga minus 240 derajat Celsius.

Pluto membutuhkan sekitar 248 tahun Bumi untuk menyelesaikan satu putaran mengelilingi Matahari dengan orbitnya berbentuk lonjong dan miring dibandingkan orbit sebagian besar planet.

Dalam periode tertentu, lintasannya bahkan membuat Pluto berada lebih dekat ke Matahari daripada Neptunus sedangkan satu hari di Pluto berlangsung sekitar 153 jam.

Sumbu rotasinya juga sangat miring, sehingga Pluto berputar dengan posisi yang tampak hampir menyamping jika dibandingkan dengan bidang orbitnya.

Baca Juga: NASA Ajak Publik Amati Bulan dalam International Observe the Moon Night 2026

Permukaan Pluto Ternyata Memiliki Pegunungan dan Gletser

Salah satu hal menarik dari Pluto adalah bentang permukaannya yang beragam karena dalam pengamatan wahana antariksa New Horizons menunjukkan keberadaan pegunungan, lembah, dataran, dan kawah dengan ukuran berbeda-beda.

Pegunungan tertinggi di Pluto diperkirakan menjulang sekitar 2–3 kilometer yang sebagian besar tersusun dari es air yang cukup kuat untuk mempertahankan bentuknya pada suhu ekstrem.

Di sejumlah tempat, permukaannya juga diselimuti es dari gas seperti metana dan nitrogen serta memiliki dataran luas yang sebagian tersusun dari nitrogen beku.

Beberapa bagian dataran ini relatif minim kawah dan memperlihatkan pola yang mengindikasikan adanya pergerakan material di bawah permukaan.

Kondisi tersebut memberi petunjuk bahwa permukaan Pluto mungkin mengalami perubahan secara perlahan jadi meskipun ukurannya kecil dan berada jauh dari Matahari, Pluto tetap memiliki proses geologi yang menarik untuk diteliti.

Mengenal Lima Bulan yang Mengelilingi Pluto

Pluto diketahui memiliki lima bulan, yaitu Charon, Nix, Hydra, Kerberos, dan Styx. Di antara kelimanya, Charon merupakan satelit alami terbesar dengan ukuran sekitar setengah diameter Pluto.

Jarak Charon dari Pluto relatif dekat, yakni sekitar 19.640 kilometer. Keduanya juga memiliki hubungan gravitasi yang unik sehingga sering dijuluki pasangan dunia ganda.

Charon membutuhkan waktu sekitar 153 jam untuk mengorbit Pluto, sama dengan waktu yang diperlukan Pluto untuk berotasi sekali pada porosnya.

Akibat kondisi tersebut, Charon selalu memperlihatkan sisi yang sama ke Pluto, sedangkan dari permukaan Pluto, Charon tampak berada di wilayah langit yang hampir tetap.

Nama-nama satelit tersebut diambil dari tokoh atau makhluk dalam mitologi yang berkaitan dengan dunia bawah, sesuai dengan nama Pluto yang berasal dari dewa dunia bawah dalam mitologi Romawi.

Atmosfer Tipis yang Berubah Mengikuti Orbit Pluto

Walaupun sangat dingin, Pluto memiliki atmosfer tipis yang sebagian besar tersusun dari nitrogen, dengan kandungan metana dan karbon monoksida sehingga dapat berubah seiring dengan posisi Pluto dalam orbitnya.

Ketika Pluto mendekati Matahari, sebagian es di permukaannya dapat berubah langsung menjadi gas melalui proses sublimasi.

Gas tersebut kemudian membentuk atmosfer sementara dan sebaliknya, saat Pluto bergerak semakin jauh dari Matahari dan suhu menurun, sebagian gas di atmosfer diperkirakan dapat membeku kembali dan jatuh ke permukaan.

Hingga kini, keberadaan medan magnet Pluto belum dapat dipastikan karena ukurannya yang kecil dan karakteristik rotasinya menjadi beberapa faktor yang membuat sifat magnetiknya masih perlu diteliti lebih lanjut.

New Horizons, Wahana Pertama yang Mengamati Pluto dari Dekat

Pada Juli 2015, wahana antariksa New Horizons milik NASA terbang melintasi Pluto dan menjadi wahana pertama yang mengamati planet kerdil tersebut dari jarak dekat. 

Namun sebelum pengamatan tersebut, banyak informasi tentang Pluto masih terbatas karena jaraknya yang sangat jauh dari Bumi.

Data New Horizons membantu ilmuwan memahami bahwa Pluto memiliki permukaan yang kompleks dan lebih beragam daripada perkiraan sebelumnya.

Penelitian terhadap Pluto dan objek lain di Sabuk Kuiper masih berlanjut untuk membantu para ilmuwan memahami pembentukan serta perkembangan tata surya. 

(Auliya Nur Aisyah, Magang Politeknik Negeri Madiun)

Editor : Tim Content Writer Radar Lawu
Sumber : Nasa
Pluto Tidak Lagi Disebut Planet Ukuran Pluto dan Jaraknya dari Matahari Lima Bulan yang Mengelilingi permukaan