Bukan Makin Bersih, Kebiasaan Mengorek Telinga Justru Bisa Picu Masalah Kesehatan

Tim Content Writer Radar Lawu • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 14:20 WIB
Membersihkan Telinga Setiap Hari Aman atau Berbahaya. Foto: Sisi Terang
Membersihkan Telinga Setiap Hari Aman atau Berbahaya. Foto: Semen Padang Hospital

Jawa Pos Radar Lawu - Pernah merasa telinga seperti penuh karena ada kotoran yang menempel? Tanpa banyak berpikir, tangan biasanya langsung mencari cotton bud.

Sedikit demi sedikit kotoran dikeluarkan hingga telinga terasa lebih bersih. Namun, kebiasaan yang terlihat sepele ini ternyata tidak selalu aman jika dilakukan terlalu sering.

Alih-alih membuat telinga semakin bersih, memasukkan cotton bud terlalu dalam justru dapat mengganggu mekanisme alami telinga dalam membersihkan dirinya sendiri.

Bahkan, kebiasaan tersebut bisa menimbulkan luka, perdarahan, infeksi, hingga gangguan pendengaran.

Telinga memiliki mekanisme alami untuk menjaga kebersihannya. Bentuk liang telinga yang tidak lurus membantu menghambat kotoran dari luar agar tidak mudah mencapai bagian dalam.

Selain itu, telinga juga menghasilkan serumen, yaitu zat lengket yang sering disebut sebagai kotoran atau tahi telinga. Warnanya umumnya kecokelatan hingga kekuningan.

Serumen bukan sekadar kotoran yang harus segera dibuang. Zat ini justru memiliki fungsi penting untuk menangkap debu dan partikel asing yang masuk ke telinga.

Setelah mengering, kotoran tersebut secara perlahan akan terdorong keluar melalui mekanisme alami telinga.

Serumen juga berperan menjaga kelembapan sekaligus memberikan perlindungan pada liang telinga. Karena itu, telinga yang terlalu sering dibersihkan hingga kehilangan serumen justru dapat terasa kering dan gatal.

Mengorek Telinga Terlalu Sering Bisa Berbahaya

Baca Juga: Sering Mendengar Suara “Nging” di Telinga? Begini Cara Meredakannya

Masalah biasanya muncul ketika serumen terasa menumpuk. Banyak orang kemudian menggunakan cotton bud untuk mengeluarkannya. Sayangnya, tindakan tersebut tidak selalu membuat kotoran keluar.

Cotton bud justru bisa mendorong serumen semakin jauh ke dalam liang telinga. Jika dilakukan berulang kali atau dengan tekanan berlebihan, jaringan di dalam telinga juga berisiko mengalami cedera.

1. Bisa Menyebabkan Perdarahan

Memasukkan cotton bud terlalu dalam atau menggunakannya dengan tekanan kuat dapat melukai dinding liang telinga. Luka tersebut kemudian bisa menimbulkan perdarahan.

Cedera juga dapat terjadi ketika seseorang terlalu agresif mengorek telinga karena ingin memastikan seluruh kotoran benar-benar terangkat.

2. Berisiko Mengganggu Pendengaran

Kebiasaan mengorek telinga juga dapat menjadi masalah apabila cotton bud masuk terlalu jauh hingga memberikan tekanan pada gendang telinga.

Cedera pada bagian tersebut dapat mengganggu fungsi pendengaran. Karena itu, rasa penasaran untuk mengeluarkan kotoran sampai ke bagian terdalam justru bisa berakhir pada masalah yang lebih serius.

3. Memicu Infeksi pada Telinga

Telinga yang sering dikorek juga lebih rentan mengalami iritasi dan infeksi. Luka kecil pada liang telinga dapat menjadi jalan masuk bagi bakteri.

Baca Juga: Telinga Tak Harus Dikorek, Ini Cara Aman Membersihkannya Tanpa Cotton Bud

Infeksi dapat menyebabkan rasa sakit dan munculnya nanah di sekitar liang telinga. Jika kondisinya semakin parah, infeksi bahkan dapat meningkatkan risiko gendang telinga mengalami kebocoran atau pecah yang kemudian berpengaruh terhadap kemampuan mendengar.

Cara Membersihkan Telinga yang Aman

Jika kotoran hanya terlihat di bagian luar telinga, kamu tidak perlu memasukkan cotton bud jauh ke dalam liang telinga. Bagian luar cukup dibersihkan secara perlahan menggunakan waslap atau kain yang lembut.

Untuk serumen yang terasa keras atau menumpuk, terdapat beberapa bahan yang dapat digunakan untuk membantu melunakkannya, seperti baby oil, minyak mineral, gliserin, atau hidrogen peroksida.

Hindari Membersihkan Telinga dengan Ear Candle

Selain cotton bud, ear candle juga sebaiknya tidak digunakan sebagai metode membersihkan telinga. Metode ini tidak terbukti efektif mengeluarkan kotoran telinga dan justru dapat menyebabkan cedera atau luka bakar.

Harus Memeriksakan Telinga ke Dokter

Jika kotoran telinga terasa menumpuk hingga menyebabkan rasa tidak nyaman, telinga tersumbat, nyeri, atau pendengaran berkurang, sebaiknya jangan mencoba mengeluarkannya sendiri dengan benda yang dimasukkan ke dalam telinga.(*)

(Azarine Nirwasita Zada, Magang Politeknik Negeri Madiun)

Editor : Tim Content Writer Radar Lawu
Sumber : halodoc.com
Cotton Bud Cara Membersihkan Telinga Mengorek Telinga Infeksi Kesehatan Kesehatan Telinga