Jawa Pos Radar Lawu - Kabar baik bagi para pecinta alam, jalur pendakian Gunung Semeru resmi dibuka kembali mulai 24 April 2026 setelah sebelumnya ditutup sejak November 2025 akibat aktivitas vulkanik.
Pembukaan jalur pendakian ini diumumkan oleh Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) usai melalui koordinasi bersama berbagai pihak terkait.
Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, menyampaikan bahwa aktivitas pendakian sudah dinyatakan aman untuk kembali dibuka dengan sejumlah pembatasan.
“Aktivitas di jalur pendakian Gunung Semeru dibuka kembali mulai 24 April 2026,” ujarnya di Kota Malang, Kamis (23/4/2026).
Pendakian Dibatasi Hanya Sampai Ranu Kumbolo
Meski jalur pendakian kembali dibuka, TNBTS menetapkan batas maksimal pendakian hanya sampai kawasan Ranu Kumbolo.
Artinya, para pendaki tidak diperbolehkan melanjutkan perjalanan hingga puncak Mahameru, demi alasan keselamatan mengingat aktivitas gunung yang masih fluktuatif.
Kebijakan ini tertuang dalam Surat Pengumuman Nomor: PG.6/T.8/TU/KSA.04.01/B/04/2026 yang diterbitkan pada 22 April 2026.
Baca Juga: Pecinta Hiking Wajib Nyobain Bukit Ini, Spot Adu Adrenalin yang Instagramable
Kuota Pendakian 200 Orang per Hari
Untuk menjaga keamanan dan kelestarian lingkungan, jumlah pendaki dibatasi hanya 200 orang per hari.
Selain itu, durasi pendakian juga dibatasi selama 2 hari 1 malam, sehingga pendaki diharapkan dapat mengatur waktu perjalanan dengan baik.
Wajib Booking Online H-2
Calon pendaki diwajibkan melakukan pemesanan tiket secara daring melalui laman resmi TNBTS paling lambat H-2 sebelum hari keberangkatan.
Kebijakan ini bertujuan untuk mengontrol jumlah pendaki sekaligus meningkatkan sistem monitoring di jalur pendakian.
Bagi pendaki yang sebelumnya telah memesan tiket pada periode 19 November hingga 18 Desember 2025, pihak TNBTS menyediakan opsi reschedule atau penjadwalan ulang.
Pendaki Wajib Patuhi SOP Terbaru
TNBTS juga mengimbau seluruh pendaki untuk mematuhi standar operasional prosedur (SOP) terbaru yang telah diperbarui.
Beberapa aturan penting di antaranya:
- Masuk melalui jalur resmi dari Ranu Pani
- Membawa kelengkapan administrasi
- Mematuhi batas jalur pendakian
Pranata Humas TNBTS, Endrip Wahyutama, menambahkan bahwa penggunaan pemandu lokal kini menjadi salah satu langkah antisipasi.
Hal ini dilakukan untuk mencegah pendaki nekat melanjutkan perjalanan hingga ke puncak.
Sempat Ditutup Akibat Erupsi
Sebagai informasi, jalur pendakian Gunung Semeru sebelumnya ditutup sejak 19 November 2025 akibat aktivitas erupsi yang berpotensi membahayakan keselamatan pendaki.
Saat itu, tercatat puluhan kali gempa erupsi dan guguran dalam waktu singkat, sehingga kawasan dinyatakan tidak aman untuk aktivitas wisata.
Dengan dibukanya kembali jalur pendakian ini, diharapkan para pendaki tetap mengutamakan keselamatan serta mematuhi seluruh aturan yang telah ditetapkan.(*)
*Nizaria Kusumastuti, Universitas Negeri Surabaya
Editor : Mizan Ahsani