Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Romantisme Keluarga Belanda di Sarangan: Petualangan Menemukan Waktu yang Hilang di Lereng Lawu (2)

Loditya Fernandes • Senin, 8 Januari 2024 | 03:45 WIB

 

KENANGAN: Vita Brevis dan Carpe Diem bangunan tempat tinggal Peter Peter van Alting Geusau dan orangtuanya. (JAVAPOST.NL)
KENANGAN: Vita Brevis dan Carpe Diem bangunan tempat tinggal Peter Peter van Alting Geusau dan orangtuanya. (JAVAPOST.NL)

Cabang Sarangan

Antara tahun 1934 - 1935 Willem Henri Alting von Geusau membeli sebidang tanah di sepanjang Telaga Sarangan. Kurang lebih di ketinggian 1.300 meter di lereng Gunung Lawu.

Iklimnya sejuk dan nyaman. Sejuk pada sore dan malam hari, namun cukup dingin pada malam hari.

Orang tua Peter itu punya banyak rencana. Mereka membangun dua rumah di sisi timur danau. Rumah-rumah itu disebut 'Carpe-Diem' dan 'Vita-Brevis'.

Rumah Carpe-Diem tempat Peter dilahirkan pada bulan Maret 1937 itu dipindahkan pada tahun 1936. Rumah itu sepenuhnya disesuaikan dengan keinginan mereka.

Willem, ayah Peter adalah seorang pianis yang baik. Lydia Clara Catharina Alting van Geusau, ibu Peter banyak menari mengikuti permainan piano ayahnya.

Seringkali orang-orang di Sarangan mendengar permainan piano Willem yang bergema di seberang danau. Rumah itu berisi ruang musik dan ruang dansa dengan perapian besar.

Rumah Via-Brevis diperuntukkan bagi para tamu. Hal ini bukanlah sesuatu yang aneh pada masa itu.

Mereka dapat menikmati pemandangan danau yang indah, dimana pada malam hari cahaya dari desa kecil Sarangan di sisi lain danau terpantul di air yang bersinar sebagai tanda kehidupan.

Ada juga kolam renang dan kolam anak, tempat saya dan adik bisa bermain.

Lydia, ibu Peter mengatakan bahwa kelahirannya di sana merupakan perayaan besar. Karena, Peter adalah anak laki-laki Eropa pertama yang lahir di sana dan mungkin satu-satunya.

Orang tua Peter sangat menikmati kehidupan di sana. Mereka merasa sangat terhubung dengan negara dan masyarakatnya.

Ada pula rencana pembukaan klinik rawat jalan bagi masyarakat Jawa bersama dokter dari Madiun. Mereka pun membeli saham Hotel Sarangan yang masih berdiri hingga saat ini. (bersambung/odi)

Editor : Loditya Fernandes
#telaga sarangan #magetan #Alting von Geusau #belanda