Jawa Pos Radar Lawu - Segelas air memang tampak sederhana, namun mencukupi kebutuhan cairan harian adalah langkah krusial dalam mencegah batu ginjal. Saat tubuh kekurangan cairan, urine menjadi lebih pekat, sehingga zat-zat tertentu lebih mudah mengendap dan membentuk kristal.
Memenuhi kebutuhan air minum harian adalah cara terbaik dan utama untuk mencegah batu ginjal. Mengonsumsi setidaknya 3 liter air sepanjang hari dapat menjaga urine tetap jernih. Selain itu, batasi pula asupan garam serta makanan yang kaya akan oksalat.
Batu ginjal terbentuk ketika mineral dan garam dalam urine mengkristal. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa sakit yang hebat saat batu bergerak melalui saluran kemih.
Langkah Awal Mencegah Batu Ginjal Sejak Dini:
1. Penuhi Kebutuhan Cairan Tubuh
Minumlah air secara rutin untuk meningkatkan volume urine, sehingga mineral serta zat sisa di saluran kemih dapat terbuang dengan lancar. Sebaliknya, kurangnya asupan cairan akan membuat produksi urine menurun.
Urine yang sedikit cenderung lebih pekat, yang akhirnya meningkatkan konsentrasi zat-zat pemicu terbentuknya batu ginjal. Warna urine bisa menjadi indikator sederhana untuk melihat kecukupan hidrasi tubuh.
Urine yang berwarna pekat sering kali menandakan tubuh kekurangan cairan, meskipun perubahan warna tersebut juga bisa dipengaruhi oleh konsumsi makanan, obat-obatan, maupun kondisi kesehatan tertentu.
Air putih tetap menjadi pilihan terbaik. Minuman lain seperti teh, kopi, atau jus memang dapat menyumbang asupan cairan, namun Anda perlu memperhatikan kandungan gula dan bahan tambahan di dalamnya.
Kebutuhan cairan setiap orang berbeda-beda. Anjuran minum sebanyak 3 liter per hari tidak berlaku sama bagi semua orang, terutama bagi mereka yang memiliki kondisi medis tertentu atau yang sedang menjalani pembatasan cairan sesuai anjuran dokter.
2. Batasi Konsumsi Makanan Tinggi Garam
Kebiasaan mengonsumsi makanan asin secara berlebihan perlu diwaspadai. Asupan natrium yang tinggi dapat memicu pengeluaran kalsium berlebih melalui urine, sehingga meningkatkan risiko terbentuknya batu ginjal pada individu yang rentan.
Oleh karena itu, mengurangi penggunaan garam saat memasak dan membatasi makanan tinggi natrium sangat disarankan sebagai langkah pencegahan.
Berhati-hatilah terhadap makanan kemasan, makanan cepat saji, makanan instan, keripik, serta berbagai jenis makanan olahan lainnya karena umumnya mengandung kadar natrium yang tinggi.
3. Batasi Konsumsi Makanan Tinggi Oksalat
Oksalat adalah senyawa alami yang terkandung dalam berbagai jenis makanan. Dalam situasi tertentu, oksalat dapat mengikat kalsium di dalam urine, yang berisiko membentuk batu kalsium oksalat.
Beberapa contoh makanan dengan kadar oksalat tinggi meliputi:
- Bayam.
- Cokelat.
- Ubi jalar.
- Kacang-kacangan.
- Jenis teh tertentu.
Meskipun demikian, bukan berarti makanan tersebut harus dihindari sepenuhnya oleh semua orang. Pengaturan asupan oksalat sebaiknya disesuaikan dengan jenis batu ginjal serta kondisi kesehatan masing-masing individu.
Selain itu, penting untuk tetap menerapkan pola makan yang bervariasi demi memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh.
4. Perhatikan Asupan Protein Hewani
Daging merah, unggas, dan ikan memang merupakan sumber protein yang penting. Namun, konsumsi protein hewani yang berlebihan dapat memengaruhi komposisi urine, yang bagi sebagian orang berisiko meningkatkan pembentukan batu ginjal.
Oleh karena itu, terapkan pola makan seimbang dengan mengatur porsi dan jangan menjadikan protein hewani sebagai satu-satunya sumber protein.
Baca Juga: Batu Ginjal Semakin Umum Terjadi, Waspadai Gejala dan Lakukan 5 Pencegahan Ini!
Variasikan asupan protein dengan mengonsumsi protein nabati, seperti kacang-kacangan. Meski begitu, pemilihan jenis makanan harus tetap disesuaikan dengan riwayat jenis batu ginjal yang pernah diderita.
5. Jangan Menghindari Kalsium dengan Sengaja
Ada anggapan keliru bahwa kalsium adalah penyebab batu ginjal. Padahal, membatasi asupan kalsium dari makanan secara berlebihan justru bukan langkah yang tepat bagi kebanyakan orang.
Kalsium yang berasal dari makanan berfungsi mengikat oksalat di dalam saluran pencernaan, sehingga jumlah oksalat yang diserap tubuh dan masuk ke urine menjadi berkurang.
Anda tetap bisa mengonsumsi sumber kalsium seperti susu, yoghurt, dan produk olahan susu lainnya dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan harian.
Yang lebih utama adalah mencukupi kebutuhan kalsium dari makanan, serta menghindari penggunaan suplemen kalsium tanpa anjuran medis yang jelas.
6. Waspada dalam Mengonsumsi Suplemen Vitamin C
Tubuh memang memerlukan vitamin C untuk menjalankan berbagai fungsi vital. Namun, mengonsumsi suplemen vitamin C dosis tinggi secara rutin dapat meningkatkan kadar oksalat dalam urine bagi sebagian orang.
Kondisi ini patut diwaspadai, khususnya bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit batu ginjal, terutama batu kalsium oksalat.
Oleh karena itu, sangat disarankan untuk memenuhi kebutuhan vitamin C melalui sumber alami seperti buah-buahan dan sayuran.(*)
(Azarine Nirwasita Zada, Magang Politeknik Negeri Madiun)
Editor : Tim Content Writer Radar LawuSumber : halodoc.com