Sering Dianggap Sepele, Radang Amandel Bisa Picu Komplikasi: Kenali Gejalanya

Tim Content Writer Radar Lawu • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 13:15 WIB
Penyebab Amandel Mmebesar. Foto: hellosehat.com
Penyebab Amandel Membesar. Foto: hellosehat.com

Jawa Pos Radar Lawu - Sakit tenggorokan yang membuat makan dan minum tidak nyaman sering dianggap sepele. Tapi kalau disertai amandel bengkak, merah, demam, dan sakit saat menelan, itu bisa jadi tanda tonsilitis atau radang amandel.

Tonsilitis adalah peradangan pada dua amandel di bagian belakang tenggorokan. Amandel sendiri bagian dari sistem limfatik yang membantu tubuh melawan kuman.

Siapa pun bisa terkena, tapi anak-anak dan remaja usia 5-15 tahun lebih rentan. Di masa pertumbuhan, jaringan amandel anak lebih besar karena berperan dalam sistem kekebalan tubuh.

Sebagian besar kasus radang amandel membaik dalam beberapa hari. Tapi kalau keluhan berlangsung lama atau sering kambuh, perlu perhatian medis karena bisa menjadi kronis atau menimbulkan komplikasi.

Penyebab Radang Amandel

Infeksi penyebab utama. Sebagian besar karena virus, sisanya bakteri. Penularan lewat kontak dekat: berjabat tangan lalu menyentuh wajah, atau menghirup percikan batuk/bersin penderita.

Virus pemicu tonsilitis antara lain rhinovirus (pilek), influenza, enterovirus, adenovirus, dan rubella.

Selain virus dan bakteri, ada penelitian yang mengaitkan radang amandel berulang dengan biofilm (kumpulan mikroorganisme di permukaan jaringan). Faktor kekebalan dan genetik juga bisa berperan. 

Yang lebih berisiko mengalami Radang Amandel bisa dilihat dari berbagai usia, Anak 5-15 tahun paling sering terkena. Lingkungan dengan kebersihan kurang dan kontak tinggi dengan orang terinfeksi juga meningkatkan risiko.

Gejala yang Perlu Dikenali

Gejala bisa berbeda-beda. Yang umum:

Amandel juga bisa tampak ada bercak putih. Jika keluhan berat atau mengganggu napas, segera periksa ke dokter.

Baca Juga: Bangun Tidur Tenggorokan Kering? Jangan Panik, Belum Tentu Radang! Begini Cara Mengatasinya  

3 Jenis Tonsilitis

1. Akut: kurang dari 10 hari, banyak pada anak. Gejala demam, sulit menelan, lemas. Sebagian besar membaik dengan perawatan di rumah.

2. Kronis: keluhan menetap atau lama. Tanda: radang tenggorokan sering, bau mulut, batu amandel, sulit buka mulut, kelenjar bengkak, nyeri rahang/leher.

3. Berulang: 5-7 kali setahun, atau 5 kali dalam 2 tahun berturut, atau 3 kali dalam 3 tahun. Kalau sangat sering, dokter bisa menyarankan operasi angkat amandel (tonsilektomi).

Komplikasi yang Perlu Diwaspadai

Cara Mengobati Radang Amandel

Penanganan tergantung penyebab. Kalau virus, dokter sarankan perawatan untuk meredakan gejala sambil tubuh melawan infeksi. Antibiotik hanya untuk infeksi bakteri, harus sesuai resep dan dihabiskan.

Perawatan di rumah:

Jika sering kambuh dan mengganggu aktivitas, dokter bisa evaluasi tindakan lebih lanjut, termasuk operasi.(*)

(Azarine Nirwasita Zada, Magang Politeknik Negeri Madiun)

Editor : Tim Content Writer Radar Lawu
Sumber : siloamhospitals.com
Radang Amandel Tonsilitis Picu Komplikasi kesehatan sakit tenggorokan