Nyaris Kehilangan Nyawa di Nepal, Furky Ungkap Momen Kritis Saat Mendaki Annapurna

Tim Content Writer Radar Lawu • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 15:00 WIB
Source: Instagram @furkyrs
Source: Instagram @furkyrs

Jawa Pos Radar Lawu - Pendaki sekaligus kreator konten Furky membagikan pengalaman yang nyaris merenggut nyawanya saat mendaki kawasan Annapurna, Nepal. Cerita tersebut ia sampaikan saat menjadi bintang tamu di podcast Raditya Dika.

Furky mengaku mengalami Acute Mountain Sickness (AMS) atau penyakit akibat ketinggian. Kondisinya terus memburuk hingga saturasi oksigen dalam tubuhnya turun ke angka 40 persen, jauh di bawah batas normal yang umumnya berada di kisaran 95-100 persen.

Harus Dievakuasi Menggunakan Helikopter

Melihat kondisinya semakin kritis, tim memutuskan untuk menghentikan pendakian. Furky kemudian dievakuasi menggunakan helikopter agar segera mendapatkan penanganan medis.

Ia mengaku saat itu harus memilih antara melanjutkan perjalanan menuju puncak atau menyelamatkan nyawanya. Keputusan untuk turun menjadi satu-satunya pilihan yang bisa diambil.

Acute Mountain Sickness Bisa Berakibat Fatal

Acute Mountain Sickness (AMS) merupakan kondisi yang terjadi ketika tubuh tidak mampu beradaptasi dengan kadar oksigen yang semakin rendah di dataran tinggi. Gejalanya meliputi sakit kepala, mual, sesak napas, hingga penurunan kesadaran.

Jika tidak segera ditangani, AMS dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius dan mengancam nyawa.

"Puncak Bisa Ditunggu, Nyawa Cuma Satu"

Dalam podcast tersebut, Furky menyampaikan pesan kepada para pendaki agar tidak memaksakan diri ketika tubuh sudah menunjukkan tanda-tanda bahaya.

Menurutnya, target mencapai puncak bisa ditunda kapan saja. Namun, keselamatan tetap harus menjadi prioritas utama. (*)

(Magang, Anggie Putri Wijayanti - Universitas Negeri Surabaya)

Editor : Tim Content Writer Radar Lawu
Furky Syahroni raditya dika podcast pendakian