MAGETAN, Jawa Pos Radar Lawu - Pos Pendakian Gunung Lawu via Cemorosewu, Magetan menjadi jujukan para kaum muda-mudi untuk memanfaatkan waktu libur.
Mereka antusias untuk menjelajahi pesona alam gunung Lawu, pasca karhutla yang terjadi beberapa bulan lalu.
Ya, Lereng Gunung Lawu sempta mengalami Karhutla pada bulan September-November lalu.
Namun tidak ada yang perlu dikhawatirkan, pendakian yang sebelumnya sempat ditutup perhutani saat ini dibuka kembali.
Pesona puncak Lawu dianggap para pencinta alam memiliki daya tarik tersendiri.
Setelah jalur pendakian dibuka 24 jam, pos pendakian tersebut tidak pernah sepi pendaki.
‘’Saya mendaki sampai puncak lalu turun sekitar 1 hari semalam, alhamdulillah tidak ada kendala,’’ kata Alfan Assidiq, Pendakidari Jombang.
Alfan mengungkapkan jika situasi jalur pendakian yang dilalui terpantau aman.
Beberapa area yang mungkin rawan sudah diberikan tanda. Hal itu tidak membahayakan pendaki karena ada himbauan dan petunjuk.
Meski begitu saat melakukan pendakian tidak boleh lengah, pendaki harus tetap fokus dan berhati-hati.
‘’Sepanjang jalur situasi terpantau lancar hingga ke puncak,’’ bebernya.
Sementara itu, pendaki asal Jogja Andika Fajar Lesmana menambahkan ada beberapa hal yang perlu disiapkan ketika mendaki.
Hal ini penting untuk safety utamanya untuk para calon pendaki di momen libur Nataru ini.
Pendaki harus membawa jaket, jas hujan, tenda, senter dan selimut. Karena suhu di puncak terasa dingin.
‘’Mendaki dengan keselamatan itu harus karena sampai kepuncak itu bonus. Agar pendaki selamat maka harus sehat,’’ pungkasnya. (ril/naz)
Editor : Mizan Ahsani