Jawa Pos Radar Lawu - Kebiasaan kecil sering terasa saat makan. Tetapi, apa yang masuk ke dalam piring setiap hari dapat memberikan pengaruh besar terhadap kesehatan dalam jangka panjang.
Karena itu, memilih makanan bergizi menjadi salah satu bagian penting dari gaya hidup sehat untuk membantu menurunkan risiko berbagai penyakit, termasuk kanker. Kanker terjadi ketika sel-sel tubuh tumbuh dan berkembang secara tidak normal.
Dalam kondisi tersebut, sel abnormal dapat menyerang jaringan di sekitarnya dan menyebar ke organ lain. Risiko kanker sendiri dipengaruhi oleh banyak faktor, sehingga tidak ada satu jenis makanan yang dapat menjamin seseorang terbebas dari kanker.
Berikut sejumlah makanan yang memiliki kandungan senyawa atau nutrisi yang dikaitkan dengan upaya menurunkan risiko kanker.
1. Sayuran cruciferous
Brokoli, kembang kol, dan kubis termasuk kelompok sayuran cruciferous yang banyak diteliti karena kandungan senyawa alaminya. Salah satunya adalah sulforaphane, senyawa yang menjadi perhatian dalam berbagai penelitian terkait kesehatan sel.
Sayuran hijau seperti bayam, kale, dan selada juga dapat menjadi pilihan untuk memperkaya asupan sayuran sehari-hari. Kandungan serat, vitamin, mineral, dan berbagai senyawa bioaktif di dalamnya membuat sayuran berdaun hijau penting dalam pola makan seimbang.
2. Tomat dan wortel
Tomat dan wortel juga termasuk bahan makanan yang mudah ditemukan dan dapat dimasukkan ke dalam berbagai menu.
Tomat memiliki kandungan likopen, sedangkan wortel kaya akan beta-karoten. Keduanya merupakan senyawa yang memiliki aktivitas antioksidan dan banyak dipelajari kaitannya dengan kesehatan tubuh.
Mengonsumsi keduanya sebagai bagian dari menu sehari-hari dapat menjadi cara sederhana untuk meningkatkan asupan sayuran.
3. Buah-buahan kaya antioksidan
Buah-buahan dapat menjadi sumber berbagai vitamin, mineral, serat, dan senyawa bioaktif. Kelompok buah sitrus seperti jeruk, lemon, dan jeruk nipis serta berbagai jenis berry seperti blueberry, strawberry, raspberry, dan blackberry termasuk buah yang kaya akan senyawa antioksidan.
Baca Juga: Kurang Vitamin D Bisa Picu Kanker Usus Besar? Risiko Penyakit Ini Disebut Lebih Tinggi Diidap Wanita
Selain itu, apel, cherry, grapefruit, dan anggur juga sering masuk dalam pembahasan mengenai pola makan yang mendukung pencegahan kanker.
Alih-alih hanya mengandalkan satu jenis buah, mengonsumsi berbagai macam buah secara bergantian dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh.
4. Flaxseed atau biji rami
Biji rami atau flaxseed mengandung serat, asam lemak omega-3 jenis ALA, serta sejumlah senyawa tanaman yang menarik perhatian dalam penelitian kesehatan.
Beberapa penelitian telah mengeksplorasi hubungan konsumsi flaxseed dengan kanker, termasuk kanker prostat. Namun, temuan tersebut tidak berarti biji rami dapat digunakan sebagai terapi untuk mengobati kanker.
Cara yang lebih tepat adalah menjadikannya sebagai salah satu bagian dari pola makan sehat dan beragam.
5. Rempah-rempah seperti kunyit dan kayu manis
Rempah-rempah tidak hanya berfungsi memberikan aroma dan rasa pada makanan. Sejumlah rempah juga mengandung senyawa bioaktif yang sedang diteliti karena potensinya terhadap kesehatan.
Kunyit, misalnya, mengandung kurkumin. Senyawa tersebut telah banyak diteliti dalam penelitian laboratorium dan berbagai studi terkait peradangan serta kanker.
