Jawa Pos Radar Lawu - Kericuhan antar rombongan pendaki di puncak Gunung Lawu berbuntut pada penerapan aturan baru.
Kini, pendaki tektok dari luar daerah diwajibkan menggunakan pemandu atau porter lokal saat melakukan pendakian.
Kebijakan ini disampaikan pengelola Pos Pendakian Candi Cetho sebagai langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak kembali terulang, sekaligus menciptakan suasana pendakian yang lebih aman dan tertib.
Aturan Berlaku untuk Pendaki Tektok
Aturan baru ini secara khusus menyasar pendaki tektok, yakni mereka yang mendaki hingga puncak dan turun kembali dalam satu hari tanpa bermalam.
Pendaki dari luar daerah yang melalui jalur Candi Cetho maupun Cemoro Kandang kini wajib menggunakan jasa pemandu atau porter lokal.
Kebijakan ini diambil untuk meminimalkan potensi konflik di jalur pendakian maupun di area puncak.
Kehadiran pemandu lokal diharapkan tidak hanya membantu navigasi, tetapi juga menjaga komunikasi antarpendaki agar tetap kondusif.
Sementara itu, terkait sanksi bagi pelanggar aturan, kewenangan sepenuhnya berada di kantor pengelola PUD Intan Pari Karanganyar.
Kronologi Kericuhan di Puncak Hargo Dumilah
Kebijakan ini muncul setelah video keributan antarpendaki viral di media sosial.
Insiden tersebut dipicu perebutan spot foto di puncak Hargo Dumilah.
Peristiwa terjadi pada Minggu pagi (26/4/2026), melibatkan dua rombongan pendaki asal Bandung dan Bogor.
Saat itu, kondisi puncak dipadati ratusan pendaki yang ingin mengabadikan momen matahari terbit.
Situasi yang penuh sesak, ditambah faktor kelelahan dan kurangnya komunikasi, memicu adu mulut hingga berujung baku hantam.
Upaya Ciptakan Pendakian Lebih Aman
Meski kericuhan telah diselesaikan secara kekeluargaan oleh kedua pihak, pengelola tetap mengambil langkah tegas dengan menerapkan aturan baru.
Langkah ini diharapkan mampu mencegah konflik serupa di masa mendatang, sekaligus meningkatkan kenyamanan dan keamanan bagi seluruh pendaki.
Dengan adanya kewajiban menggunakan pemandu lokal, pendakian di Gunung Lawu diharapkan menjadi lebih tertib, terarah, dan minim gesekan, khususnya bagi pendaki tektok dari luar daerah.(*)
*Nizaria Kusumastuti,Universitas Negeri Surabaya