Tangan Lama Terendam Air Bikin Jari Keriput, Ternyata Tubuh Punya Respons Alami

Tim Content Writer Radar Lawu • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 15:41 WIB
Ilustrasi Tangan Keriput Saat Terendam Air Terlalu Lama @Viva Bali
Ilustrasi Tangan Keriput Saat Terendam Air Terlalu Lama @Viva Bali

Jawa Pos Radar Lawu - Seusai mandi, mencuci piring, atau berenang, permukaan jari tangan terkadang berubah menjadi bergelombang.

Kulit tampak berkerut seperti kismis, terutama pada bagian telapak dan ujung jari.

Perubahan tersebut biasanya hanya berlangsung sementara. Setelah tangan dikeringkan dan dibiarkan beberapa saat, tekstur kulit akan kembali seperti semula.

Meski terlihat sederhana, jari yang keriput ketika terkena air ternyata berkaitan dengan proses biologis yang cukup menarik.

Baca Juga: Kulit Tiba-tiba Muncul Ruam atau Bercak? Waspadai 6 Tanda Awal Autoimun Ini Sebelum Terlambat

Bukan Karena Kulit Menjadi Tua

Jari tangan yang keriput setelah terendam air dikenal dengan istilah aquatic wrinkling atau kerutan akuatik.

Kondisi ini paling sering terlihat pada telapak tangan, jari, dan telapak kaki.

Pada awalnya, fenomena tersebut sering dikaitkan dengan proses osmosis.

Lapisan terluar kulit yang disebut stratum korneum dapat menyerap air. Lapisan ini tersusun atas sel kulit mati yang mengandung keratin.

Ketika tangan terlalu lama berada di dalam air, keratin akan menyerap cairan sehingga lapisan kulit terluar mengalami pembengkakan.

Namun, bagian kulit di bawahnya tidak ikut mengembang dengan cara yang sama.

Perbedaan tersebut kemudian membuat permukaan kulit membentuk lipatan atau kerutan sementara.

Lapisan kulit pada telapak tangan dan kaki memang lebih tebal dibandingkan bagian tubuh lainnya.

Hal ini yang membuat kerutan lebih mudah terlihat di dua area tersebut.

Kuku juga dapat menjadi lebih lunak setelah terkena air karena mengandung keratin.

Sistem Saraf Ikut Berperan

Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa jari keriput bukan hanya disebabkan oleh kulit yang menyerap air.

Sistem saraf otonom ternyata turut mengatur perubahan tersebut.

Saat tangan berada di dalam air, sistem saraf mengirimkan sinyal kepada pembuluh darah di bawah kulit.

Pembuluh darah kemudian menyempit atau mengalami vasokonstriksi. 

Kondisi ini membuat volume darah di area tersebut berkurang sehingga lapisan kulit bagian dalam sedikit menyusut.

Kulit terluar yang sudah menyerap air akhirnya membentuk kerutan karena menyesuaikan diri dengan perubahan pada jaringan di bawahnya.

Reaksi tersebut berlangsung secara otomatis tanpa perlu dikendalikan secara sadar.

Hal ini juga menjelaskan mengapa kerutan tidak langsung muncul ketika tangan terkena cipratan air.

Biasanya, jari mulai tampak keriput setelah berada di dalam air selama beberapa menit secara terus-menerus.

Mengapa Hanya Jari Tangan dan Kaki?

Bagian tubuh lain yang ikut terendam air umumnya tidak menunjukkan kerutan dengan pola yang sama.

Telapak tangan dan kaki memiliki lapisan kulit yang lebih tebal serta kepadatan ujung saraf dan pembuluh darah yang berbeda.

Selain itu, kerutan pada jari diduga memiliki hubungan dengan kemampuan tubuh beradaptasi ketika berada di permukaan basah.

Pola lipatan tersebut dianggap menyerupai alur pada ban kendaraan yang membantu meningkatkan daya cengkeram.

Meski begitu, manfaat kerutan jari sebagai bentuk adaptasi masih menjadi bahan perdebatan.

Sejumlah penelitian menemukan bahwa jari keriput dapat membantu menggenggam benda tertentu dalam kondisi basah. 

Namun, penelitian lain tidak menemukan perbedaan yang berarti ketika digunakan untuk memegang benda berukuran lebih besar.

Artinya, kerutan pada jari kemungkinan merupakan respons alami tubuh, tetapi manfaat evolusionernya belum sepenuhnya dipastikan.

Kapan Jari Keriput Perlu Diwaspadai?

Dalam sebagian besar kasus, tangan keriput setelah terkena air merupakan kondisi normal dan tidak berbahaya.

Kerutan biasanya menghilang setelah tangan dikeringkan dan tidak lagi terendam.

Namun, kondisi tersebut perlu diperhatikan apabila muncul terlalu cepat, berlangsung lama, atau disertai keluhan lain.

Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain kulit terasa sangat kering, gatal, kemerahan, nyeri, perubahan warna, atau muncul luka.

Masalah kulit seperti dermatitis dapat membuat lapisan pelindung kulit terganggu sehingga reaksinya terhadap air berubah.

Keringat berlebihan juga dapat membuat kulit terus-menerus lembap dan lebih mudah mengalami perubahan tekstur.

Pada kondisi tertentu, gangguan sirkulasi, diabetes, atau masalah pada sistem saraf juga dapat memengaruhi kesehatan kulit.

Meski demikian, jari keriput saja tidak cukup untuk menjadi tanda bahwa seseorang mengalami penyakit tertentu.

Cara Menjaga Kondisi Kulit Tangan

Agar kulit tangan tetap sehat, hindari merendam tangan terlalu lama jika tidak diperlukan.

Setelah mencuci tangan atau melakukan pekerjaan rumah tangga, keringkan kulit dengan lembut.

Penggunaan pelembap juga dapat membantu menjaga lapisan pelindung kulit, terutama jika tangan sering terkena sabun atau deterjen.

Sarung tangan dapat digunakan ketika mencuci piring atau melakukan pekerjaan yang melibatkan air dalam waktu lama.

(Iis Choirrunisa, Magang Politeknik Negeri Madiun)

Editor : Tim Content Writer Radar Lawu
Sumber : Halodoc, hello sehat
Jari Keriput Terendam Air kesehatan kulit tangan