Jawa Pos Radar Lawu - Cuaca dingin ekstrem di gunung bukan hanya soal ketidaknyamanan, tetapi juga ancaman serius bagi keselamatan pendaki.
Penurunan suhu yang drastis dapat memicu hipotermia, kondisi ketika tubuh kehilangan panas lebih cepat daripada kemampuan untuk memproduksinya.
Karena itu, penting bagi setiap pendaki untuk memahami cara menjaga suhu tubuh tetap hangat, terutama saat berada dalam kondisi darurat atau cuaca yang tidak bersahabat.
Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan agar tubuh tetap stabil dan aman selama pendakian.
1. Gunakan Pakaian Berlapis yang Tepat
Salah satu kunci utama menjaga suhu tubuh saat mendaki gunung adalah menggunakan sistem pakaian berlapis.
apisan pertama sebaiknya berbahan sintetis atau wol yang mampu menyerap keringat tanpa membuat tubuh lembap.
Lapisan kedua berfungsi sebagai insulasi, seperti jaket tebal atau fleece, yang membantu menahan panas tubuh.
Sementara itu, lapisan luar harus tahan angin dan air agar dapat melindungi tubuh dari hujan dan terpaan angin dingin.
2. Cari Perlindungan dari Angin dan Hujan
Paparan angin dan hujan dapat mempercepat penurunan suhu tubuh, bahkan lebih cepat dibandingkan udara dingin itu sendiri.
Oleh sebab itu, penting untuk segera mencari tempat berlindung seperti tenda, gua kecil, atau menggunakan ponco darurat.
Jika tidak tersedia tempat berlindung permanen, pendaki bisa membuat perlindungan sederhana menggunakan terpal atau ranting untuk menghalau angin.
Menghindari paparan langsung sangat penting agar panas tubuh tidak cepat hilang.
3. Konsumsi Makanan dan Minuman Hangat
Tubuh membutuhkan energi untuk menghasilkan panas, sehingga asupan makanan berkalori tinggi seperti cokelat, kacang-kacangan, atau makanan instan sangat disarankan.
Selain itu, minuman hangat seperti teh atau air panas dapat membantu menghangatkan tubuh dari dalam.
Jangan menunggu hingga tubuh menggigil, konsumsi makanan dan minuman secara berkala agar metabolisme tetap aktif.
4. Tetap Bergerak untuk Menjaga Sirkulasi
Aktivitas fisik ringan seperti berjalan di tempat, menggerakkan tangan, atau kaki dapat membantu tubuh menghasilkan panas tambahan.
Namun, hindari aktivitas berlebihan yang bisa menyebabkan keringat berlebih karena justru dapat menurunkan suhu tubuh saat mengering.
Gerakan ringan yang teratur membantu menjaga sirkulasi darah tetap lancar dan mencegah tubuh menjadi kaku akibat suhu dingin.
Baca Juga: Tips Mencegah Hipotermia Saat Mendaki Gunung: Persiapan Fisik, Mental, dan Perlengkapan Wajib
Pentingnya Persiapan Sebelum Mendaki
Menjaga suhu tubuh saat mendaki gunung bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga menyangkut keselamatan.
Persiapan yang matang, baik secara fisik maupun perlengkapan, menjadi kunci utama untuk menghadapi kondisi alam yang tidak terduga.
Dengan menerapkan langkah-langkah di atas, pendaki dapat meminimalkan risiko hipotermia dan tetap merasa hangat selama perjalanan.
Pastikan selalu memperhatikan kondisi tubuh dan lingkungan agar pendakian berjalan aman dan lancar.(*)
*Nizaria Kusumastuti, Universitas Negeri Surabaya