Jawa Pos Radar Lawu - Gunung Lawu, salah satu gunung tertinggi di Jawa Tengah, tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga menyimpan berbagai fakta menarik.
Berikut adalah tujuh fakta menarik tentang Gunung Lawu yang perlu kamu ketahui sebelum merencanakan pendakianmu.
1. Gunung Bersejarah
Gunung Lawu dikenal memiliki sejarah yang kaya. Pada masa kerajaan Majapahit, gunung ini dianggap sebagai tempat suci.
Salah satu peninggalan sejarah yang terkenal adalah *Candi Cetho* dan *Candi Sukuh* yang berada di lereng Gunung Lawu.
Kedua candi ini sering dikunjungi oleh pendaki yang ingin merasakan suasana spiritual sebelum memulai perjalanan mereka.
2. Mitos dan Legenda
Gunung Lawu sering dikaitkan dengan berbagai mitos dan legenda. Salah satu yang paling terkenal adalah legenda Prabu Brawijaya V, raja terakhir Majapahit, yang diyakini moksa (menghilang secara spiritual) di Gunung Lawu.
Banyak orang percaya bahwa arwah sang raja masih bersemayam di gunung ini, menjadikan Gunung Lawu sebagai tempat yang dianggap keramat.
3. Jalur Pendakian Beragam
Gunung Lawu memiliki tiga jalur pendakian utama: Cemoro Sewu, Cemoro Kandang, dan Candi Cetho.
Baca Juga: Netizen Bandingkan View Telaga Ngebel vs Telaga Sarangan Dipagar Baru-Baru Ini, Indah Mana Emangnya?
Masing-masing jalur menawarkan medan dan pemandangan yang berbeda. Jalur Cemoro Sewu dikenal dengan medannya yang terjal dan berbatu.
Sementara Cemoro Kandang lebih landai dan Candi Cetho menawarkan pemandangan situs bersejarah dan kebun teh.
4. Flora dan Fauna
Keanekaragaman flora dan fauna di Gunung Lawu sangat menakjubkan. Pendaki bisa menemukan berbagai jenis tumbuhan seperti Edelweiss dan Anggrek Hutan.
Selain itu, gunung ini juga menjadi habitat bagi beberapa spesies hewan seperti monyet, kijang, dan burung-burung langka.
Keindahan alam ini menjadikan pendakian di Gunung Lawu sebagai pengalaman yang tak terlupakan.
5. Sumur Jolotundo
Sumur Jolotundo adalah salah satu sumber air yang ditemukan di jalur pendakian Gunung Lawu.
Sumur ini diyakini memiliki air yang suci dan sering digunakan oleh pendaki untuk mengisi persediaan air mereka.
Sumur Jolotundo juga memiliki nilai sejarah, karena konon dibuat pada masa kerajaan Majapahit.
6. Puncak Hargo Dumilah
Puncak tertinggi Gunung Lawu adalah *Hargo Dumilah*, yang berada di ketinggian 3.265 meter di atas permukaan laut.
Dari puncak ini, pendaki bisa menikmati pemandangan 360 derajat yang menakjubkan, termasuk Gunung Merapi dan Merbabu di kejauhan.
Pemandangan matahari terbit dari puncak Hargo Dumilah adalah salah satu momen yang paling dinanti oleh para pendaki.
7. Festival dan Tradisi
Gunung Lawu juga menjadi lokasi berbagai festival dan tradisi lokal. Salah satunya adalah Tahun Baru Jawa, yang sering dirayakan di lereng gunung ini.
Masyarakat sekitar sering mengadakan ritual dan upacara untuk menghormati leluhur mereka.
Pendaki yang beruntung bisa menyaksikan dan bahkan ikut serta dalam tradisi-tradisi ini, menambah pengalaman budaya dalam perjalanan mereka. (kid)
Editor : Nur Wachid