Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Makna Mendalam ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’, Warisan Abadi R.A. Kartini untuk Perempuan Indonesia

Indi Wardani • Senin, 21 April 2025 | 23:42 WIB
Kartini dan karyanya
Kartini dan karyanya

Jawa Pos Radar Lawu – Setiap kali Hari Kartini diperingati, salah satu frasa yang paling sering dikutip adalah “Habis Gelap Terbitlah Terang.”

Kalimat ini bukan sekadar kata-kata puitis, melainkan judul dari kumpulan surat Raden Ajeng Kartini yang menjadi simbol perjuangan emansipasi perempuan di Indonesia.

Tapi, apa sebenarnya makna dari kalimat tersebut?

“Habis Gelap Terbitlah Terang” merupakan terjemahan dari judul asli dalam bahasa Belanda, Door Duisternis tot Licht.

Buku ini berisi kumpulan surat-surat Kartini kepada teman-teman penanya di Eropa, terutama kepada Estelle “Stella” Zeehandelaar dan J.H. Abendanon, yang kemudian mengumpulkan dan menerbitkannya pertama kali pada tahun 1911.

Frasa ini merefleksikan perjalanan batin dan perjuangan Kartini dalam menghadapi tradisi yang mengekang perempuan Jawa kala itu.

“Gelap” menggambarkan keterbatasan dan ketidakadilan yang dialami perempuan: tidak boleh sekolah tinggi, dipingit, dan hanya dianggap pelengkap laki-laki.

Sementara “Terang” adalah simbol harapan, pendidikan, kebebasan berpikir, dan kesempatan untuk hidup lebih bermakna.

Kartini percaya bahwa perempuan harus mendapatkan ruang untuk berkembang, berpendidikan, dan berkontribusi dalam kehidupan sosial.

Buku Habis Gelap Terbitlah Terang bukan hanya catatan pribadi, tapi sebuah manifesto pemikiran progresif dari seorang perempuan muda yang melampaui zamannya.

Melalui surat-suratnya, Kartini menyuarakan kegelisahan dan cita-cita tentang kesetaraan gender, hak untuk belajar, kebebasan berpendapat, serta kritik sosial terhadap budaya feodal.

Ia menolak mentah-mentah anggapan bahwa perempuan hanya ditakdirkan untuk dapur dan kasur.

Kartini menegaskan bahwa pendidikan adalah kunci peradaban, dan perempuan harus memegang peran sentral dalam membangun bangsa.

Lebih dari satu abad berlalu, makna “Habis Gelap Terbitlah Terang” tetap relevan.

Dalam konteks modern, “gelap” bisa berarti diskriminasi, ketidakadilan sosial, kekerasan terhadap perempuan, hingga ketimpangan kesempatan kerja.

Sementara “terang” adalah simbol kemajuan, kesetaraan, dan keberanian perempuan untuk mengambil peran dalam segala lini kehidupan.

Kartini Tak Pernah Usang

Baca Juga: Rekomendasi Drakor Seru Akhir April 2025, dari Cinta dengan Malaikat Maut hingga Misteri Istana Berhantu

Melalui pemikirannya, Kartini tidak hanya membuka jalan bagi perempuan untuk mendapatkan pendidikan, tapi juga menanamkan gagasan bahwa perempuan punya hak untuk bermimpi, memilih, dan memperjuangkan masa depannya sendiri.

“Habis Gelap Terbitlah Terang” bukan hanya kenangan sejarah, tapi cahaya yang terus menyala dalam semangat perempuan Indonesia hingga hari ini.

Ia adalah panggilan agar kita semua baik perempuan maupun laki-laki—terus menciptakan terang di tengah berbagai gelap yang masih menyelimuti.

Selamat Hari Kartini. Mari terus melangkah dari gelap menuju terang, bersama. (*)

Editor : Riana M.
#Habis Gelap Terbitlah Terang #peringatan nasional #hari kartini #21 April