Jawa Pos Radar Lawu - Gendang Beleq merupakan kesenian musik tradisional masyarakat Sasak di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Namanya berasal dari bahasa Sasak, yaitu gendang dan beleq yang berarti besar. Jadi, secara sederhana Gendang Beleq berarti gendang besar. Kesenian ini telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia melalui SK No. 238/M/2013.
Namun, Gendang Beleq dulunya tidak dimainkan sekadar untuk memeriahkan acara. Dalam sejarahnya, suara gendang yang keras dan menggema digunakan untuk menyemangati prajurit Sasak yang hendak pergi berperang. Gendang juga dimainkan ketika para prajurit kembali dari medan perang sebagai bentuk penyambutan dan penghormatan.
Suara tabuhannya yang kuat dipercaya dapat membangkitkan keberanian dan rasa percaya diri para prajurit. Dari sinilah Gendang Beleq kemudian memiliki hubungan erat dengan nilai keberanian, kekuatan, dan semangat kebersamaan.
Bukan Cuma Satu Gendang
Pertunjukan Gendang Beleq biasanya dimainkan secara berkelompok. Gendang berukuran besar menjadi pusat pertunjukan, kemudian dipadukan dengan sejumlah alat musik lainnya seperti gong, rencek atau kepingan kuningan, oncer, terumpang, dan seruling. Perpaduan suara tersebut menghasilkan irama yang ramai dan khas.
Yang membuat pertunjukan ini semakin menarik, para pemain tidak hanya berdiri dan menabuh alat musik. Mereka juga bergerak dan menari mengikuti irama. Karena itu, Gendang Beleq terasa seperti perpaduan antara musik, tari, dan pertunjukan budaya dalam satu kesatuan.
Dari Medan Perang ke Pernikahan
Seiring berjalannya waktu, fungsi Gendang Beleq berubah mengikuti kehidupan masyarakat. Jika dahulu berkaitan dengan peperangan, kini kesenian tersebut lebih sering hadir dalam berbagai acara adat dan perayaan masyarakat Sasak.
Salah satu yang paling dikenal adalah nyongkolan, yaitu prosesi dalam rangkaian pernikahan adat Sasak. Gendang Beleq mengiringi rombongan pengantin sehingga suasana menjadi lebih meriah. Selain pernikahan, kesenian ini juga digunakan dalam khitanan, ngurisang atau prosesi pemotongan rambut bayi, penyambutan tamu penting, serta berbagai festival budaya.
Suara yang Menyatukan Banyak Orang
Lebih dari sekadar hiburan, Gendang Beleq memiliki nilai sosial dan budaya bagi masyarakat Sasak. Dalam sumber Kementerian Pendidikan, kesenian ini juga dikaitkan dengan rasa syukur, kegembiraan, kekeluargaan, serta penyampaian petuah adat.
Itulah mengapa suara Gendang Beleq terasa berbeda ketika dimainkan dalam sebuah acara adat. Bukan hanya bunyi gendang yang terdengar, tetapi juga ada cerita tentang keberanian para leluhur, kebersamaan masyarakat, dan identitas Suku Sasak yang terus dibawa dari generasi ke generasi. (*)
(Magang, Anggie Putri Wijayanti - Universitas Negeri Surabaya)
Editor : Tim Content Writer Radar LawuSumber : Lombok Sumbawa Tourism, Budaya Kemdikbud, kemdikbud.go.id