Jawa Pos Radar Lawu - Ketika suhu tubuh anak meningkat, orang tua biasanya segera mencari cara agar si kecil kembali nyaman.
Selain obat, berbagai bahan dapur juga kerap dimanfaatkan sebagai pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Salah satunya bawang merah. Bahan yang sehari-hari digunakan sebagai bumbu masakan ini sudah lama dikenal masyarakat sebagai bahan baluran ketika anak mengalami demam.
Cara penggunaannya pun beragam. Ada yang mencampurnya dengan minyak telon atau minyak kayu putih, mengoleskannya langsung ke kulit, hingga membalurkan pada beberapa bagian tubuh.
Namun, penggunaan bawang merah untuk demam anak tetap perlu dilakukan dengan hati-hati.
Bawang Merah dan Kebiasaan Tradisional Saat Anak Demam
Penggunaan bawang merah untuk demam bukan hanya dikenal di Indonesia.
AIDO Health menyebut kebiasaan membalurkan bawang merah pada anak yang mengalami demam telah dilakukan sejak dahulu, termasuk di India.
Di Indonesia sendiri, bawang merah biasanya digunakan sebagai obat luar.
Bahan tersebut dapat dipotong, diiris, ditumbuk, atau diparut sebelum dicampurkan dengan minyak tertentu.
Cara penggunaannya berbeda-beda, termasuk memasukkan bawang merah ke dalam kaus kaki yang kemudian dikenakan anak ketika tidur.
Meski termasuk pengobatan tradisional, orang tua tetap perlu memperhatikan kondisi kulit anak dan tidak mengabaikan penanganan medis ketika demam disertai gejala yang mengkhawatirkan.
Cara Menggunakan Bawang Merah pada Anak
Bawang Merah Dicampur Minyak
AIDO Health menyebut bawang merah dapat dicampur dengan minyak telon atau minyak kayu putih.
Caranya, siapkan sekitar dua hingga tiga siung bawang merah. Setelah dikupas, bawang diiris dengan ukuran yang tidak terlalu tipis.
Selanjutnya, campurkan dengan sedikit minyak agar lebih mudah dibalurkan pada tubuh.
Klik Dokter juga menyebut beberapa pilihan minyak yang dapat digunakan dalam praktik tradisional, seperti minyak telon, minyak kayu putih, atau minyak zaitun.
Dibuat Baluran
Sumber Klik Dokter menyebut sekitar tiga sampai lima butir bawang merah dapat dikupas dan dicuci terlebih dahulu.
Bawang kemudian digerus, diiris, atau diparut, tetapi tidak perlu dibuat terlalu halus.
Setelah dicampur sedikit minyak, ramuan tersebut secara tradisional dapat dibalurkan pada beberapa bagian tubuh.
Area yang disebut antara lain:
-
Dada
-
Perut
-
Punggung
-
Lipatan lengan
-
Paha
-
Telapak kaki
-
Leher
Baluran dapat dilakukan sambil memberikan pijatan ringan agar anak tetap merasa nyaman.
Bawang Merah Dipotong Langsung
Cara lainnya adalah membelah bawang merah menjadi dua bagian kemudian mengoleskannya secara langsung pada kulit.
AIDO Health menyebut bagian tubuh seperti punggung, telapak kaki, ubun-ubun, lipatan tangan, dan dada sebagai area yang secara tradisional digunakan untuk membalurkan bawang merah.
Namun, orang tua perlu berhati-hati ketika mengoleskan bahan apa pun pada kulit anak. Jika muncul kemerahan, rasa perih, gatal, atau iritasi, penggunaan sebaiknya dihentikan.
Kandungan Bawang Merah yang Disebut Bermanfaat
Bawang merah mengandung sejumlah senyawa yang membuatnya banyak digunakan dalam pengobatan tradisional.
AIDO Health menyebut adanya organosulfur yang memiliki sifat antijamur, antibakteri, dan antivirus.
Bawang merah juga mengandung sejumlah zat gizi seperti zinc, magnesium, folat, zat besi, dan fosfor.
Sementara itu, Klik Dokter menyebut bawang merah memiliki kandungan polifenol yang berperan sebagai antioksidan.
Ada pula senyawa kuersetin yang dalam sejumlah penelitian dikaitkan dengan respons alergi.
Meski memiliki berbagai kandungan tersebut, manfaat bawang merah untuk kesehatan tidak otomatis berarti bawang merah dapat menggantikan obat atau pemeriksaan dokter ketika anak mengalami demam.
Jangan Abaikan Kondisi Anak
Demam tidak hanya perlu dilihat dari angka pada termometer. Kondisi anak secara keseluruhan juga penting diperhatikan.
KlikDokter menyarankan orang tua membawa anak mendapatkan pemeriksaan medis dalam sejumlah kondisi tertentu.
Seperti bayi berusia kurang dari tiga bulan yang mengalami demam, anak usia 3–36 bulan dengan demam lebih dari tiga hari atau suhu di atas 39 derajat Celsius, serta anak dengan suhu tubuh lebih dari 40 derajat Celsius.
Pemeriksaan juga diperlukan apabila demam disertai kejang, ruam, atau terjadi berulang dalam waktu lebih dari tujuh hari.
Anak dengan penyakit kronis juga memerlukan perhatian medis lebih lanjut.
Bawang Merah Hanya Sebagai Pengobatan Tradisional
Penggunaan bawang merah ketika anak demam telah menjadi kebiasaan yang dikenal di masyarakat.
Cara pengaplikasiannya pun cukup beragam, mulai dari dicampur minyak hingga dibalurkan langsung pada kulit.
Namun, orang tua tetap perlu memahami bahwa cara tradisional tersebut tidak boleh membuat tanda bahaya pada anak terabaikan.
Jika demam tinggi, berlangsung lama, atau disertai gejala lain yang mengkhawatirkan, pemeriksaan oleh tenaga medis menjadi hal yang lebih penting. Terlebih pada bayi dan anak dengan kondisi kesehatan tertentu.
(Iis Choirrunisa, Magang Politeknik Negeri Madiun)
Editor : Tim Content Writer Radar LawuSumber : AIDO Health, Klik dokter