Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Tokoh-tokoh yang Diduga Terlibat dalam Peristiwa Gerakan 30S: Untung, DN Aidit, Sjam Kamaruzaman

Oktaviani Sindy • Senin, 30 September 2024 | 17:42 WIB
Tragedi kelam bangsa Indonesia yang membekas hingga sekarang tak terkecuali dengan tokoh-tokoh dibawah ini yang perlu generasi bangsa ketahui. (Istimewa)
Tragedi kelam bangsa Indonesia yang membekas hingga sekarang tak terkecuali dengan tokoh-tokoh dibawah ini yang perlu generasi bangsa ketahui. (Istimewa)

Jawa Pos Radar Lawu - Sejumlah tokoh disebut-sebut terlibat dalam peristiwa kelam Gerakan 30 September (G30S) pada tahun 1965. 

Tahun ini, peringatan G30S jatuh pada Senin (30/9/2024), mengingatkan kembali bangsa Indonesia pada tragedi yang menewaskan enam jenderal dan satu perwira TNI.

Peristiwa G30S, yang terjadi pada malam 30 September hingga dini hari 1 Oktober 1965, merupakan salah satu titik gelap dalam sejarah Indonesia. 

Para pelakunya mengklaim hendak menggagalkan kudeta oleh Dewan Jenderal, namun justru berakhir dengan terbunuhnya para petinggi militer.

Berikut ini adalah tokoh-tokoh yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut:

1. Letnan Kolonel Untung Syamsuri

Letkol Untung Syamsuri, atau yang dikenal dengan nama asli Koesman, lahir di Kedungbajul, Kebumen, Jawa Tengah pada 3 Juli 1926. Ia adalah Komandan Batalyon I Cakrabirawa, sekaligus pemimpin Gerakan 30 September.

Menurut sumber dari esi.kemdikbud.go.id, Untung menyatakan bahwa tujuan utama gerakan ini adalah untuk mencegah kudeta yang direncanakan oleh Dewan Jenderal, sebuah kelompok yang disebut-sebut fiktif. 

Namun, alih-alih mencegah kudeta, gerakan ini justru menjadi penyebab tewasnya sejumlah jenderal penting dalam militer Indonesia.

Pada malam 30 September 1965, Letkol Untung mengumpulkan pasukannya di Lubang Buaya, kemudian membagi mereka menjadi tujuh kelompok, sesuai dengan jumlah jenderal yang menjadi target penculikan. Dalam pergerakannya, mereka terus berkoordinasi dengan Ketua PKI, DN Aidit, melalui kurir.

Setelah peristiwa tersebut, Untung melarikan diri, namun akhirnya tertangkap di Brebes dan dieksekusi mati pada tahun 1966.

2. DN Aidit

Dipa Nusantara Aidit, yang lebih dikenal sebagai DN Aidit, adalah Ketua Partai Komunis Indonesia (PKI) saat G30S terjadi. Aidit dianggap sebagai tokoh intelektual di balik gerakan tersebut.

Peristiwa G30S menewaskan tujuh orang petinggi TNI, yaitu:

- Letnan Jenderal TNI Ahmad Yani (Menteri/Panglima Angkatan Darat)

- Mayor Jenderal TNI Raden Suprapto (Deputi II Menteri/Panglima AD)

- Mayor Jenderal TNI Mas Tirtodarmo Haryono (Deputi III Menteri/Panglima AD)

- Mayor Jenderal TNI Siswondo Parman (Asisten I Menteri/Panglima AD)

- Brigadir Jenderal TNI Donald Isaac Panjaitan (Asisten IV Menteri/Panglima AD)

- Brigadir Jenderal TNI Sutoyo Siswomiharjo (Inspektur Kehakiman)

- Letnan Satu Pierre Andreas Tendean (ajudan Jenderal Nasution)

Setelah peristiwa tersebut, keterlibatan PKI menyebabkan terjadinya pembantaian besar-besaran terhadap anggota dan simpatisan partai tersebut.

DN Aidit sendiri ditangkap di Solo, di rumah persembunyiannya, dan dieksekusi di Boyolali pada November 1965.

3. Sjam Kamaruzaman

Sjam Kamaruzaman adalah tokoh ketiga yang diduga berperan besar dalam G30S.

Sebagai pemimpin Biro Khusus PKI, organisasi rahasia yang menjalin hubungan dengan militer, Sjam disebut-sebut bergerak di balik layar peristiwa tersebut.

Dimana, ia akhirnya ditangkap di Cimahi pada 9 Maret 1967. Dalam pengadilan, Sjam mengakui keterlibatannya dalam G30S dan kemudian dieksekusi pada tahun 1986.

Peristiwa G30S masih menjadi perbincangan hangat setiap kali peringatan tahunan tiba, sebagai pengingat akan masa kelam yang pernah dilalui bangsa ini. (okta)

Editor : Riana M.
#dipa nusantara aidit #presiden soekarno #30 september #partai komunis indonesia #Tokoh #g30s pki #kudeta #dn aidit