Jawa Pos Radar Lawu - Gunung Lawu masih aktif? salah satu gunung api yang tidur.
Meskipun terakhir kali meletus pada 28 November 1885, status gunung ini tetap aktif hingga sekarang.
Hal ini disebabkan oleh adanya aktivitas vulkanik seperti keluarnya gas belerang dari fumarol di sekitar Kawah Candradimuka, yang menunjukkan adanya panas bumi di bawah permukaan.
Status Vulkanik Gunung Lawu
Gunung Lawu dikategorikan sebagai gunung api tipe B, yang berarti tidak mengalami erupsi magmatik sejak tahun 1600, tetapi masih menunjukkan aktivitas vulkanik seperti emisi gas.
Gunung ini dianggap sebagai gunung api dorman atau tidur, yang berarti potensi untuk meletus kembali tetap ada, meski sudah lama tidak menunjukkan aktivitas erupsi.
Tanda-Tanda Aktivitas Vulkanik
Meskipun Gunung Lawu tidak menunjukkan aktivitas letusan yang signifikan selama lebih dari satu abad.
Bau gas belerang yang tercium dari fumarol menunjukkan bahwa ada aktivitas magma di dalam perut gunung.
Ini menandakan bahwa Gunung Lawu masih memiliki potensi untuk meletus di masa depan.
Meskipun Gunung Lawu telah lama tidak aktif secara eksplosif, aktivitas vulkanik masih terdeteksi, sehingga gunung ini tetap diklasifikasikan sebagai gunung api aktif.
Pendaki dan masyarakat di sekitar gunung disarankan untuk tetap waspada dan mengikuti informasi dari pihak berwenang mengenai status aktivitas gunung ini.
Meski begitu, Gunung Lawu tetap menjadi destinasi menarik bagi para pendaki yang ingin menikmati keindahan alam sambil mempelajari fenomena geologi yang ada.
Dengan memahami status dan aktivitas Gunung Lawu, kita dapat lebih waspada dan menghargai keindahan alam yang ditawarkan gunung ini. (kid)
Editor : Nur Wachid