Jawa Pos Radar Lawu - Menemukan kotoran atau feses yang berbusa mungkin membuat seseorang merasa penasaran, terutama jika disertai dengan diare, perut kembung, atau rasa nyeri.
Feses berbusa bukan sekadar perubahan bentuk yang bisa dianggap remeh. Dalam beberapa keadaan, munculnya kondisi ini bisa berhubungan dengan masalah pencernaan atau kesulitan tubuh dalam menyerap nutrisi.
Feses yang tampak berbusa dapat muncul karena adanya gas berlebihan di dalam sistem pencernaan. Hal ini juga bisa terjadi ketika makanan tidak dicerna atau tidak diserap dengan baik. Selain itu, beberapa infeksi atau masalah pencernaan jangka panjang juga bisa memengaruhi bentuk dan karakter kotoran.
Jika feses berbusa terus terjadi, disertai diare yang berlangsung lama, penurunan berat badan, demam, adanya darah di feses, atau tanda-tanda dehidrasi, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan ke dokter.
Penyebab Feses Berbusa yang Harus Diketahui
1. Masalah Penyerapan Lemak dan Gula
Salah satu kemungkinan penyebab feses berbusa adalah masalah penyerapan, yaitu saat usus tidak bisa menyerap nutrisi tertentu dengan baik. Contohnya adalah kesulitan dalam mencerna atau menyerap lemak dan laktosa.
Nutrisi yang tidak terserap dengan baik dapat masuk ke usus besar dan kemudian difermentasi oleh bakteri di dalamnya.
Proses ini dapat menghasilkan lebih banyak gas, sehingga membuat feses tampak berbusa. Masalah penyerapan lemak juga bisa membuat feses terlihat berminyak, memiliki bau yang lebih tajam, atau sulit untuk dibuang.
Kondisi ini dapat terkait dengan berbagai masalah dalam sistem pencernaan, jadi penting untuk mencari tahu penyebab yang mendasari jika keluhan terus muncul.
2. Infeksi Parasit atau Giardiasis
BAB berbusa juga dapat menjadi salah satu tanda giardiasis, yaitu infeksi saluran pencernaan yang disebabkan oleh parasit Giardia.
Parasit tersebut dapat masuk ke tubuh melalui konsumsi air atau makanan yang telah terkontaminasi. Selain menyebabkan diare, infeksi ini dapat membuat feses menjadi lebih berbau, berminyak, dan terkadang tampak berbusa.
Baca Juga: Sering Susah Buang Air Besar? Ini 10 Buah Pelancar BAB, Nomor 4 Efeknya Langsung Terasa
Gejala lain yang dapat menyertai giardiasis antara lain:
- Perut kembung.
- Kram atau nyeri perut.
- Banyak gas.
- Mual.
- Diare.
- Rasa lelah.
Jika gejala tersebut muncul setelah bepergian, mengonsumsi air yang kualitasnya tidak terjamin, atau berada di lingkungan dengan sanitasi kurang baik, pemeriksaan medis dapat membantu memastikan penyebabnya.
3. Penyakit Celiac
Penyakit celiac merupakan kondisi ketika sistem kekebalan tubuh memberikan respons abnormal terhadap gluten. Reaksi tersebut dapat menyebabkan kerusakan pada lapisan usus halus dan mengganggu penyerapan nutrisi.
Gangguan penyerapan tersebut dapat memengaruhi karakter feses. Pada sebagian orang, feses dapat menjadi lebih banyak, berminyak, berbau, atau sulit disiram.
Keluhan lain seperti kembung, sakit perut, diare, dan penurunan berat badan juga dapat muncul. Karena gejalanya dapat menyerupai gangguan pencernaan lain, diagnosis sebaiknya dilakukan oleh tenaga medis.
4. Irritable Bowel Syndrome atau IBS
Irritable Bowel Syndrome (IBS) merupakan gangguan pada fungsi saluran pencernaan yang dapat menyebabkan perubahan pola buang air besar.
Penderitanya dapat mengalami diare, sembelit, atau bergantian antara keduanya. Gejala seperti kembung, sakit perut, dan produksi gas berlebih juga cukup umum.
Gas yang berlebihan dapat membuat feses tampak berbeda, termasuk terlihat berbusa pada kondisi tertentu. Namun, BAB berbusa tidak secara otomatis berarti seseorang mengalami IBS karena banyak kondisi lain yang juga dapat menimbulkan perubahan feses.(*)
(Azarine Nirwasita Zada, Magang Politeknik Negeri Madiun)
Editor : Tim Content Writer Radar LawuSumber : halodoc.com