Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Gerbong Kerta Pati di Monumen Soco Magetan Disebut Kereta Kematian, Digunakan Mengangkut Korban Kekejaman PKI

Nur Wachid • Rabu, 28 Februari 2024 | 14:45 WIB
Gerbong Kerta Pati atau kereta kematian di Monumen Soco Magetan. (OKTA PNM/RADAR LAWU)
Gerbong Kerta Pati atau kereta kematian di Monumen Soco Magetan. (OKTA PNM/RADAR LAWU)

MAGETANJawa Pos Radar Lawu - Monumen Soco di Desa Soco, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan menjadi saksi sejarah kelam gerakan 1948. Salah satu peninggalan, Gerbong Kerta Pati menjadi bukti kekejamah PKI. 

Gerbong Kerta Pati memiliki arti kereta kematian. Secara fisik, Gerbong Kerta Pati memiliki bentuk balok dengan ukuran sekitar 2 x 10 meter. Dindingnya terbuat lapisan besi serta kayu untuk alasnya yang kuat dan kokoh, sedangkan roda dan remnya terbuat dari besi.

Kereta Kematian didesain untuk mengangkut barang, tetapi pada saat itu digunakan untuk mengangkut para korban keganasan PKI.

Bahan dasar pembuatan gerbong ini mayoritas berasal dari dalam negeri, namun desainnya merupakan warisan dari masa kolonial Belanda.

Hal tersebut menggambarkan bagaimana kekejaman PKI melibatkan perangkat-perangkat modern pada zamannya. “Gerbong kereta api yang dipakai saat itu, kini dimuseumkan di Monumen Soco Satu,” jelas Ahmad Sukir selaku juru kunci generasi ketiga.

Gerbong Kerta Pati digunakan untuk mengangkut sekitar 108 orang yang menjadi korban kekejaman PKI.

Para korban terdiri dari ulama, pemuka agama, dan orang-orang penting lainnya yang menolak perintah dari organisasi terlarang PKI. Gerbong ini tiba sekitar dini hari pukul 01.30 WIB. 

Para korban disiksa dan disimpan dalam gerbong tanpa celah udara, membuat mereka sulit bernafas.

Banyak di antara mereka yang meninggal dalam keadaan mengerikan. “Satu persatu mayat didalamnya diturunkan berlumur darah dan di seret,”Imbuhnya.

Para warga yang mengungsi sekitar balai desa, mereka melihat dengan jelas tanpa bisa berbuat apapun.

Kembalinya dari pengungsian terdapat disepanjang jalan bercak darah yang mengering. Kemudian terlihat jelas pula pada sumur tua yang ditimbun batu, di bawahnya banyak mayat yang bertumpuk dan berlumbur darah.

“Cerita ini turun temurun yang saya dapat dari sesepuh saya,” ujar Sukir.

Monumen Soco dan Gerbong Kerta Pati, sebagai pengingat bagi generasi masa depan tentang bahaya ekstremisme dan kekerasan. (okta-pnm/kid)

Editor : Nur Wachid
#magetan #monumen soco #kereta kematian #Gerbong Kerta Pati #pki