Fosil 245 Juta Tahun Ini Masih Punya Lambung dan Usus, Ilmuwan Ungkap Isinya

Tim Content Writer Radar Lawu • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 22:49 WIB
Fosil reptil laut berusia 245 juta tahun masih menyimpan lambung, hati, dan usus (Gabriel Ugueto, edited)
Fosil reptil laut berusia 245 juta tahun masih menyimpan lambung, hati, dan usus (Gabriel Ugueto, edited)

Jawa Pos Radar Lawu - Bayangkan menemukan fosil yang bukan hanya menyisakan tulang, tetapi juga bagian organ dalam hewan yang hidup 245 juta tahun lalu. Temuan langka ini terjadi pada fosil reptil laut dari China yang ternyata masih mempertahankan struktur lambung, hati, hingga usus.

Fosil tersebut berasal dari Austronaga minuta, reptil laut berleher panjang yang hidup pada periode Trias Tengah. Para peneliti dari China, Eropa, dan Amerika Serikat menemukan bahwa fosil yang hampir lengkap ini memberikan gambaran sangat detail mengenai bagian luar sekaligus sistem pencernaan reptil purba tersebut.

Penelitian itu menyebut fosil ini sebagai contoh tertua yang diketahui memiliki sistem pencernaan reptil yang sebagian besar masih lengkap. Temuannya telah diterbitkan dalam jurnal Science Advances.

Baca Juga: Bukan Dinosaurus, Hewan Purba Ini Ternyata Masih Hidup di Indonesia!

Reptil Kecil yang Sudah Jago Berenang

Austronaga minuta bukanlah reptil laut berukuran raksasa. Panjang tubuhnya diperkirakan hanya sekitar 60 sentimeter.

Meski kecil, bentuk tubuhnya menunjukkan bahwa hewan ini sudah sangat beradaptasi dengan kehidupan di laut. Leher dan ekornya memanjang, sementara kaki bagian depan berkembang seperti sirip yang kemungkinan membantu mengarahkan dan menstabilkan tubuh ketika berenang.

Ekor panjangnya diperkirakan berfungsi sebagai sumber tenaga untuk bergerak di air. Sebaliknya, kaki belakangnya berukuran jauh lebih kecil sehingga kemungkinan hanya memainkan peran kecil dalam aktivitas berenang.

Menariknya, Austronaga tidak memiliki hubungan dekat dengan kelompok reptil laut terkenal seperti ichthyosaurus atau mosasaurus. Hewan ini justru masih berkerabat dengan archosaurus, kelompok reptil yang juga mencakup dinosaurus dan buaya.

Stephan Spiekman, paleontolog dari State Museum of Natural History Stuttgart dan University of Hohenheim, mengatakan:

"Archosaurus dan nenek moyangnya merupakan kelompok reptil paling beragam di daratan pada zaman dinosaurus. Namun, selama ini kami mengira kemampuan mereka beradaptasi dengan kehidupan di laut cukup terbatas. Penemuan Austronaga menunjukkan bahwa perwakilan awal garis keturunan ini ternyata sudah mengembangkan adaptasi kompleks untuk hidup di lautan, sebanding dengan kelompok reptil laut purba lain yang lebih dikenal."

Baca Juga: Paw Patrol Hadapi Gunung Berapi dan Dinosaurus di Film Terbaru, Tayang Agustus 2026

Organ Dalam Ikut Membatu

Keistimewaan fosil ini semakin terlihat ketika peneliti memeriksa area berwarna gelap di antara tulang rusuknya.

Awalnya, bagian tersebut tampak seperti material biasa yang tertinggal selama proses fosilisasi. Namun, pemeriksaan lebih lanjut menunjukkan bahwa material tersebut merupakan bagian dari saluran pencernaan yang sebagian besar masih utuh.

Peneliti menggunakan beberapa metode, termasuk fotografi menggunakan sinar ultraviolet dan spektrometri massa, untuk mengidentifikasi jaringan yang tersisa.

