Jawa Pos Radar Lawu - Terungkap cerita misteri di balik Naomi Daviola, siswi SMK 3 Semarang, yang sempat menghilang selama lebih dari sehari saat melakukan pendakian tektok di Gunung Slamet melalui jalur Bambangan.
Pada Senin, 7 Oktober 2024, Naomi dilaporkan tidak kembali ke basecamp bersama rombongannya yang terdiri dari 40 pendaki.
Naomi ditemukan oleh Tim SAR dalam keadaan selamat di dekat jalur Gunung Malang pada Selasa pagi.
Meskipun awalnya disangka tersesat, misteri hilangnya Naomi kini mengundang berbagai spekulasi.
Kronologi Hilangnya Naomi Daviola
Naomi Daviola bersama rombongan pendaki Warastrip Indonesia memulai pendakian Gunung Slamet pada Sabtu malam (5/10/2024).
Jalur tektok, yakni pendakian tanpa bermalam, dikenal berisiko, terutama bagi pendaki pemula seperti Naomi.
Saat turun dari puncak, Naomi dilaporkan sempat terlihat oleh pendaki lain bersama seorang pria berambut pirang, namun jarak keduanya cukup jauh.
Beberapa saksi juga melaporkan Naomi kerap berhenti dalam perjalanan turun.
Pada Senin siang, ketua rombongan melaporkan bahwa Naomi belum kembali ke basecamp, sehingga Tim SAR segera memulai pencarian dengan fokus di Pos 7 hingga Pos 9, menggunakan drone thermal UAV.
Sempat terdengar suara teriakan minta tolong di Pos 7, namun Tim SAR mengalami kesulitan dalam menentukan titik lokasi Naomi.
Penemuan dan Evakuasi Naomi Daviola
Akhirnya, pada Selasa pagi (8/10/2024), Naomi ditemukan oleh Tim SAR dalam keadaan sehat di sekitar jalur Gunung Malang, meskipun sedikit kelelahan.
Evakuasi pun segera dilakukan dan Naomi berhasil dibawa kembali ke Basecamp Bambangan setelah sekitar 3,5 jam perjalanan.
Cerita Misteri Naomi Daviola Chat dengan Teman Pasca Ditemukan Viral
Pasca ditemukan, beredar viral chat percakapan Naomi Daviola dengan temannya tentang cerita misteri saat hilang di Gunung Slamet.
Berikut adalah percakapan dari Naomi Daviola
[8/10, 18.32] Vio: saya ngga salah jalur, saya awalnya turun sesuai jalur saya nunggu 2 orang dipertengahan jalan. tiba Tiba saya nengok ke blkng udh sepi,padahal gada yg pas an sama saya.
[8/10, 18.33] Vio: harusnya kan kalo turun langsung plawangan. tapi ngga depan saya itu full hutan kanan kiri depan belakang hutan semua.
[8/10, 18.35] Vio: akhirnya minggu malam saya tidur pertengahn jalan. paginya saya ngikuti burung sampe turun lalu nak. karna saya ga kuat akhirnya saya istirahat jam 4 sore itu posisi udah full kabut + hujan badai
[8/10, 18.37] Vio: selasa pagi saya coba lagi untuk jalan Naik mengikuti arah burung lagi. akhirnya jam 9 saya berhenti saya istirahat sampai jam 10. pukul 10.07 saya dengar ada orang manggil" saya
[8/10, 18.39] Vio: saya coba teriak sekuat tenaga saya. akhirnya mereka notice saya. disitu saya langsung lemes, terharu, bersyukur ke Tuhan atas penyertaan nya berhari hari
[8/10, 18.39] Vio: ngga, saya neduh di deket pohon,
[8/10, 18.40] Vio: selesai, mungkin
Insiden pendaki yang hilang di Gunung Slamet ini menjadi pelajaran penting bagi para pendaki pemula untuk lebih mempertimbangkan kesiapan fisik dan mental sebelum mengikuti pendakian tektok yang memerlukan stamina serta pengalaman mendaki yang cukup. (kid)
Editor : Nur Wachid