Bukan Tumbuh dari Buah Sawit, Jamur Sawit Justru Muncul dari Limbahnya

Tim Content Writer Radar Lawu • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:00 WIB
Source: IDN Times
Source: IDN Times

Jawa Pos Radar Lawu - Melihat jamur ini tumbuh di sekitar perkebunan sawit, mungkin banyak yang mengira jamur sawit berasal dari buah kelapa sawit. Padahal, jamur yang sering disebut jamur sawit justru biasanya tumbuh dari tandan kosong kelapa sawit atau sisa batang dan bahan organik sawit yang mulai membusuk.

Di beberapa daerah Kalimantan, jamur ini juga dikenal dengan nama jamur pentol. Salah satu jenis yang banyak ditemukan pada tandan kosong sawit adalah Volvariella volvacea, yang masih berkerabat dengan jamur merang. Namun, jenis jamur tidak bisa dipastikan hanya dari foto, karena beberapa jamur liar memiliki bentuk yang mirip.

Tumbuh dari Tandan Sawit yang Mulai Membusuk

Setelah buah kelapa sawit dipisahkan dan diolah, tersisa tandan kosong kelapa sawit atau TKKS. Ketika tandan tersebut berada di lingkungan yang lembap dan mulai mengalami proses dekomposisi, jamur dapat tumbuh secara alami.

Tandan kosong ini mengandung bahan lignoselulosa, termasuk selulosa, yang dapat menjadi sumber nutrisi bagi pertumbuhan jamur. Kondisi lembap, terutama saat musim hujan, juga membuat jamur lebih mudah tumbuh subur.

Jadi, Jamurnya Berasal dari Mana?

Jamur tidak tumbuh dari tandan sawit itu sendiri. Jamur muncul dari spora yang sudah ada di lingkungan. Ketika spora menemukan tempat tumbuh yang cocok, seperti tandan sawit yang lembap dan kaya bahan organik, spora akan berkembang menjadi miselium.

Miselium inilah yang kemudian menyerap nutrisi dari bahan organik di sekitarnya. Setelah kondisi lingkungan sesuai, barulah muncul bagian jamur yang kita lihat di permukaan tanah atau tandan sawit. Jadi, tandan kosong sawit bisa dibilang menjadi “rumah sekaligus sumber makanan” bagi jamur.

Ternyata Jamur Sawit Bisa Dimakan

Jenis jamur sawit yang dikenal sebagai jamur merang atau jamur pentol telah lama dikonsumsi oleh masyarakat di beberapa daerah penghasil kelapa sawit. Penelitian dari Universitas Tanjungpura pada jamur liar edible yang tumbuh di tandan kosong kelapa sawit di Sanggau menemukan bahwa jamur tersebut memiliki kandungan protein, serat, karbohidrat, dan lemak.

Namun, tidak semua jamur yang tumbuh di sekitar sawit aman dimakan. Jamur liar memiliki banyak jenis yang bentuknya bisa mirip, sehingga sebaiknya hanya mengonsumsi jamur yang sudah benar-benar dikenali oleh orang berpengalaman atau ahli.

Manfaatnya Tidak Cuma untuk Dikonsumsi

Selain menjadi bahan pangan, jamur yang tumbuh pada limbah sawit juga membantu proses penguraian bahan organik. Limbah tandan kosong yang kaya selulosa dan lignin dapat dimanfaatkan sebagai media pertumbuhan jamur, sehingga memiliki nilai tambah daripada hanya menjadi limbah perkebunan. Bagi masyarakat sekitar perkebunan, jamur sawit juga berpotensi menjadi sumber pangan sekaligus bernilai ekonomi.

Jadi, jamur sawit sebenarnya punya cerita yang cukup menarik. Tumbuh dari sisa-sisa perkebunan yang dianggap limbah, lalu berubah menjadi jamur yang bisa dikonsumsi dan kaya nutrisi. Dari limbah menjadi makanan. (*)

(Magang, Anggie Putri Wijayanti - Universitas Negeri Surabaya)

Editor : Tim Content Writer Radar Lawu
Sumber : Jurnal Untan, warta
jamur kalimantan limbah sawit