Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Bukan 17 Agustus! Rencana Awal Proklamasi RI Justru di Tanggal Ini

Nur Wachid • Minggu, 17 Agustus 2025 | 23:04 WIB

Potret sejarah pembacaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang dibacakan Presiden ke-1 RI, Soekarno pada 17 Agustus 1945.
Potret sejarah pembacaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang dibacakan Presiden ke-1 RI, Soekarno pada 17 Agustus 1945.

Jawa Pos Radar Lawu – Setiap tanggal 17 Agustus, bangsa Indonesia merayakan Hari Kemerdekaan dengan penuh suka cita.

Namun, tidak banyak yang tahu bahwa proklamasi sejatinya sempat direncanakan bukan pada 17 Agustus 1945.

Dalam buku “Kilas Balik Revolusi: Kenangan, Pelaku, dan Saksi” (1992) karya Aboe Bakar Lubis, tercatat bahwa Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia awalnya dijadwalkan jatuh pada 24 Agustus 1945. Rencana itu lahir setelah pertemuan penting di Dalat, Vietnam, pada 12 Agustus 1945.

Soekarno, Mohammad Hatta, dan Radjiman Wedyodiningrat dipanggil menemui Marsekal Terauchi, Panglima Militer Jepang di Asia Tenggara.

Terauchi kala itu menyampaikan kabar bahwa Jepang berada di ambang kekalahan setelah bom atom menghantam Hiroshima dan Nagasaki. Sebagai kompensasi, ia menjanjikan kemerdekaan bagi Indonesia.

“Kapanpun bangsa Indonesia siap, kemerdekaan boleh dinyatakan,” ujar Terauchi kala itu. Ia bahkan menyarankan agar proklamasi dilakukan pada 24 Agustus 1945.

Namun, situasi berubah cepat. Pada 14 Agustus 1945, Jepang resmi menyerah tanpa syarat kepada Sekutu.

Kabar ini membuat para pejuang terpecah menjadi dua kubu: **golongan tua** yang dipimpin Soekarno-Hatta dan **golongan muda** yang diwakili Sutan Syahrir, Wikana, serta Chairul Saleh.

Golongan muda mendesak agar proklamasi dilakukan segera tanpa menunggu arahan Jepang.

Mereka khawatir kemerdekaan hanya menjadi alat politik negeri matahari terbit.

Sebaliknya, Soekarno-Hatta menilai bangsa ini belum siap sepenuhnya, terutama soal dukungan PPKI dan persiapan administrasi negara.

Ketegangan memuncak pada 15 Agustus 1945. Golongan muda membawa Soekarno dan Hatta ke Rengasdengklok untuk mendesak mereka segera memproklamasikan kemerdekaan.

Setelah perdebatan panjang, kedua tokoh bangsa akhirnya menyetujui untuk mempercepat proklamasi.

Hasilnya, pada 17 Agustus 1945, teks Proklamasi Kemerdekaan dibacakan di Jalan Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta. Sejarah pun mencatat, kemerdekaan Indonesia lahir lebih cepat seminggu dari rencana awal. (kid)

 

Editor : Nur Wachid
#17 agustus #kilas balik revolusi #Aboe Bakar Lubis #kemerdekaan #Proklamasi