Hasil analisis menunjukkan keberadaan beberapa organ penting:

•Lambung berbentuk kantung besar di bagian depan.

•Hati yang terlihat berwarna merah dan masih menyimpan jejak hemoglobin.

•Usus kecil dan besar yang berbentuk tabung panjang dan relatif sederhana.

Wei Wang, penulis utama penelitian dari Institute of Vertebrate Palaeontology and Paleoanthropology di Beijing, menjelaskan:

"Dibandingkan dengan bentuk tubuh Austronaga yang sangat terspesialisasi, organ dalamnya tampak belum banyak mengalami perubahan. Organ yang terawetkan meliputi lambung besar berbentuk kantung di bagian depan, kemudian hati berwarna merah mencolok yang masih menyimpan jejak hemoglobin. Di belakangnya terdapat tabung panjang dan sederhana yang membentuk usus kecil serta usus besar. Susunan keseluruhannya menunjukkan bahwa sistem pencernaan Austronaga relatif sederhana."

Ia menambahkan:

"Fosil ini merupakan contoh tertua yang diketahui memiliki sistem pencernaan reptil yang sebagian besar masih lengkap."

Lambungnya Masih Sederhana

Temuan organ dalam ini juga memberikan petunjuk mengenai evolusi kelompok archosaurus.

Berbeda dengan burung dan buaya modern yang memiliki lambung dengan dua bagian, Austronaga hanya mempunyai satu ruang lambung.

Nick Fraser dari National Museums Scotland menjelaskan:

"Burung dan buaya masa kini memiliki lambung yang terdiri dari dua bagian, sedangkan Austronaga hanya memiliki satu ruang lambung. Hal ini menunjukkan bahwa lambung archosaurus pada awalnya cukup sederhana dan baru berkembang kemudian dalam proses evolusi."

Struktur saluran pencernaannya juga relatif pendek dan tidak rumit. Menurut Fraser, kondisi tersebut mirip dengan sistem pencernaan reptil pemakan ikan yang hidup saat ini.

Tubuh Sudah Berubah, Organ Belum Banyak Beradaptasi

Hal menarik lainnya adalah adanya perbedaan antara bagian luar dan bagian dalam tubuh Austronaga.

Dari bentuk tubuhnya, reptil ini sudah mengalami berbagai adaptasi untuk hidup di laut. Namun, organ dalamnya justru masih mempertahankan struktur yang relatif sederhana.

Kondisi tersebut memberikan gambaran bahwa adaptasi terhadap lingkungan laut tidak selalu terjadi dengan kecepatan yang sama pada setiap bagian tubuh.

Membuka Cerita Evolusi Reptil Laut

Fosil ini memberikan kesempatan langka bagi peneliti untuk melihat hampir keseluruhan anatomi seekor reptil laut purba, mulai dari kerangka hingga organ dalam.

Penemuan tersebut juga memperkuat bukti bahwa beberapa kerabat archosaurus yang awalnya hidup di daratan ternyata sudah mampu mengembangkan kemampuan berenang yang cukup kompleks sejak periode Trias.

Penelitian ini melibatkan ilmuwan dari sejumlah institusi, termasuk Institute of Vertebrate Paleontology and Paleoanthropology di Beijing, National Museums Scotland, State Museum of Natural History Stuttgart, University of Hohenheim, The Field Museum di Chicago, Luoping Biota National Geopark, dan University of Zurich.

Para peneliti berharap penemuan fosil berikutnya dapat membantu mengungkap lebih banyak informasi mengenai sejarah evolusi reptil laut serta hubungan mereka dengan kelompok reptil yang tetap hidup di daratan.

Fosil Austronaga minuta sendiri kini berada di Beijing. Penelitian mengenai spesies ini diterbitkan dalam Science Advances dengan judul Highly aquatic marine stem archosaur with soft tissue preservation.

(Silva Yudia Azizah, Magang Universitas Negeri Surabaya)

Editor : Tim Content Writer Radar Lawu
Sumber : Science Daily
Fosil reptil purba sejarah bumi ilmu pengetahuan dinosaurus