Mengapa Sel Tua Bertahan di Tubuh? Protein Ini Diduga Membantu Mereka Mengelabui Imun

Tim Content Writer Radar Lawu • Dipublikasikan Rabu, 14 Oktober 2026 | 20:14 WIB
Sel “zombie” ternyata bisa menghindari sistem imun lewat protein PD-L2 (Shutterstock)
Sel “zombie” ternyata bisa menghindari sistem imun lewat protein PD-L2 (Shutterstock)

Jawa Pos Radar Lawu - Bayangkan ada sel-sel tua dan rusak yang seharusnya dibersihkan tubuh, tetapi justru menemukan cara untuk tetap bertahan. Sel tersebut tidak lagi membelah seperti sel normal, namun tetap hidup dan perlahan menumpuk di dalam jaringan. Kini, ilmuwan menemukan petunjuk baru tentang bagaimana sel yang sering disebut “sel zombie” itu bisa menghindari sistem kekebalan tubuh.

Penelitian yang dipimpin ilmuwan dari Cedars-Sinai Health Sciences University menemukan bahwa protein bernama PD-L2 kemungkinan membantu sel-sel tua tersebut lolos dari pengawasan sistem imun. Ketika protein ini diblokir pada tikus, jumlah sel senesen berkurang, peradangan menurun, dan beberapa fungsi tubuh justru mengalami perbaikan.

Temuan yang diterbitkan dalam jurnal Cell Metabolism ini membuka kemungkinan bahwa PD-L2 dapat menjadi target baru dalam penelitian mengenai penuaan. Protein tersebut juga berpotensi digunakan sebagai penanda dalam darah untuk membantu mendeteksi atau memantau keberadaan sel-sel tua di tubuh.

Ketika Sel Tua Menolak Pergi

Seiring bertambahnya usia atau ketika mengalami kerusakan, sebagian sel tubuh memasuki kondisi yang disebut senesens. Sel-sel ini berhenti membelah, tetapi tidak langsung mati. Mereka dapat tetap berada di dalam jaringan dalam waktu lama.

Masalahnya muncul ketika sel senesen semakin banyak. Sel-sel tersebut dapat melepaskan berbagai zat yang memicu peradangan dan mengganggu aktivitas sel-sel sehat di sekitarnya. Penumpukan sel seperti ini telah dikaitkan dengan berbagai gangguan kesehatan yang lebih sering muncul seiring bertambahnya usia.

Pertanyaan penting bagi para peneliti kemudian adalah: mengapa sistem imun tidak selalu berhasil menyingkirkan sel-sel tersebut?

Penelitian terbaru memberikan salah satu jawabannya.

Baca Juga: Makin Tua, Sistem Daur Ulang Sel Justru Bisa Makin Aktif? Ini Temuan Ilmuwan

PD-L2 Diduga Menjadi “Pelindung” Sel Zombie

Para peneliti menemukan bahwa sel senesen dapat menghasilkan lebih banyak PD-L2 dibandingkan sel yang lebih muda. Pada beberapa jaringan manusia, kadar protein tersebut juga meningkat seiring bertambahnya usia.

Temuan ini mengarah pada dugaan bahwa PD-L2 membantu sel-sel tua menghindari proses pembersihan oleh sistem kekebalan tubuh. Dengan kata lain, protein tersebut kemungkinan menjadi salah satu mekanisme yang membuat sel senesen dapat terus bertahan di dalam tubuh.

Selim Chaib, PhD, asisten profesor riset bidang Kedokteran di Cedars-Sinai sekaligus penulis pertama dan penulis koresponden penelitian, menjelaskan:

“Temuan kami menunjukkan bahwa PD-L2 mungkin membantu sel-sel yang menua tetap berada di dalam tubuh, padahal biasanya sel-sel tersebut akan disingkirkan oleh sistem imun.”

Saat PD-L2 Diblokir, Apa yang Terjadi?

Untuk menguji peran protein tersebut, peneliti melakukan eksperimen pada tikus dengan menghilangkan atau menghambat PD-L2. Kedua pendekatan tersebut menghasilkan efek serupa: jumlah sel senesen yang menumpuk di tubuh berkurang.

Bukan hanya jumlah sel tua yang berubah. Tingkat zat pemicu peradangan yang dilepaskan oleh sel-sel tersebut juga menurun. Tikus yang mengalami pengurangan aktivitas PD-L2 menunjukkan kemampuan memproses gula yang lebih baik serta kekuatan genggaman yang meningkat.

Hasil tersebut menjadi petunjuk bahwa mengendalikan PD-L2 mungkin tidak hanya memengaruhi tingkat sel senesen, tetapi juga dapat berdampak pada fungsi tubuh yang mengalami penurunan selama proses penuaan.

Baca Juga: Blue Light dari Gadget Disebut Bisa Memicu Penuaan Dini, Ini 3 Tips Mengurangi Dampaknya

Potensi untuk Penelitian Anti-Penuaan

Temuan ini membuat PD-L2 menarik untuk diteliti lebih lanjut sebagai target terapi. Jika aktivitas protein tersebut dapat dikendalikan, sistem imun mungkin bisa lebih mudah mengenali dan membersihkan sel-sel tua yang merugikan.

James Kirkland, MD, PhD, direktur Center for Advanced Gerotherapeutics sekaligus penulis senior penelitian, mengatakan:

“Jika kita dapat menemukan cara untuk memblokir protein ini, kita mungkin bisa membantu sistem imun menyingkirkan sel-sel tersebut dan berpotensi memperbaiki masalah kesehatan yang berkaitan dengan penuaan.”

Meski demikian, penelitian ini belum berarti terapi anti-penuaan berbasis PD-L2 siap digunakan manusia. Sebagian besar hasil penting dalam penelitian tersebut berasal dari percobaan pada tikus, sementara penelitian pada sel dan jaringan manusia memberikan petunjuk tambahan mengenai mekanisme yang sama.

Para ilmuwan masih perlu mengetahui apakah pemblokiran PD-L2 aman dan benar-benar memberikan manfaat kesehatan pada manusia. Penelitian lanjutan juga diperlukan untuk memahami secara lebih jelas hubungan protein tersebut dengan berbagai penyakit yang berkaitan dengan proses penuaan.

Jika mekanisme ini nantinya terbukti aman dan efektif pada manusia, PD-L2 berpotensi menjadi salah satu sasaran baru dalam upaya mengurangi dampak buruk penumpukan sel senesen. Untuk saat ini, temuan tersebut menjadi langkah awal dalam memahami mengapa sebagian sel tua mampu “bersembunyi” dari sistem kekebalan tubuh.

(Silva Yudia Azizah, Magang Universitas Negeri Surabaya)

Editor : Tim Content Writer Radar Lawu
Sumber : Science Daily
sistem imun Sel zombie Anti-aging kesehatan penuaan