Terkenal Sebagai Raja Jalanan dan Bus Maut, Inilah Sejarah dari Sumber Group

Tim Content Writer Radar Lawu • Dipublikasikan Selasa, 13 Oktober 2026 | 12:00 WIB
Bus Sumber Kencono (WordPress/CoolMegaPro)
Bus Sumber Kencono (WordPress/CoolMegaPro)

Jawa Pos Radar Lawu - Siapa yang tak kenal dengan bus bergambar lumba-lumba yang bernama Sumber Selamat dan Sugeng Rahayu?

Kedua bus tersebut dimiliki oleh PT Selamat Sugeng Rahayu, atau yang lebih dikenal dengan Sumber Group.

Sejarah dari kedua raja jalanan ini tak lepas pula dari jenama yang lebih dahulu berdiri, yaitu Sumber Kencono, yang dijuluki sebagai bus maut.

Baca Juga: 9 Trayek Bus AKAP Paling Ramai di Pulau Jawa, Nomor Terakhir Lewat Tepat Depan Rumahmu!

Raja Jalanan, Pembalap di Trayek

Sumber Kencono didirikan pada tahun 1981 oleh keluarga Setyaki Sasongko, dan hanya mengoperasikan 6 unit bus pada masa awalnya.

Awalnya armada kecil tersebut dititipkan untuk dioperasikan oleh PO asal Jember bernama Kentjono.

Namun Setyaki kemudian mengajukan izin penyelenggaraan angkutan umum dalam trayek ke Dishub Provinsi Jawa Timur.

Akhirnya, Dishub dan Setyaki sepakat menggunakan nama "Sumber Kencono" sebagai nama resmi perusahaan otobusnya.

Penamaan "Sumber Kencono" yang berarti "sumber emas" menggambarkan harapan agar perusahaannya dapat terus menghasilkan keuntungan.

Untuk memperbesar armada busnya, Setyaki juga mengakuisisi armada dan trayek milik Maju Mapan yang hampir kolaps.

Sumber Kencono pun mengoperasikan trayek Surabaya–Yogyakarta dan Surabaya–Badegan, kemudian menambah trayek Surabaya–Wonogiri dan Surabaya–Semarang.

Dengan trayek utama Surabaya-Yogyakarta berkelas ekonomi, Sumber Kencono harus bersaing dengan perusahaan otobus lain, seperti rivalnya, PO Flores yang memiliki armada yang lebih besar.

Sehingga jenama ini mengambil karakteristik bus yang melaju cepat layaknya pembalap, hingga dikenal sebagai "raja jalanan".

Persaingan dengan PO Flores berubah drastis dengan kecelakaan PO Flores dan kereta api Cepat Solo di Stasiun Purwosari pada 7 Mei 1981.

Yang dimana Flores kemudian dilarang beroperasi di wilayah Surakarta, menyingkirkan persaingan dan membuka peluang untuk ambil alih pasar penumpang bagi Sumber Kencono.

Baca Juga: PT Transjakarta Sampaikan Permintaan Maaf Resmi atas Insiden Bus Tabrak Ruko di Jakarta Timur

Kejayaan dengan Ugal-Ugalan

Sepanjang tahun 1980an, Sumber Kencono menjadi pilihan utama masyarakat dengan jadwal keberangkatan yang sangat sering (20 menit sekali) dan tarif yang terjangkau.

Per tahun 2011 PO Sumber Kencono memiliki 255 unit armada bus dengan 230 armada reguler dan 22 armada cadangan.

Hal ini menjadikan Sumber Kencono salah satu perusahaan otobus terbesar yang beroperasi di Jawa Timur.

Akan tetapi, kejayaan tersebut tidak memungkiri bahwa Sumber Kencono sangat mengabaikan keselamatan.

Banyak pengemudi bus yang ugal-ugalan dan melanggar batas kelajuan, sehingga tak heran banyak terjadi kecelakaan yang melibatkan Sumber Kencono.

Karena seringnya terjadi kecelakaan, bus ini dijuluki masyarakat sebagai Sumber Bencono atau bus pencabut nyawa.

Dalam kurun waktu 2009-2011, telah terjadi 51 kecelakaan yang melibatkan Sumber Kencono, dengan 129 korban dan 36 diantaranya meninggal dunia.

Hingga akhirnya kecelakaan besar pada 12 September terjadi dan memicu reaksi keras dari masyarakat maupun pemerintah daerah.

Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, merekomendasikan pencabutan izin trayek sekaligus izin perusahaan Sumber Kencono setelah kecelakaan tersebut.

Baca Juga: Kirain di London! Bus Sekolah Gratis di Tuban Viral, Desain Unik Tuai Pujian Warganet

Regenerasi Menjadi Sumber Selamat

Kementerian Perhubungan kemudian menjatuhkan sanksi administratif berupa pengurangan 40% armada yang boleh beroperasi.

Tidak ingin kehilangan izin perusahaannya, Setyaki pun sigap merombak total dan menangani pembenahan serta regenerasi Sumber Kencono.

Dimulai dari pemeriksaan seluruh SIM dari pengemudi bus, hingga peluncuran jenama baru bernama "Sumber Selamat".

Sumber Selamat diluncurkan dengan penggantian nama 80 unit armada bus Sumber Kencono pada 14 Juli 2011.

Pemberian nama tersebut menunjukkan komitmen baru Sumber Selamat terhadap keselamatan penumpang.

Kemudian pada tahn 2013, jenama baru kembali diluncurkan bernama Sugeng Rahayu untuk bus-bus yang masih menggunakan jenama Sumber Kencono.

Yang kemudian kedua jenama tersebut dipegang oleh perusaan tunggal bernama PT Selamat Sugeng Rahayu., atau yang lebih dikenal sebagai Sumber Group.

Per tahun 2026, kepemimpinan Sumber Group dilanjutkan oleh putra Setyaki, Hartono Sasongko.(*)

*Syifa Fitria Hanifah, Magang Universitas Negeri Surabaya

Editor : Tim Content Writer Radar Lawu
Sumber : viva.co.id, Wikipedia
sumber kencono Sumber Selamat bus sugeng rahayu