Jawa Pos Radar Lawu - Mbok Yem sebagai pemilik warung diatas awan yaitu di puncak gunung lawu merupakan tempat singgahnya para pendaki yang ingin menuju puncak gunung lawu.
Di ketinggian lebih dari 3.000 meter di atas permukaan laut, di tengah kabut tebal dan udara dingin yang menggigit, berdirilah sebuah warung sederhana yang telah melegenda di kalangan pendaki, Warung Mbok Yem.
Tempat ini bukan sekadar persinggahan untuk mengisi perut, melainkan simbol keteguhan, kehangatan, dan keramahan yang menjadi cerita tersendiri di puncak Gunung Lawu.
Warung Mbok Yem dikenal sebagai salah satu warung tertinggi di Pulau Jawa, dan bahkan disebut - sebut sebagai warung tertinggi di Indonesia. Lokasinya berada tak jauh dari puncak Hargo Dumilah, titik tertinggi Gunung Lawu.
Di tempat yang hanya bisa dicapai dengan berjalan kaki berjam-jam dari basecamp Cemoro Sewu atau Cemoro Kandang, warung ini menjadi oasis bagi para pendaki yang kelelahan.
Warung ini dikelola oleh seorang perempuan tangguh bernama Mbok Yem, yang telah tinggal di puncak Lawu selama puluhan tahun.
Dalam kesehariannya, Mbok Yem dikenal sederhana dan ramah. Ia menyiapkan makanan dengan bahan yang dibawa naik oleh para porter atau oleh pendaki yang bersimpati membantunya.
Menu yang disajikan pun sangat sederhana yaitu nasi pecel, mie instan, tempe goreng, dan teh hangat.
Namun, di tengah suhu yang bisa turun hingga di bawah 10 derajat Celsius, semua itu terasa seperti santapan istimewa yang mengisi energi yang telah hilang selama mendaki.
Bagi para pendaki, Warung Mbok Yem bukan hanya tempat untuk makan, tapi juga tempat berbagi cerita.
Dinding kayu warung ini sering menjadi saksi tawa, canda, bahkan kisah haru para pencinta alam.
Di sini, batas antara pendaki dan penjaga gunung seolah hilang, yang ada hanya rasa kekeluargaan di tengah alam bebas.
Baca Juga: Viral! Air Aqua Bukan dari Pegunungan, Dedi Mulyadi Temukan Sumber Aslinya Ternyata Sumur Bor
Banyak pendaki menganggap keberadaan Mbok Yem sebagai “penjaga spiritual” Gunung Lawu.
Dalam kepercayaan lokal, Lawu memang dianggap sebagai gunung yang sarat nilai mistis, dan sosok Mbok Yem menambah aura magis di puncaknya.
Meski kini Mbok Yem telah tiada, Ia akan tetap menjadi simbol keteguhan dan dedikasi terhadap alam dan sesama.
Keberadaannya mengingatkan kita bahwa keindahan gunung bukan hanya soal pemandangan, tetapi juga tentang manusia-manusia luar biasa yang hidup di dalamnya.
Warung Mbok Yem bukan sekadar tempat makan , ia adalah legenda hidup yang menyatukan alam, manusia, dan kehangatan di tengah dinginnya puncak Lawu. (ahyar-mg-uinpo)
Editor : Nur Wachid