Meski menarik, bukti mengenai manfaat kurkumin untuk mencegah kanker pada manusia masih terus berkembang. Oleh karena itu, kunyit sebaiknya dipandang sebagai bagian dari pola makan, bukan sebagai obat kanker.
6. Minyak zaitun
Minyak zaitun terutama jenis extra virgin olive oil dikenal sebagai salah satu sumber lemak tak jenuh yang banyak digunakan dalam pola makan Mediterania.
Kandungan senyawa fenolik dan lemak tak jenuh di dalamnya membuat minyak zaitun banyak dikaji dalam penelitian mengenai kesehatan jantung dan penyakit kronis.
Baca Juga: Benarkah Kopi dan Teh Bisa Turunkan Risiko Kanker? Ini Penjelasan Studi Terbaru
Penggunaannya dapat menjadi alternatif untuk menggantikan sumber lemak tertentu yang lebih tinggi lemak jenuh. Namun, jumlah konsumsi tetap perlu diperhatikan karena minyak zaitun tetap mengandung kalori yang cukup tinggi.
7. Bawang putih
Bawang putih menjadi salah satu bahan dapur yang juga menarik perhatian dalam penelitian mengenai kanker.
Ketika bawang putih dihancurkan atau dipotong, terbentuk berbagai senyawa sulfur, termasuk allicin. Senyawa tersebut memiliki aktivitas biologis yang telah diteliti dalam berbagai penelitian.
Bawang putih dapat ditambahkan ke dalam masakan sehari-hari untuk memberikan rasa sekaligus memperkaya variasi makanan.
8. Produk olahan susu
Produk susu tertentu, terutama produk fermentasi seperti yoghurt, dapat menjadi sumber protein, kalsium, serta sejumlah nutrisi lainnya.
Sejumlah penelitian juga menemukan adanya hubungan antara konsumsi produk susu dan risiko kanker kolorektal atau kanker usus besar. Namun, jenis produk, jumlah konsumsi, serta keseluruhan pola makan tetap perlu diperhatikan.
9. Teh dan kopi
Teh dan kopi merupakan dua minuman yang mengandung berbagai senyawa bioaktif. Teh, misalnya, memiliki polifenol, sementara kopi mengandung beragam senyawa yang terbentuk secara alami maupun selama proses pemanggangan biji.
Sejumlah penelitian observasional menemukan hubungan antara konsumsi kopi atau teh dengan risiko beberapa jenis kanker tertentu. Meski demikian, hubungan tersebut tidak otomatis membuktikan bahwa minuman tersebut dapat mencegah kanker.
Perhatikan pula cara penyajiannya. Menambahkan terlalu banyak gula dapat mengurangi manfaat dari pola konsumsi yang sehat.
10. Ikan
Ikan merupakan sumber protein berkualitas dan menyediakan berbagai nutrisi penting. Ikan berlemak seperti salmon dan ikan kembung juga mengandung asam lemak omega-3.
Beberapa penelitian telah melihat hubungan antara konsumsi ikan dan risiko berbagai penyakit kronis, termasuk jenis kanker tertentu. Namun, hasil penelitian dapat berbeda tergantung jenis ikan, jumlah konsumsi, metode pengolahan, dan faktor gaya hidup lainnya.
Mengonsumsi ikan sebagai bagian dari pola makan seimbang dapat menjadi pilihan yang baik untuk memenuhi kebutuhan protein dan nutrisi. Menambahkan makanan sehat ke dalam menu harian merupakan langkah positif, tetapi pencegahan kanker tidak berhenti pada apa yang dikonsumsi.
Aktivitas fisik secara rutin, menjaga berat badan tetap sehat, tidak merokok, membatasi konsumsi alkohol, tidur cukup, serta melakukan pemeriksaan kesehatan sesuai kebutuhan juga berperan dalam menjaga kesehatan jangka panjang.(*)
(Azarine Nirwasita Zada, Magang Politeknik Negeri Madiun)
Editor : Tim Content Writer Radar LawuSumber : keslan.kemkes.go.id