Jawa Pos Radar Lawu - Baju berwarna yang baru saja hendak dipakai tiba-tiba dipenuhi bintik hitam tentu bisa membuat kesal. Selain membuat pakaian terlihat kotor dan tidak terawat, noda tersebut terkadang disertai bau apek yang sulit dihilangkan.
Kondisi ini umumnya berkaitan dengan pertumbuhan jamur akibat pakaian atau tempat penyimpanan yang terlalu lembap. Pakaian yang selalu berbintik hitam tidak harus langsung dibuang.
Beberapa bahan rumahan seperti cuka putih, baking soda, dan lemon dapat digunakan untuk membantu membersihkan noda tersebut. Meski begitu, penggunaannya tetap perlu disesuaikan dengan jenis dan ketahanan warna kain.
Bintik hitam pada pakaian biasanya merupakan tanda pertumbuhan jamur atau kapang. Mikroorganisme tersebut lebih mudah berkembang di tempat yang lembap dan minim sirkulasi udara.
Pakaian yang belum benar-benar kering ketika dimasukkan ke dalam lemari menjadi salah satu kondisi yang mendukung pertumbuhan jamur. Hal serupa dapat terjadi ketika pakaian basah dibiarkan menumpuk setelah terkena keringat atau air.
Selain kelembapan, beberapa faktor lain juga dapat mempercepat munculnya jamur, seperti:
- Lemari pakaian terlalu lembap.
- Sirkulasi udara di tempat penyimpanan buruk.
- Pakaian disimpan sebelum benar-benar kering.
- Terdapat sisa deterjen atau kotoran pada serat kain.
- Mesin cuci jarang dibersihkan.
Cara Membersihkan Bintik Hitam di Baju Berwarna
1. Rendam dengan Cuka Putih
Cuka putih dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu membersihkan pakaian yang terkena jamur sekaligus mengurangi bau apek.
Caranya cukup sederhana. Campurkan cuka putih dan air hangat dengan perbandingan yang sama, kemudian masukkan pakaian ke dalam larutan tersebut. Pastikan bagian yang terkena bintik hitam terendam.
Diamkan sekitar 15–30 menit. Setelah itu, gosok perlahan noda menggunakan sikat berbulu lembut agar serat pakaian tidak rusak. Lanjutkan dengan mencuci pakaian menggunakan deterjen seperti biasa.
Baca Juga: Awas, Baju Baru Jangan Langsung Dipakai! Ini Alasan Penting Mencuci Pakaian sebelum Dikenakan
Setelah dicuci, keringkan pakaian sampai benar-benar tidak lembap. Jika kondisi dan label perawatan pakaian memungkinkan, menjemurnya di bawah sinar matahari dapat membantu proses pengeringan.
2. Gunakan Pasta Baking Soda
Baking soda juga dapat digunakan sebagai bahan pembersih tambahan untuk membantu mengangkat noda dan mengurangi bau tidak sedap.
Campurkan baking soda dengan sedikit air sampai menghasilkan pasta. Oleskan pada area yang memiliki bintik hitam, kemudian gosok secara perlahan menggunakan jari atau sikat lembut.
Biarkan sekitar 30 menit sebelum pakaian dibilas. Setelah pasta terangkat, cuci pakaian menggunakan deterjen dan keringkan hingga sempurna.
3. Manfaatkan Lemon dan Sinar Matahari
Perasan lemon dapat menjadi alternatif untuk membantu menangani noda pada pakaian. Namun, karena sifat asamnya dapat memengaruhi sebagian jenis kain atau warna, penggunaannya sebaiknya didahului dengan pengujian pada area kecil.
Oleskan sedikit perasan lemon pada bagian yang terkena noda, kemudian jemur pakaian hingga kering. Setelah itu, cuci pakaian seperti biasa untuk menghilangkan sisa lemon.
Penting: jangan mengandalkan sinar matahari sebagai satu-satunya cara untuk membunuh jamur pada pakaian. Pengeringan menyeluruh dan pencucian tetap menjadi bagian penting dalam proses pembersihan.
Jangan Lupa Cegah Jamur Muncul Lagi
Beberapa kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan antara lain:
- Jangan menunda mencuci pakaian yang sudah basah oleh keringat atau air.
- Pastikan pakaian benar-benar kering sebelum dilipat dan disimpan.
- Hindari menjejalkan terlalu banyak pakaian ke dalam lemari.
- Gunakan penyerap kelembapan jika area penyimpanan terasa lembap.
- Buka pintu lemari secara berkala agar udara dapat bersirkulasi.
- Bersihkan mesin cuci secara rutin untuk mencegah penumpukan kotoran dan jamur.
Bintik Hitam pada Pakaian Perlu Diwaspadai
Bintik hitam yang muncul pada pakaian memang terutama menjadi persoalan kebersihan dan penampilan. Namun, pakaian yang ditumbuhi jamur juga dapat menjadi sumber paparan spora.
Orang yang memiliki sensitivitas terhadap jamur dapat mengalami reaksi alergi setelah terpapar. Gejalanya dapat berupa bersin, batuk, mata terasa gatal, atau keluhan pernapasan lainnya. Kontak kulit dengan jamur juga berpotensi menyebabkan iritasi pada sebagian orang.
Jika pertumbuhan jamur sudah sangat luas, noda tidak kunjung hilang meski telah dibersihkan, atau muncul keluhan kesehatan setelah menggunakan pakaian tersebut, sebaiknya hentikan penggunaannya dan pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan tenaga medis.(*)
(Azarine Nirwasita Zada, Magang Politeknik Negeri Madiun)
Editor : Tim Content Writer Radar LawuSumber : halodoc.com