Dari Iritasi Mata ke Sesak Napas Akut: Langkah Praktis Melindungi Pernapasan di Tengah Kabut Asap

Tim Content Writer Radar Lawu • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 13:21 WIB
Lindungi Diri dari Asap Karhutla. Foto: Facebook
Lindungi Diri dari Asap Karhutla. Foto: Facebook

Jawa Pos Radar Lawu - Langit menguning, jarak pandang menyusut, dan setiap tarikan napas terasa berat. Di balik pemandangan suram itu, kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membawa lebih dari sekadar gangguan visual.

Membawa partikel halus dan gas beracun yang mampu menembus jauh ke dalam paru-paru, bahkan memicu masalah kesehatan serius dalam waktu singkat.

Kemenkes RI mencatat, paparan asap karhutla meningkatkan risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), memperburuk asma dan penyakit paru, serta membebani jantung terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, dan penderita penyakit kronik.

Kabut asap karhutla adalah campuran kompleks dari gas dan partikel berukuran sangat kecil. Salah satu komponen paling berbahaya adalah particulate matter 2.5 (PM2.5), yaitu partikel dengan diameter kurang lebih 2,5 mikrometer.

Ukurannya yang mikroskopis memungkinkan PM2.5:

Semakin tinggi konsentrasi PM2.5 dan semakin lama seseorang terpajan, semakin besar pula risiko gangguan kesehatan yang timbul. 

Berikut beberapa dampak yang sering muncul:

Kelompok yang perlu mendapat perlindungan ekstra meliputi:

Cara Melindungi Diri dari Pajanan Asap: Langkah Praktis yang Bisa Dilakukan Hari Ini

1. Pantau Kualitas Udara Sebelum Beraktivitas

Baca Juga: 1.923 Titik Panas Terdeteksi di Papua Tengah, Nabire Terbanyak dan Terancam Karhutla

Periksa informasi kualitas udara (misalnya melalui aplikasi atau situs pemantau kualitas udara) sebelum beraktivitas di luar rumah. Kurangi aktivitas di luar ruangan, terutama olahraga atau kegiatan berat, ketika kualitas udara sedang buruk.

2. Gunakan Masker yang Sesuai

Jika harus keluar rumah, gunakan masker atau respirator yang mampu menyaring partikel halus, seperti N95. Pastikan ukuran sesuai dan terpasang rapat pada wajah agar tidak ada kebocoran di sisi masker.

3. Tutup Pintu dan Jendela, Ciptakan “Ruang Bersih” di Rumah

Saat kabut asap sedang pekat, tutup pintu dan jendela untuk mengurangi masuknya udara tercemar ke dalam ruangan. Gunakan penyaring udara (air purifier) apabila tersedia.

4. Jaga Kondisi Tubuh Tetap Prima

Cukupi kebutuhan cairan, istirahat, dan konsumsi makanan bergizi untuk membantu tubuh lebih tahan terhadap paparan polutan.

5. Segera Periksa Jika Muncul Keluhan

Jangan mengabaikan batuk, sesak napas, nyeri menelan, atau keluhan lain yang muncul selama terpajan kabut asap terutama jika keluhan semakin berat atau tidak kunjung membaik. Segera periksakan diri ke dokter.(*)

(Azarine Nirwasita Zada, Magang Politeknik Negeri Madiun) 

Editor : Tim Content Writer Radar Lawu
Sumber : rspremierjatinegara
kabut asap Asap Karhutla Kesehatan Pernapasan Iritasi Mata ke Sesak Napas Dampak PM2.5