NGAWI, Jawa Pos Radar Lawu – Ingat dengan lagu ciptaan Denny Caknan berjudul Kartonyono Medot Janji? Penciptaan lagu yang melambungkan nama Denny Caknan itu terinspirasi dari tugu Kartonyono.
Tugu ikon kebanggaan Kabupaten Ngawi, kampung halaman Denny Caknan. Video klip lagu Denny Caknan yang berlatar Tugu Kartonyono pun sudah ditonton 277 juta viewers.
Awalnya tugu Kartonyono tidak seperti sekarang. Tugu Kartonyono belum berupa tugu gading. Melainkan tugu berbentuk segi empat dengan logo Pemkab Ngawi di masing-masing sisinya.
Bagian atas terpasang lampu warna-warni. Sedangkan bagian bawah berupa taman kecil.
Mulai tahun 2015 angan untuk mengubah tugu Kartonyono muncul. Hingga akhirnya tahun 2017 lalu digelar sayembara desain Tugu Kartonyono oleh pemkab Ngawi.
Meski bukan juara pertama, tugu gading dipilih dari 18 desain lainnya. Disamping bentuknya yang berbeda dengan kebanyakan tugu. Tugu berbentuk gading tersebut cukup mewakili Kabupaten Ngawi.
Habitat Stegodon Trigonocephalus, salah satu jenis gajah purba. Itupun dibuktikan dengan koleksi gading gajah purba di Musium Trinil, di Kedunggalar, Ngawi.
Sayang, replika manusia purba di desain Tugu Kartonyono tidak diikutkan.
Pembangunan Tugu Kartonyono sendiri dilakukan tahun 2018 lalu. Proyek pembangunan tugu Kartonyono oleh PT Arsimuru Mitra Mulya menelan budget Rp 3,1 miliar. Setelahnya, Tugu Kartoyono jadi lokasi syuting video klip Denny Caknan.
Meski kini tersohor, tugu Kartonyono sempat menjadi buah bibir netizen lantaran bandrol pembangunannya yang dianggap mahal. (odi)
Editor : Loditya Fernandes