Jawa Pos Radar Lawu - Berminat menikmati sensasi mendaki di musim hujan awal tahun ini?
Tunggu dulu, sobat gunung harus mengetahui medan trek gunung seperti apa yang cocok untuk pendakian di musim hujan atau saat cuaca ekstrem.
Terutama bagi para pendaki yang masih pemula agar kegiatan pendakian tetap berjalan aman, nyaman dan menyenangkan.
"Tantangan utama pada mendaki saat cuaca hujan itu pada medan treknya, sebab rintangannya lebih besar dibanding hiking saat kemarau," kata Ardhiyeni Hesti Oktavia, pendaki asal Madiun.
Menurut Hesti, pada saat pendakian di musim hujan para pendaki sebaiknya menghindari trek jalur aliran air.
Sebab saat hujan turun diatas gunung, itu dapat membahayakan pendaki bisa terseret atau diterjang banjir.
"Kadang terlihat jalurnya mudah, tapi itu sebenarnya jebakan jika tiba-tiba cuaca berubah ekstrem," terangnya.
Ada beberapa gunung yang bisa Hesti rekomendasikan untuk teman-teman pendaki yang ingin melakukan pendakian ketika musim penghujan.
Pertama, di daerah Jawa Timur khususnya teman-teman sobat gunung bisa menjajal Gunung Lawu via Cemoro Sewu.
Adapun basecamp Cemoro Sewu sendiri terletak di Desa Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan.
"Trek via Cemoro Sewu ini bebatuan, sehingga ketika hujan tidak licin dan bukan jalur air, jadi aman untuk pemula," jelasnya.
Kemudian, pada daerah Jawa Tengah, sobat gunung bisa memilih pendakian ke Gunung Andong.
Selain ketinggiannya yang tidak terlalu tinggi yakni sekitar 1.726 meter diatas permukaan laut (MDPL).
Gunung ini juga terkenal cukup ramah untuk para pemula lantaran trek medannya yang tidak terlalu terjal.
"Satu lagi itu sebenarnya Gunung Merapi, namun sayangnya jalurnya masih ditutup sampai sekarang," tuturnya.
Selain pemilihan trek pendakian atau gunung yang hendak didaki, Hesti juga mengingatkan pendaki untuk membawa perlengkapan yang memadai.
"Jangan lupa memakai sepatu agar lebih aman, dan kalau bisa diusahakan yang waterproof," ungkapnya.
"Juga bisa membawa tongkat atau tracking pole untuk membantu menahan berat beban ketika jalur naik atau turun selama pendakian," tutup Hesti. (ryu)
Editor : Dian Rahayu