Blueberry dan Anggur Punya Senyawa yang Bantu Sel Otot Membakar Lemak, Ini Temuannya

Tim Content Writer Radar Lawu • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 21:21 WIB
Senyawa pterostilbene dalam blueberry dan anggur ditemukan membantu sel otot memecah lemak (PINTEREST)
Senyawa pterostilbene dalam blueberry dan anggur ditemukan membantu sel otot memecah lemak (PINTEREST)

Jawa Pos Radar Lawu - Selama ini blueberry dan anggur dikenal sebagai buah yang kaya senyawa alami. Namun, peneliti Jepang menemukan satu senyawa yang menarik perhatian karena kemampuannya memengaruhi cara sel otot mengolah lemak.

Senyawa tersebut bernama pterostilben. Dalam percobaan laboratorium, senyawa alami ini membantu mengurangi penumpukan lemak di dalam sel otot dengan mendorong proses pemecahan lemak. Peneliti juga menemukan bahwa pterostilben membantu mempertahankan protein penting yang mengatur metabolisme asam lemak.

Temuan tersebut berasal dari tim peneliti Shinshu University, Jepang, yang dipimpin Associate Professor Takakazu Mitani. Hasil penelitian diterbitkan dalam jurnal Food Bioscience pada 1 September 2026.

Dr. Mitani mengatakan:

"Saat ini, belum ada pengobatan yang disetujui dan secara khusus menargetkan miosteatosis. Kesenjangan penting inilah yang mendorong tim kami menyaring senyawa yang berasal dari makanan untuk mencari intervensi alami berbasis pola makan. Dalam proses penyaringan tersebut, kami mengidentifikasi pterostilben dan memusatkan penelitian untuk mengungkap mekanisme kerjanya secara tepat."

Baca Juga: 5 Manfaat Plank bagi Tubuh: Latihan Simpel untuk Perut Rata, Postur Tegap, dan Metabolisme Lebih Sehat

Lemak di Dalam Otot Bisa Mengganggu Metabolisme

Penumpukan lemak di dalam otot atau myosteatosis berbeda dari lemak yang berada di bawah kulit. Lemak tersebut tersimpan sebagai tetesan lipid di dalam sel otot dan dapat mengganggu fungsi normal jaringan.

Menurut penelitian, kondisi ini dapat dipengaruhi oleh pola makan tinggi lemak, kurangnya aktivitas fisik, dan proses penuaan. Ketika lemak menumpuk di dalam sel otot, kemampuan tubuh untuk menggunakan glukosa dan asam lemak secara efisien dapat ikut terganggu.

Dalam jangka panjang, gangguan tersebut berkaitan dengan penurunan fleksibilitas metabolisme dan dapat berkontribusi terhadap resistensi insulin.

Karena itu, peneliti tertarik mencari cara untuk membantu sel otot mengurangi kelebihan lemak yang tersimpan di dalamnya.

Peneliti Uji Berbagai Senyawa dari Makanan

Tim peneliti melakukan penyaringan terhadap berbagai senyawa fitokimia yang berasal dari makanan. Pengujian dilakukan menggunakan sel otot rangka tikus yang dikultur di laboratorium.

Tujuannya adalah mencari senyawa yang mampu mengurangi penumpukan lemak di dalam sel tanpa mengganggu proses pertumbuhan dan perkembangan normal sel otot.

Dari berbagai senyawa yang diuji, pterostilben menghasilkan penurunan akumulasi lemak di dalam sel yang paling kuat.

Menariknya, sel otot yang mendapatkan perlakuan pterostilben tetap dapat tumbuh dan berdiferensiasi secara normal.

Bagaimana Pterostilben Membantu Memecah Lemak?

Peneliti kemudian mencoba mencari tahu mekanisme di balik efek tersebut.

Hasil percobaan menunjukkan bahwa pterostilben tidak bekerja dengan cara mencegah asam lemak masuk ke dalam sel otot. Sebaliknya, sel yang diberi senyawa tersebut menunjukkan peningkatan pelepasan gliserol.

