Jawa Pos Radar Lawu - Fengshui dipercaya memiliki peta, dalam hal memetakan energi positif dan negatif dilihat dari tools-nya, yaitu, Tools imperial dan classical fengshui yang berbeda.
Terdapat tiga cara untuk memperbaiki peta tersebut.
- Dengan mengubah struktur bangunan. Dimulai dari pintu yang salah harus diperbaiki, kasur, kompor, dan meja kerja yang juga perlu diperbaiki.
- Dengan menambahkan hiasan agar dapat menyaring energi negatif. Hiasan ini dapat berupa lukisan, klepot (pot tanah lihat), dan hiasan besi. Selain itu, penambahan ornamen hiasan rumah akan dapat menyaring energi negatif yang masuk ke rumah. Meski begitu, ini tidak dapat menyelesaikan masalah 100 persen, tetapi berfungsi meredam hingga 70 persen saja.
- Dengan memiliki Imperial Fengshui. Cara ketiga ini merupakan cara yang paling efektif, tanpa harus menggunakan dua cara sebelumnya. Cara ini banyak digunakan oleh para kaisar pada zaman Dinasti Qing, yaitu dengan menempatkan berbagai kristal di istana kerajaan.
Kristal fengshui ini telah digunakan sejak tahun 1612. Artinya, ini sudah digunakan sejak lama dan sudah terbukti sampai saat ini.
Peninggalan Kaisar Qianlong bahkan sudah hampir sulit ditemukan di pasaran pada zaman sekarang.
Hal ini karena sudah banyak yang paham fengshui, sehingga rela mengeluarkan uang miliaran rupiah untuk membeli kristal yang dipercaya dan sudah teruji manfaat positifnya.
Bagi orang yang percaya, imperial fengshui ini menjadi investasi seumur hidup yang bisa turunkan hingga anak cucu. Karena tidak terkendala akan umur seperti rumah yang membutuhkan perubahan setiap 20 tahun sekali.
Prinsipnya fengshui memang bisa mempengaruhi kehidupan. Yang jelas, pengetahuan tentang fengshui membudayakan masyarakat agar hidup tertib, bersih, tepat waktu, dan menjaga kesehatan.
Fengshui bukan rekayasa takhayul, tapi mengambil manfaat dari ilmu-ilmu yang diwariskan secara turun-temurun. Sehingga tidak ada salahnya untuk diterapkan, terutama jika hal itu dapat dijelaskan secara ilmiah dan masuk dalam logika berpikir manusia. (*)
Editor : Riana M.