Jawa Pos Radar Lawu - Masalah kesehatan ringan terkadang muncul tanpa diduga, salah satunya mata yang tiba-tiba berkedut.
Gerakannya memang kecil, tetapi jika terjadi berulang kali bisa membuat seseorang bertanya-tanya mengenai penyebabnya.
Di masyarakat, mata kedutan sering dikaitkan dengan berbagai mitos, seperti pertanda akan mendapat kabar tertentu atau sedang dibicarakan orang lain.
Namun, secara medis, kedutan pada kelopak mata memiliki penjelasan yang berkaitan dengan kontraksi otot secara spontan.
Baca Juga: Mata Mudah Lelah karena Layar? Kenali Penyebab dan Cara Menjaganya
Kelelahan Bisa Memicu Mata Kedutan
Salah satu penyebab yang cukup umum adalah tubuh yang mengalami kelelahan atau kurang tidur.
Kondisi tersebut dapat membuat otot dan saraf menjadi lebih sensitif sehingga memicu kontraksi kecil pada kelopak mata.
Kebiasaan menatap layar ponsel atau komputer terlalu lama juga dapat membuat mata mengalami ketegangan.
Mata kering dan iritasi pada area mata juga dapat menjadi pemicu.
Stres dan Kafein Berlebihan
Aktivitas sehari-hari yang membuat tubuh mengalami stres juga dapat berkaitan dengan munculnya kedutan.
Selain itu, konsumsi minuman berkafein secara berlebihan disebut sebagai salah satu faktor yang dapat memicu kondisi tersebut.
Kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol berlebihan juga dapat meningkatkan risiko mata mengalami kedutan.
Pada kondisi ringan, kedutan biasanya hanya berlangsung sebentar dan dapat menghilang dengan sendirinya.
Karena itu, mata yang sesekali berkedut tidak selalu menunjukkan adanya penyakit serius.
Bisa Berkaitan dengan Kondisi Tertentu
Meski umumnya tidak berbahaya, mata kedutan yang berlangsung lama atau semakin sering perlu diperhatikan.
Salah satu kondisi yang berkaitan dengan kedutan adalah blefarospasme.
Berbeda dengan kedutan ringan, blefarospasme dapat membuat kedua mata berkedip atau berkedut tanpa terkendali.
Pada kondisi yang lebih berat, kelopak mata bahkan dapat menutup sehingga mengganggu aktivitas.
Ada pula hemifacial spasm yang dapat menyebabkan kedutan bermula dari sekitar mata kemudian menyebar ke bagian lain pada satu sisi wajah.
Kondisi ini tergolong jarang dan berkaitan dengan gangguan pada saraf wajah.
Baca Juga: Dari Iritasi Mata ke Sesak Napas Akut: Langkah Praktis Melindungi Pernapasan di Tengah Kabut Asap
Kapan Mata Kedutan Perlu Diperiksa?
Kedutan yang tidak kunjung hilang selama beberapa minggu sebaiknya tidak diabaikan.
Pemeriksaan juga diperlukan apabila kelopak mata sulit dibuka, menutup sepenuhnya saat berkedut, atau gerakannya mulai menyebar ke bagian wajah lainnya.
Mata yang mengalami kemerahan, pembengkakan, atau mengeluarkan cairan juga menjadi tanda yang perlu diperhatikan.
Gangguan penglihatan yang muncul bersamaan dengan kedutan juga sebaiknya diperiksakan.
Untuk keluhan ringan, mencukupi waktu tidur, mengurangi kafein, mengistirahatkan mata dari layar, serta menjaga mata tetap lembap dapat membantu mengurangi pemicunya.
Kompres hangat juga dapat digunakan ketika kedutan terasa mengganggu.
(Iis Choirrunisa, Magang Politeknik Negeri Madiun)
Editor : Tim Content Writer Radar LawuSumber : berbagai sumber, alodokter