Peningkatan gliserol menjadi salah satu tanda bahwa lemak yang sebelumnya tersimpan di dalam sel sedang dipecah.

Selain itu, sel yang mendapat pterostilben juga menunjukkan peningkatan ekspresi sejumlah gen yang berperan dalam oksidasi asam lemak. Temuan tersebut mengarah pada dugaan bahwa senyawa ini membantu sel otot memecah lipid yang tersimpan dan mengolahnya untuk menghasilkan energi.

Baca Juga: 7 Manfaat Asparagus untuk Kesehatan Tubuh

Protein PPARδ Jadi Bagian Penting

Peneliti kemudian menemukan bahwa pterostilben meningkatkan aktivitas jalur PPARδ, protein yang memiliki peran penting dalam pengaturan metabolisme lemak.

Namun, cara kerja pterostilben ternyata berbeda dari sejumlah senyawa lain yang digunakan dalam penelitian PPARδ.

Alih-alih langsung menempel pada reseptor dan mengaktifkannya, pterostilben justru membantu mempertahankan jumlah protein PPARδ di dalam sel.

Senyawa tersebut memperlambat proses penghancuran PPARδ melalui jalur ubiquitin-proteasome. Akibatnya, lebih banyak protein PPARδ tetap tersedia di dalam sel sehingga aktivitas gen yang berhubungan dengan metabolisme lemak meningkat.

Dr. Mitani menjelaskan:

"Temuan kami membangun kerangka ilmiah untuk mengembangkan pangan fungsional dan suplemen nutrisi yang menargetkan metabolisme lemak otot. Namun, di luar potensi pterostilben itu sendiri, penelitian ini juga menyediakan kerangka eksperimental untuk mengidentifikasi senyawa alami lain yang dapat menstabilkan protein PPARδ."

Belum Berarti Blueberry Bisa Membakar Lemak Tubuh

Meski terdengar menarik, hasil penelitian ini masih berada pada tahap awal. Percobaan dilakukan menggunakan sel otot tikus yang dikultur di laboratorium, bukan manusia.

Artinya, penelitian tersebut belum membuktikan bahwa mengonsumsi blueberry atau anggur dapat membuat tubuh manusia membakar lebih banyak lemak atau mencegah penyakit metabolik. Peneliti juga belum memastikan apakah pterostilben memberikan efek yang sama ketika masuk ke dalam tubuh manusia.

Peneliti menyebut pterostilben sebagai kandidat yang menarik untuk dikaji lebih lanjut sebagai bahan pangan fungsional atau produk kesehatan. Namun, penelitian pada hewan hidup dan manusia masih diperlukan untuk mengetahui efektivitas, keamanan, serta bagaimana senyawa tersebut bekerja secara spesifik di dalam tubuh.

Masih Ada Jalan Panjang Sebelum Diterapkan

Studi berikutnya perlu menguji apakah efek yang terlihat pada sel otot dapat terjadi pada organisme hidup. Para peneliti juga perlu mengetahui dosis yang efektif dan aman serta memastikan apakah pterostilben benar-benar mampu memberikan manfaat terhadap kondisi seperti obesitas, diabetes tipe 2, atau penurunan metabolisme akibat usia.

Dengan kata lain, penelitian ini belum menghasilkan terapi baru, tetapi memberikan petunjuk mengenai bagaimana salah satu senyawa alami dari buah beri dapat memengaruhi mekanisme penyimpanan dan pemecahan lemak di dalam sel otot.

Penelitian berjudul Pterostilben menekan akumulasi lipid intraseluler pada miosit C2C12 melalui stabilisasi PPARδ tersebut diterbitkan di Food Bioscience, Volume 83, pada 2026.

(Silva Yudia Azizah, Magang Universitas Negeri Surabaya)

Editor : Tim Content Writer Radar Lawu
Sumber : Science Daily
blueberry Pterostilben lemak tubuh metabolisme kesehatan