PAPUA, Jawa Pos Radar Lawu – Puncak Carstensz Pyramid, gunung tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 4.884 mdpl, kembali menjadi sorotan setelah dua pendaki wanita asal Jakarta meninggal dunia akibat hipotermia.
Pendakian ini juga diikuti oleh Fiersa Besari, yang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Selain menjadi tantangan bagi para pendaki, Puncak Carstensz juga memiliki sejarah geologi yang menarik, termasuk fenomena gletser yang semakin menyusut akibat perubahan iklim.
Berikut fakta-fakta menarik tentang Puncak Carstensz Pyramid yang perlu diketahui.
Fiersa Besari Selamat, Dua Pendaki Wanita Meninggal di Puncak Carstensz
Pendakian kali ini menjadi tragedi setelah dua pendaki wanita asal Jakarta meninggal akibat hipotermia.
Hipotermia merupakan kondisi tubuh kehilangan panas secara drastis yang sering terjadi di medan ekstrem seperti Carstensz Pyramid.
Sementara itu, Fiersa Besari yang juga ikut dalam ekspedisi berhasil selamat dan telah dievakuasi ke hotel setelah turun dari puncak gunung.
"Tiga pendaki lainnya sudah di hotel dalam keadaan sehat dan selamat, termasuk Fiersa Besari," ujar Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman.
Puncak Carstensz Pyramid: Salah Satu Seven Summits Dunia
Puncak Carstensz Pyramid bukan hanya sekadar gunung tertinggi di Indonesia.
Baca Juga: Seorang Lansia di Magetan Meninggal saat Makan di Warung, Ini Penyebab dan Kronologi Lengkapnya
Tetapi juga termasuk dalam daftar Seven Summits, yaitu tujuh puncak tertinggi di masing-masing benua.
Daftar Seven Summits:
Everest (8.848 mdpl) – Asia
Aconcagua (6.961 mdpl) – Amerika Selatan
Denali (6.190 mdpl) – Amerika Utara
Kilimanjaro (5.895 mdpl) – Afrika
Elbrus (5.642 mdpl) – Eropa
Vinson Massif (4.892 mdpl) – Antartika
Carstensz Pyramid (4.884 mdpl) – Oseania
Karena medannya yang ekstrem, Carstensz Pyramid menjadi salah satu puncak tersulit untuk ditaklukkan oleh para pendaki.
Medan Berat dan Cuaca Ekstrem di Carstensz Pyramid
Pendakian menuju Puncak Carstensz tidak seperti gunung lain di Indonesia.
Trekking di sini membutuhkan keahlian teknis memanjat tebing berbatu dan jalur yang curam.
Beberapa tantangan utama pendakian Carstensz:
Cuaca ekstrem dengan suhu mencapai di bawah 0°C
Jalur berbatu yang licin dan curam, membutuhkan keterampilan climbing
Akses hanya bisa ditempuh dengan helikopter atau perjalanan darat panjang
Banyak pendaki yang mengalami hipotermia dan kelelahan ekstrem selama ekspedisi di gunung ini.
Gletser Carstensz Pyramid yang Terus Menyusut
Dahulu, Puncak Carstensz Pyramid memiliki beberapa gletser, termasuk Gletser Carstensz, Gletser Northwall Firn Barat, dan Gletser Northwall Firn Timur.
Namun, akibat perubahan iklim, gletser ini mengalami penyusutan drastis dan bahkan ada yang menghilang sepenuhnya.
Gletser di Puncak Trikora menghilang antara 1939 – 1962
Gletser Meren mencair antara 1994 – 2000
Tahun 2010, ekspedisi menemukan bahwa gletser Carstensz menipis 7 meter per tahun dan diprediksi lenyap pada 2015
Fenomena ini menjadikan Carstensz Pyramid sebagai saksi nyata dampak perubahan iklim global.
Pendakian Puncak Carstensz Pyramid, Papua kali ini diwarnai tragedi setelah dua pendaki wanita asal Jakarta meninggal akibat hipotermia.
Sementara itu, Fiersa Besari selamat dan telah dievakuasi.
Sebagai bagian dari Seven Summits dunia, Puncak Carstensz menawarkan tantangan ekstrem bagi para pendaki.
Ditambah lagi, fenomena gletser yang menyusut akibat perubahan iklim. (kid)
Editor : Nur Wachid