Jawa Pos Radar Lawu - Mual, sakit perut, kehilangan nafsu makan, hingga tubuh terasa tidak nyaman bisa muncul ketika seseorang mengalami gangguan pencernaan yang ternyata keluhan tersebut juga dapat ditemukan pada kondisi yang berbeda, termasuk asam lambung dan tipes.
Sekilas, keduanya memang dapat terlihat serupa namun, asam lambung dan tipes sebenarnya merupakan dua kondisi yang berbeda.
Asam lambung berkaitan dengan naiknya isi lambung ke kerongkongan, sedangkan tipes atau demam tifoid disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella Typhi.
Baca Juga: Atasi Gangguan Lambung, Ini Tips Hidup Sehat Bebas dari GERD
Apa Bedanya Asam Lambung dan Tipes?
Tipes atau demam tifoid merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Salmonella Typhi yang dapat masuk ke tubuh melalui makanan atau minuman yang telah terkontaminasi dan kemudian menyebabkan infeksi pada saluran pencernaan.
Sementara itu, refluks asam terjadi ketika isi lambung, termasuk asam lambung, mengalir kembali ke kerongkongan dan jika refluks terjadi berulang dan menimbulkan keluhan yang mengganggu, kondisi ini dapat dikenal sebagai GERD.
Gejala Tipes dan Asam Lambung Tidak Sepenuhnya Sama
Gejala yang Umum pada Tipes
Tipes biasanya ditandai dengan demam yang berlangsung selama beberapa hari dan dapat disertai berbagai keluhan lain, seperti:
- Demam yang dapat meningkat secara bertahap.
- Tubuh terasa lemah dan mudah lelah.
- Sakit kepala.
- Nyeri otot.
- Nafsu makan menurun.
- Mual atau muntah.
- Sakit perut.
- Diare atau sembelit.
Gejala yang Lebih Khas pada Asam Lambung
Keluhan akibat refluks asam lebih sering berkaitan dengan dada dan bagian atas perut. Beberapa gejala yang dapat muncul meliputi:
- Sensasi terbakar di dada atau heartburn.
- Rasa asam atau pahit yang naik ke mulut.
- Nyeri atau rasa tidak nyaman di ulu hati.
- Mual.
- Kesulitan menelan atau sensasi seperti ada sesuatu yang mengganjal di tenggorokan.
- Batuk atau suara serak pada sebagian orang.
Keluhan refluks dapat lebih terasa setelah makan dalam jumlah banyak atau ketika seseorang langsung berbaring setelah makan.
Apakah Tipes Bisa Memicu Keluhan Asam Lambung?
Keduanya memang dapat muncul bersamaan, tetapi bukan berarti tipes secara langsung menyebabkan penyakit asam lambung karena ketika mengalami infeksi, tubuh dapat mengalami berbagai perubahan, termasuk gangguan pada saluran pencernaan dan perubahan pola makan.
Mual, muntah, atau nyeri pada bagian perut akibat tipes juga dapat terasa seperti gangguan lambung sehingga gejalanya hampir sama jadi jangan menyimpulkan sendiri keluhan tersebut.
Selain itu, klaim bahwa tipes pasti menyebabkan tukak lambung juga tidak tepat karena komplikasi demam tifoid memang dapat terjadi pada kasus tertentu, tetapi diagnosis dan tingkat keparahannya perlu ditentukan melalui pemeriksaan medis.
Penanganannya Juga Berbeda
Penanganan Tipes
Karena tipes disebabkan oleh bakteri, dokter dapat memberikan antibiotik sesuai kondisi pasien dan pertimbangan medis sehingga tidak diperkenankan meminum antibiotik secara sembarangan.
Selain pengobatan dari dokter, penderita juga perlu menjaga asupan cairan, mendapatkan istirahat yang cukup, serta mengonsumsi makanan sesuai kemampuan tubuh.
Antibiotik yang diresepkan juga perlu digunakan sesuai petunjuk tenaga medis dan tidak dihentikan sendiri hanya karena kondisi mulai membaik.
Penanganan Asam Lambung
Penanganan refluks dapat meliputi perubahan kebiasaan makan dan gaya hidup seperti menghindari makanan atau minuman yang terbukti memicu keluhan pada diri sendiri, tidak langsung berbaring setelah makan, serta mengatur porsi makan agar tidak terlalu berlebihan.
Jika keluhan sering kambuh atau mengganggu aktivitas, dokter dapat menentukan apakah diperlukan obat untuk mengurangi gejala atau produksi asam lambung.
Baca Juga: 5 Orang Ini Sebaiknya Tidak Makan Nanas, Salah Satunya Penderita GERD
Cara Mengurangi Risiko Tipes dan Asam Lambung
Untuk mengurangi risiko tipes, biasakan:
- Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum makan dan setelah menggunakan toilet.
- Memastikan makanan dan minuman dikonsumsi dalam kondisi higienis.
- Memasak makanan hingga matang.
- Menghindari makanan atau minuman yang kebersihannya tidak terjamin.
- Mempertimbangkan vaksinasi tifoid berdasarkan rekomendasi tenaga kesehatan, terutama bagi orang yang memiliki risiko paparan lebih tinggi.
Sementara itu, untuk membantu mengurangi keluhan refluks, seseorang dapat menjaga pola makan secara teratur dan memperhatikan makanan atau minuman yang menjadi pemicu pribadi.
Kemudian bisaa juga dengan mengelola stres dan menjaga kebiasaan tidur yang baik juga dapat mendukung kesehatan secara keseluruhan.
Kapan Harus Memeriksakan Diri?
Jika ada gejala seperti demam tinggi yang menetap, nyeri perut berat, muntah berulang, tubuh sangat lemas, sulit mendapatkan cukup cairan, atau muncul gejala yang semakin memburuk merupakan alasan untuk segera mendapatkan pemeriksaan medis.
Pemeriksaan dokter diperlukan untuk mencari penyebab keluhan, terutama karena gejala tipes dan gangguan pencernaan lainnya dapat saling menyerupai.
(Auliya Nur Aisyah, Magang Politeknik Negeri Madiun)
Editor : Tim Content Writer Radar LawuSumber : alodokter